Renungan Harian Katolik Jumat 21 Agustus 2020

451 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Jumat 21 Agustus 2020

PW S. Pius X, Paus
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Yeh 37:1-14
Pada suatu hari kekuasaan Tuhan meliputi aku,  dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya  dan menempatkan daku di tengah-tengah lembah. Lembah ini penuh dengan tulang-tulang.  Ia membawa aku berkeliling melihat tulang-tulang itu. Sungguh amat banyaklah tulang-tulang itu berserakan.  Semuanya amat kering. Lalu Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang itu dihidupkan kembali?”  Aku menjawab, “Ya Tuhan Allah, Engkaulah yang tahu.” Lalu Ia bersabda kepadaku, “Bernubuatlah tentang tulang-tulang itu dan katakanlah kepadanya,  ‘Hai tulang-tulang kering, dengarlah firman Tuhan!’  Beginilah sabda Tuhan Allah kepada tulang-tulang itu, ‘Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kalian hidup kembali. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu. Aku akan menutup kalian dengan kulit dan memberikan kalian nafas hidup, supaya kalian hidup kembali. Dan kalian akan tahu bahwa Akulah Tuhan’.”  Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku.  Dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara.  Sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. Sedang aku mengamat-amatinya, lihatlah, ada urat-urat dan daging tumbuh padanya. Kemudian kulit menutupinya.  Tetapi mereka belum bernafas. Maka Tuhan bersabda kepadaku, “Bernubuatlah kepada nafas hidup,  bernubuatlah, hai anak manusia!  Dan katakanlah kepada nafas hidup itu, ‘Beginilah sabda Tuhan Allah, hai nafas hidup,  datanglah dari keempat penjuru angin,  dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.”  Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan Tuhan kepadaku.  Dan nafas hidup itu memasuki mereka, sehingga mereka semua hidup kembali. Mereka tegak berdiri, seperti pasukan tentara yang sangat besar. Kemudian Tuhan bersabda kepadaku,  “Hai anak manusia, tulang-tulang itu ialah seluruh kaum Israel.  Sungguh, mereka sendiri berkata,  ‘Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan harapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.’  Maka bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, ‘Beginilah sabda Tuhan Allah: Sungguh, Aku akan membuka kubur-kuburmu  dan membangkitkan kalian dari dalamnya, hai umat-Ku. Dan Aku akan membawa kalian ke tanah Israel.  Dan kalian akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan,  pada saat Aku membuka kubur-kuburmu  dan membangkitkan kalian dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalam kalian, sehingga kalian hidup kembali  dan Aku akan menempatkan kalian di tanahmu.  Dan kalian akan mengetahui,  bahwa Aku, Tuhan, yang mengatakan dan membuatnya’.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 107:2-3.4-5.6-7.8-9
Bersyukurlah kepada Tuhan,  sebab kekal kasih setia-Nya.
*Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan,  yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.
*Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan;  mereka lapar dan haus,
jiwa mereka lemah lesu.
*Maka dalam kesesakannya berseru-serulah mereka kepada Tuhan
dan Tuhan melepaskan mereka dari kecemasan.  Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus,  sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang.
*Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya,
karena karya-karya-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia;
sebab Tuhan memuaskan jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

Bait Pengantar Injil  Mzm 25:5c.5a
Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan,  bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar.

Bacaan Injil  Mat 22:34-40
Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membungkam orang-orang Saduki,  berkumpullah mereka.  Seorang dari antaranya, seorang ahli Taurat,  bertanya kepada Yesus hendak mencobai Dia,  “Guru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum Taurat?” Yesus menjawab, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang utama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah  tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Setiap kehidupan di masyarakat selalu ada aturan dan hukum yang berlaku untuk ditaati bersama. Hukum tersebut terdiri dari hukum secara tertulis maupun yang tidak tertulis. Hukum lisan berasal dari zaman sebelumnya secara turun temurun. Hukum secara tertulis yang juga disebut undang undang dibuat untuk kesejahteraan bersama dan dituangkan dalam tulisan atau kitab. Tujuan dibuatnya hukum dan aturan itu adalah untuk kepentingan banyak orang atau juga untuk kepentingan sekelompok orang. Bahkan tidak jarang dalam pembuatan hukum dan aturan, penuh dengan kepentingan kepentingan kelompok atau budaya setempat.  Hari ini Yesus juga memberi hukum yang utama, yaitu  :” Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan segenap akal budimu……” (ayat 37)  Mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu  bertujuan, supaya kita sungguh sungguh memusatkan hati kita kepada Allah dan bukan kepada yang lainnya yang bukan Allah.  Menjaga hati kita agar selalu bersih  dan juga penuh dengan pengharapan pada Allah yang telah terlebih dulu mengasihi kita . Jiwa  kita merupakan roh hidup yang diberikan oleh Tuhan sendiri untuk hidup. Maka hendaknya hidup kita ini diberikan kepada Allah semata sehingga semua perbuatan yang telah kita lakukan ditujukan untuk membuat hidup kita dan orang lain menjadi lebih baik.  Hukum kedua yang sama dengan hukum yang pertama adalah : “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri….”  (ay 39) .  Mengasihi orang lain harus keluar dari pengalaman pribadi kita yang juga harus pernah merasakan cinta yang sempurna dari Yesus, agar cinta dan perhatian yang kita berikan kepada orang lain juga benar benar memberi kebahagiaan yang baik.

Butir permenungan.

Yesus hari ini sungguh memberikan hukum yang lain daripada yang lain didunia ini. Hukum yang menyelamatkan dan jauh dari kepentingan golongan , memberikan pemahaman dan praktik yang baik bagi semua orang serta memberikan jaminan keselamatan dari Tuhan. Maka marilah kita selalu menjalankan hukum yang diberikan Tuhan kepada kita dengan sepenuhnya. Kita pusatkan hati, jiwa dan pikiran kita pada Tuhan dan juga pada sesama disekitar kita . Jadilah pelaku dan pelaksana hukum Tuhan yang terberkati dan memberkati orang lain  dan dunia ini dalam damai sejahtera dari Allah.

Doa.

Allah Bapa , Sumber Cinta Kasih, kami bersyukur bahwasanya Engkau menaruh perhatian akan kehidupan kami serta menghendaki menyayangi kami sampai sesudah mati pula. Semoga hidup kami dapat mengungkapkan rasa syukur kami atas segala anugerahMu.  Amin.

Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan,  bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *