Renungan Harian Katolik Jumat 24 Juli 2020

395 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Jumat 24 Juli 2020
PF S. Sharbel Makhluf, Imam
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Yeremia  3:14-17
Tuhan bersabda,  “Bertobatlah, hai anak-anak yang murtad, sebab Akulah tuanmu!  Aku akan mengambil kalian, seorang dari setiap kota, dan dua orang dari setiap keluarga,  dan akan membawa kalian ke Sion. Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku.  Mereka akan menggembalakan kalian dengan pengetahuan dan pengertian. Apabila pada masa itu  kalian bertambah banyak dan beranak cucu di negeri ini,” demikianlah sabda Tuhan, “maka orang tidak lagi akan berbicara  tentang tabut perjanjian Tuhan.  Itu tidak lagi akan timbul dalam hati dan tidak lagi diingat orang.  Orang tidak lagi akan mencarinya atau membuatnya kembali.  Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta Tuhan,  dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama Tuhan di Yerusalem.  Dan mereka tidak lagi akan bertingkah  menuruti kedegilan hatinya yang jahat.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Yeremia 31:10.11-12ab.13
Tuhan akan menjaga kita  seperti gembala menjaga kawanannya.
*Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan menghimpunnya kembali,  dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya!  Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya.  Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion,  muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.
*Pada waktu itu  anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai,
orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil  Lukas 8:15
Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas,  dan menghasilkan buah dalam ketekunan.

Bacaan Injil  Matius 13:18-23
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,  “Dengarkanlah arti perumpamaan penabur.  Setiap orang yang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga  dan tidak mengerti,  akan didatangi si jahat,  yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya.  Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan.  Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu  ialah orang yang mendengar sabda itu  dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, orang itu pun segera murtad.  Yang ditaburkan di tengah semak duri  ialah orang yang mendengar sabda itu,  lalu sabda itu terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan,  sehingga tidak berbuah . Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik  ialah orang yang mendengar sabda itu dan mengerti,  dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus, ada yang enam puluh,  dan ada yang tiga puluh ganda.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Yang ditaburkan ditanah yang baik ialah orang yang mendengarkan firman itu dan mengerti Mat 13 : 23. Seringkali kita belajar bahwa untuk hidup didalam firman Tuhan kita harus membaca dan melakukannya. Namun dalam bacaan hari ini ternyata ada satu point penting agar kita dapat hidup didalam firman Tuhan yaitu mengerti. Sewaktu SMP dulu saya paling benci pelajaran fisika , saya tidak menemukan apa gunanya fisika bagi saya. Namun biar bagaimanapun saya toh tetap harus belajar karena ada ujian. Saya masih ingat ketika suatu malam saya mencoba menghafal rumus rumus fisika karena tidak ada satupun yang sata mengerti , sampai saya takut untuk tidur karena saya khawatir akan melupakan apa yang sudah saya hafalkan. Esok paginya saya berangkat kesekolah dengan mata mengantuk dan kepala terasa berat . begitu selesai ujian, semua yang saya hafalkan hilang lenyap.. Setiap orang yang mendengarkan firman tetapi tidak mengerti , maka si jahat datang dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu. Firman Tuhan yang kita baca haruslah kita mengerti , karena melakukan tanpa mengerti tidak akan bertahan lama Akhirnya malah hanya menjadi rutinitas  bahkan bisa menyesatkan  Itulah sebabnya mengerti firman Tuhan sangat penting. Kita tidak dapat mengerti dengan kekuatan sendiri, tapi kita perlu berdoa agar kita dapat mengerti sesuai dengan kehendak-Nya. Yesus mengatakan yang ditaburkan ditanah yang baik adalah orang yang mendengar firman itu dan mengerti , dan karena itu akan berbuah berpuluh kali lipat. Apakah selama ini saya mengerti saat membaca firman –Nya ? Sudah cukup berusahakah saya untuk mengerti ?

Butir permenungan

Ada orang yang sukanya kerja terus (maniak kerja) . Setiap hari orang itu kerja dari pagi hingga sore, mandi sebentar kerja lagi hingga larut malam. Besok pagi ia bangun pagi , mungkin doa sebentar makan pagi lalu kerja lagi begitu seterusnya. Bahkan hari Minggu pun ia bekerja lagi. Tidak sedikit orang yang pergi gereja mengikuti misa , HP nya di on kan , ketika HP nya berbunyi , dengan tenangnya ia menjawab , terkadang sambil berjalan keluar , ia  menerima telpon. Katanya itu telpon penting untuk bisnisnya. “Ya Tuhan ampuni orang ini, sebab ia tidak tahu apa yang ia buat”  Salah satu inspirasi dari 10 perintah Allah yang disabdakan Tuhan melalui Musa pada hari ini adalah perlunya satu hari yang mesti kita persembahkan untuk Tuhan. Bagi orang orang Yahudi , itu adalah hari Sabat. Dalam hitungan kita , hari Sabat jatuh pada hari Sabtu. Dalam Perjanjian Baru , hari Sabat telah diperbaharui dengan hari Minggu , Kata Minggu berasal dari kata Dominggos. Minggu adalah hari Tuhan , karena pada hari itu Tuhan Yesus Kristus bangkit. Dengan demikian mestinya bagi semua orang Kristiani , hari Minggu adalah hari khusus untuk Tuhan. Saatnya kita tidak bekerja , tetapi saatnya kita bersyukur berdoa dan beribadat kepada Tuhan. Saatnya kita pergi ke Misa Kudus , memperhatikan segi komunio / persekutuan / persaudaraan kita dengan umat ataupun masyarakat.  Marilah kita berhenti bekerja pada hari Minggu . Saatnya kita mengucapkan syukur kepada Tuhan dengan mengikuti Misa Kudus. Saatnya kita membangun persaudaraan dengan umat kita. Dan tidak perlu malu , pakailah pakaian yang pantas dan baik karena hari itu hari Tuhan , saatnya kita bersukacita atas penyelamatan kita berkat kebangkitan Tuhan.

Doa

Ya Tuhan semoga kami melayani-Mu dengan sukacita sesuai dengan perutusan yang Kau berikan kepada kami. Amin.

Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas, dan menghasilkan buah dalam ketekunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *