Renungan Harian Katolik Jumat 21 Februari 2020

1,318 views

Renungan Harian Katolik Berdasarkan Kalender Liturgi Jumat 21 Februari 2020
PF S. Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Yak 2:14-24.26

Saudara-saudaraku,  Apakah gunanya kalau seseorang mengatakan bahwa beriman,  tetapi tidak mempunyai perbuatan?  Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?  Misalnya saja seorang saudara atau saudari  tidak mempunyai pakaian  dan kekurangan makanan sehari-hari.  Kalau seorang di antara kalian berkata kepadanya.,  “Selamat jalan! Kenakanlah kain panas, dan makanlah sampai kenyang!”  tetapi tidak memberikan apa yang diperlukan tubuhnya;  apakah gunanya itu?  Demikian pula halnya dengan iman. Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya  mati.  Tetapi mungkin ada orang berkata,  “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”;  aku akan menjawab dia, “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku  dari perbuatan-perbuatanku.”  Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah. Itu baik!  Tetapi setan-setan pun percaya akan hal itu  dan karenanya mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang,  bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?  Bukankah Abraham, bapa kita,  dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya,  ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?  Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan   dan oleh karena perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.  Dengan jalan demikian genaplah ayat yang mengatakan,  “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya  sebagai kebenaran.”  Karena itulah Abraham disebut “Sahabat Allah.”  Jadi kalian lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya  dan bukan hanya karena iman. Sebab sebagaimana tubuh tanpa roh itu mati,  demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 112:1-2.3-4.5-6

Berbahagialah orang yang suka akan perintah Tuhan.
*Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan,  yang sangat suka akan segala perintah-Nya.  Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
*Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya.  Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.
*Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.  Orang jujur tidak akan goyah, ia akan dikenang selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil  Yoh 15:15b

Kalian Kusebut sahabat-sahabat,  sebab kepada kalian Kusampaikan
apa saja yang Kudengar dari Bapa.

Bacaan Injil Hari Ini Mrk 8:34-9:1

Pada suatu ketika  Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya, dan berkata kepada mereka,  “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya,  ia akan kehilangan nyawanya;  tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya  karena Aku dan karena Injil,  ia akan menyelamatkan nyawanya.  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia,  tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?  Kalau seseorang malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini,  maka Anak Manusia pun akan malu karena orang itu  apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya,  diiringi malaikat-malaikat kudus.”  Kata Yesus lagi kepada mereka, “Aku berkata kepadamu;  Sungguh, di antara orang yang hadir di sini  ada yang tidak akan mati  sebelum mereka melihat Kerajaan Allah datang dengan kuasa.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Hari Ini

Seorang pria mengeluh kepada Tuhan karena salib yang dipikulnya terlalu berat. Lalu Tuhan membawa dia kesebuah toko salib. “ Sekarang , ambillah salib mana yang kamu sukai “Kemudian pria itu memasuki toko itu dan meletakkan salibnya didinding . Dalam hati dia berkata  “ Sekarang kesempatan bagiku . Inilah waktu yang telah lama kunantikan . Jika memang harus memanggul salib , maka saya akan memilih salib yang ringan dan cocok untuk saya “ Pria itu mencoba salib salib untuk menemukan yang cocok baginya. Ada salib yang terlalu panjang , sehingga  terseret di tanah . Ada yang terlalu pendek sehingga membuatnya tersandung . Yang lain terlalu ringan sehingga  terbawa angin dan yang lain lagi terlalu berat, sehingga melukai bahunya . Ia hampir putus asa lalu melihat satu salib yang tersandar didinding . Dia mencobanya , membawa nya berjalan sedikit dan menghadap Tuhan dengan tersenyum sambil berkata “ Inilah salib itu . Inilah yang sudah lama saya cari “ Lalu, dengan tersenyum Tuhan berkata kepadanya  “ Saya senang bahwa kamu menyukai salib itu . Itulah salib dahulu yang kamu bawa masuk . Yesus dalam Injil hari ini memberitahukan kepada para murid-Nya syarat syarat untuk mengikuti Dia . Salah satu syarat untuk mengikuti Dia  adalah rela memanggul  salib – Nya . Syarat ini bukanlah sebuah pilihan bagi para murid , melainkan sebuah keharusan . Sebagai pengikut Kristus , kita pun memiliki kewajiban untuk memanggul salib kita masing masing . Tuhan memberikan salib kepada kita sesuai dengan kemampuan kita masing masing . Maka tidak ada orang yang gagal mengikuti Kristus hanya karena salibnya terlalu berat dan melebihi kemampuannya .

Butir permenungan .

Nafsu dan keinginan manusia itu memiliki ciri yang sama , selalu ingin tambah terus , tambah terus  , alias serakah . Yang sudah mempunyai  “ sepeda onthel  “ (sepeda kayuh) ingin sepeda motor bebek . Sesudah punya sepeda motor bebek  , ia ingin punya mobil walaupun bekas . Sesudah punya mobil bekas , ia ingin mobil terbaru , syukur syukur sedan yang mahal dan sebagainya . Atau yang sudah pernah pergi tamasya ke pantai selatan , ya ingin ke pantai utara . Setelah pantai utara selesai dikunjungi , ia ingin pergi ke pantai barat dan timur . lalu keluar negeri , tadinya sekitar Asia Tenggara , kemudian ke negara negara Asia  , bahkan  Eropa dan Amerika , demikian seterusnya.  Nafsu dan keinginan manusia yang ingin tambah terus itu ternyata  sudah dimiliki  sejak manusia manusia pertama dahulu , seperti dikisahkan pada bacaan pertama hari ini . Kisah menara Babel sebenarnya merupakan ungkapan kecenderungan manusia yang ingin memperoleh segala galanya , bahkan kalau perlu mau menyamai Allah . Membuat menara yang puncaknya sampai langit bermakna bahwa manusia ingin berkuasa menyamai Allah. Dan itulah dosa . Itulah dosa kesombongan dan keserakahan . Maka Allah mengacau balaukan bahasa manusia , agar manusia berserakkan diseluruh bumi dan mau belajar rendah hati karena harus mempelajari setiap bahasa sesamanya.  Injil menyatakan jalan keselamatan yang persis berlawanan dengan dosa kesombongan dan keserakahan . Jalan keselamatan ini adalah jalan mengikuti Yesus yang syaratnya justru menyangkal diri , memikul salib , mengikuti Yesus yaitu kerelaan untuk berani kehilangan nyawa demi Yesus . Beginilah hukum Kerajaan Allah dinyatakan . Apabila kita ingin serba memiliki , kita justru akan kehilangan hidup . Namun , apabila kita rela melepaskan dan mengosongkan diri demi Kristus , kita justru  memperoleh kehidupan sejati yang berlimpah.

Doa.

Ya Tuhan , mampukanlah kami untuk setia dengan salib kami masing masing dalam mengikuti jejak dan jalan – Mu. Amin.

Kalian Kusebut sahabat-sahabat,  sebab kepada kalian Kusampaikan apa saja yang Kudengar dari Bapa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *