Inilah Jadwal Masa Prapaskah dan Paskah Tahun 2022

Inilah Jadwal Masa Prapaskah dan Paskah Tahun 2022
Inilah Jadwal Masa Prapaskah dan Paskah Tahun 2022
632 views

RenunganKatolik.org. Inilah Jadwal Masa Prapaskah dan Paskah Tahun 2022. Sebentar lagi, umat Katolik di dunia akan memasuki masa Puasa dan Pantang yang menjadi kewajiban saat masa Prapaskah bagi seluruh umat Katolik se dunia.

Jadwal Prapaskah dan Paskah 2022

Hari Raya Rabu Abu pada 2 Maret 2022
Hari Minggu Prapaskah I pada 6 Maret 2022
Hari Minggu Prapaskah II pada 13 Maret 2022
Hari Minggu Prapaskah III pada 20 Maret 2022
Hari Minggu Prapaskah IV pada 27 Maret 2022
Hari Minggu Prapaskah V pada 3 April 2022
Minggu Palma pada 10 April 2022
Kamis Putih pada 14 April 2022
Jumat Agung pada 15 April 2020
Sabtu Suci Malam Paskah pada 16 April 2022
Minggu Paskah pada 17 April 2022

Masa Prapaskah akan dimulai dengan Misa Rabu Abu pada Rabu, 2 Maret 2022. Sejak itu lah umat Katolik memulai pantang dan puasa selama 40 hari lamanya.

Mengapa Ada Abu di Hari Rabu Abu? Simbol Abu Bagi Umat Katolik Artinya Apa?

Abu diterima umat Katolik dalam misa Rabu Abu yang merupakan hari pertama Masa Prapaskah. Masa Prapasakah ini menjadi tanda memasuki masa tobat 40 hari sebelum Paskah. Abu menjadi simbol pertobatan umat Katolik pada perayaan hari Rabu Abu.

Abu menjadi sesuatu hal yang dibenci orang bersih, sebab abu akan mudah menempel dan bertebaran dimanapun yang akan merusak atau mengurangi keindahan.

Akan tetapi, deu dan juga abu juga mudah untuk dibersihkan dan kumpulan abu juga mudah terbang berserakan saat terhembus dengan angin.

Selain itu, semua yang dibakar menjadi abu maka sudah tidak akan ada artinya lagi. Abu memiliki sifat yang kotor, mudah untuk dipindahkan dan tidak memiliki arti.

Akan tetapi, dalam Rabu Abu maka abu mempunyai sebuah arti tersendiri. Selama beberapa abad sebelum Kristus, abu ini juga sudah digunakan sebagai arti pertobatan dan dalam Kitab Kejadian juga disebutkan jika manusia tercipta dari debu tanah dan akan kembali menjadi debu.

Ini terjadi sebelum Roh Allah dihembuskan pada manusia, sebab tanpa adanya Roh Allah maka manusia tidak akan ada artinya layaknya seperti debu dan tanpa adanya Allah, maka manusia hanya bisa berbuat dosa.

Jika dilihat dari segi teologis, makna dari Rabu Abu sendiri adalah para umat yang percaya mengungkapkan sikap penyesalan serta pertobatan yang didasari dengan kesadaran kefanaan diri serta betapa bergantungnya kita dengan rahmat Kristus.

Sedangkan tanda salib dari abu yang ada pada dahi yang diberikan pada perayaan Rabu Abu tidak hanya sebagai tanda saja, namun memiliki maksud memungkinkan setiap individu untuk menghayati makna Rabu Abu meskipun sudah ada penjelasan secara objektifnya.

Simbol abu ini selayaknya dijadikan tanda peringatan manusia yang penuh akan dosa dan sudah membuat Yesus disalibkan karena dosa yang sudah diperbuat.

Karena itulah, umat yang datang ke gereja pada masa Rabu Abu akan diberi tanda salib dengan abu pada bagian dahi sebagai pengingat akan setiap dosa-dosa yang dilakukan dan untuk langkah pertobatan yang mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.