Renungan Harian Katolik Jumat 11 Oktober 2019

82 views

Bacaan Liturgi Jumat 11 Oktober 2019

Bacaan Pertama  Yl 1:13-15;2: 1-2

Hai para imam, kenakanlah pakaian kabung dan mengeluhlah. Merataplah, hai para pelayan mezbah. Masuklah, bermalamlah dengan memakai kain kabung, hai para pelayan Allahku, sebab sudah lama di rumah Allahmu tiada kurban sajian dan kurban curahan.  Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya. Kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri  ke rumah Tuhan, Allahmu, dan berteriaklah kepada Tuhan.   Wahai, hari itu! Sungguh, hari Tuhan sudah dekat, datangnya seperti hari pemusnahan dari Yang Mahakuasa.   Tiuplah sangkakala di Sion  dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus!   Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari Tuhan datang, sebab hari itu sudah dekat. Suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat. Seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu, turun-temurun, pada masa yang akan datang.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 9:2-3.6.16.8-9

Tuhan menghakimi dunia dengan adil.

*Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;  aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi.

*Engkau telah menghardik bangsa-bangsa, dan telah membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya.  Bangsa-bangsa terbenam dalam lubang yang dibuat-Nya, kakinya terperangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri.

*Tetapi Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.  Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan  dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Bait Pengantar Injil  Yoh 12:31b-32

Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar, sabda Tuhan;  dan bila Aku telah ditinggikan dari bumi,   Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.

Bacaan Injil  Luk 11:15-26

Sekali peristiwa, Setelah Yesus mengusir setan, ada beberapa orang yang berkata,   “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, kepala setan.”  Ada pula yang mencobai Dia dan meminta tanda dari surga.  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata,  “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah, pasti binasa. Dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.  Jika Iblis juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri,  bagaimana mungkin kerajaannya dapat bertahan? Sebab kalian berkata,  bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.   Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusir setan?   Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.   Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah,  maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.  Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya,  amanlah segala miliknya.  Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang  dan mengalahkannya,   maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata  yang diandalkannya,  dan akan membagi-bagikan rampasannya.   Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Daku,  dan barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.  Apabila roh jahat keluar dari manusia,  ia mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian;   dan karena tidak mendapatnya, ia berkata, ‘Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.’  Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu telah bersih tersapu dan rapi teratur.  Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain  yang lebih jahat daripadanya, dan mereka masuk dan tinggal di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Tidak ada orang yang tahu kapan hari terakhir atau hari penghakiman Tuhan tiba. Meskipun pada bacaan hari ini dengan jelas dikisahkan suasana hari tersebut, tetapi untuk kepastian kapan terjadinya tidak dijelaskan. Dua bacaan hari ini mengajak kita untuk berjaga dalam segala hal . Berjaga jaga hanya dapat dilakukan dengan mengandalkan Allah , yakni dengan berdoa , mendengarkan Sabda Allah dan tekun melaksanakan kasih sepanjang hidup. Namun ketiga hal itupun bukan menjadi jaminan keselamatan , karena pada bacaan kedua juga menceritakan bagaimana roh jahat kembali kerumah yang sebelumnya ditinggalkan karena sudah bersih. Bahkan roh jahat itu kembali dengan kekuatan yang lebih besar dan berhasil kembali memporak porandakan rumah itu . Rumah yang dimaksud adalah hati kita. Sebagai manusia yang tidak akan pernah sempurna , demikian juga hati kita tidak akan selalu bersih , meskipun kita selalu berusaha hidup tekun dalam doa, mendengarkan Sabda Tuhan secara rutin, juga bukan jaminan otomatis menjadi suci. Ingat , bahkan saat Yesus berpuasapun setan masih menggoda. Yesus mengetahui kelemahan kita , maka Dia memberikan sebuah janji keselamatan bagi setiap orang yang berusaha hidup mengandalkan Dia. Salah satu cara hidup dengan mengandalkan Dia adalah dengan mengusahakan yang baik bagi semua orang, menanggalkan ke aku an kita , bekerja dan berkarya dalam kemuliaan Allah, bukan untuk kemuliaan Allah , karena Allah sudah mulia sejak dahulu. Jika kita bekerja dan berkarya dalam kemuliaan Allah, maka Ia sendirilah yang akan melengkapi kekurangan dari apa yang sudah kita perbuat.

Butir permenungan.

Bulan ini bulan khusus untuk menghormati Bunda Maria . Suatu pagi sebelum mulai Perayaan Ekaristi ada seorang nenek yang selalu setia dengan manik manik Rosario , saya mendekatinya dan bertanya : “Ibu tahu makna Doa Rosario?”  Dia menjawab “Tidak tahu, hanya yang saya tahu adalah Rosario adalah doa paling mudah”.   Apa yang dikatakan ibu tua itu sangat benar . Awal terjadinya doa Rosario adalah kemudahan berdoa dengan bentuk pengulangan sebagaimana doa Bapa Kami  bagi para Rahib yang kurang bisa membaca  doa brevir. Apakah pengulangan doa ini tidak menimbulkan kesan bertele tele sebagaimana diungkapkan Yesus? Tentu saja tidak, karena doa ini sifatnya meditatif. Dewasa ini gerakan pencinta Maria ditunjukkan dengan mengadakan ziarah ke berbagai Gua Maria. Doa Rosario dan juga penghormatan kepada Bunda Maria harus menghantar orang pada suatu penghayatan rohani yang kontemplatif yaitu merenungkan seluruh alur kehidupan nyata  dan mempersatukannya dengan kekuatan daya ilahi sehingga menghasilkan buah buah kebaikan.  Paus Yohanes Paulus II mengatakan bahwa Rosario adalah sebuah doa yang sangat disukai oleh para santo / santa  , dan didukung oleh kuasa mengajar Gereja (magisterium)  Doa ini punya makna yang sungguh berarti karena membawa orang kepada kesucian. Doa Rosario pada intinya  adalah doa yang berpusat pada Kristus. Doa ini memiliki kedalaman pesan Injil secara menyeluruh. Bahkan dapat dikatakan bahwa doa Rosario adalah ringkasan dari seluruh pesan Injil. Untaian mawar yang kita persembahkan kepada Bunda Maria merupakan pernyataan diri  kita juga untuk berserah seperti Maria, “terjadilah padaku menurut perkataan – Mu.”   Doa Rosario , doa yang sangat sederhana namun mewariskan gairah kontemplasi dan kasih seorang ibu yang siap sedia menjaga dan melindungi anak anaknya. Doa ini lahir dari iman sebagaimana Bunda Maria  yang hidup oleh imannya. Sangat  benar apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia , “Barangsiapa melakukannya, akan hidup karenanya.”  Gereja menghimbau agar umat berdoa Rosario untuk memohon perlindungan Bunda Maria  atas Gereja dari segala rongrongan musuh dan kejahatan . Rosario jelas bukan doa yang lahir  dari persekutuan kuasa setan tetapi karena kuasa Allah. Buah buahnya bukan menghancurkan , melainkan mempersatukan . Cintailah doa Rosario sepanjang hidupmu.

Doa.

Ya Bapa yang maha bijaksana, kami mohon semoga kami dapat meneladani hidup Bunda Maria sehingga kami dapat meningkatkan seluruh peristiwa hidup kami sesuai dengan kehendak-Mu  Amin.

Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar, sabda Tuhan;  dan bila Aku telah ditinggikan dari bumi,   Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *