Renungan Harian Katolik Jumat 6 Maret 2020

699 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Jumat 6 Maret 2020
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I  Yeh 18:21-28
Beginilah Tuhan Allah berfirman,  “Jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya  dan berpegang pada segala ketetapan-Ku  serta melakukan keadilan dan kebenaran,  ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi,  ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.  Adakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik?  Demikianlah firman Tuhan Allah. Bukankah kepada pertobatannya Aku berkenan, supaya ia hidup?  Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya  dan melakukan kecurangan   seperti segala kekejian yang dilakukan orang fasik,  apakah ia akan hidup?  Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berubah setia, dan karena dosa yang dilakukannya.  Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat!  Dengarlah dulu, hai kaum Israel!  Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat  ataukah tindakanmu yang tidak tepat?  Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya   dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya,  kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya  dan ia melakukan keadilan dan kebenaran,  ia akan menyelamatkan nyawanya.  Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya,  maka ia pasti hidup, ia tidak akan mati.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8
Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan,  siapakah yang dapat tahan?
*Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan!   Tuhan, dengarkanlah suaraku!  Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian  kepada suara permohonanku.
*Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan,
siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan,  maka orang-orang takwa kepada-Mu.
*Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti,  dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan  lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.  Lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, berharaplah kepada Tuhan, hai Israel!
*Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.  Dialah yang akan membebaskan Israel  dari segala kesalahannya.

Bait Pengantar Injil   Yeh 18:31
Buangkanlah daripadamu,  segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, sabda Tuhan,   dan perbaharuilah hati serta rohmu.

Bacaan Injil  Mat 5:20-26
Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya,  “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar  daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,  kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.  Kalian telah mendengar   apa yang difirmankan kepada nenek moyang kita:  Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
Tetapi Aku berkata kepadamu:  Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;  barangsiapa berkata kepada saudaranya: Kafir!  harus dihadapkan ke Mahkamah Agama  dan siapa yang berkata: Jahil!   harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Sebab itu,  jika engkau mempersembahkan persembahan di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu  yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,  tinggalkanlah persembahan di depan mezbah itu, dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu,  lalu kembali untuk mempersembahkan persembahan itu.  Segeralah berdamai dengan lawanmu  selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya,  dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.  Aku berkata kepadamu:  Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana,  sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Hidup keagamaan bisa terpengaruh oleh tren zaman ini yang sangat menjunjung tinggi penampilan lahiriah. Orang yang mengenakan pakaian ciri khas agamis yang bagus dianggap orang saleh. Orang yang setiap pagi kegereja untuk Misa harian dan rajin berdoa diruang adorasi dianggap orang suci, padahal diluar itu, tidak jarang orang menunjukkan sikap yang jauh dari kesan orang yang agamis, saleh dan suci. Bahkan sikap kusyuk saat berdoa di Gereja bisa sangat bertentangan ketika diluar gereja, misalnya ditempat parkir marah marah, dirumah berlaku kasar dan berbicara kotor.  Hari ini Yesus berpesan  “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. “  Yesus mengutarakan hal ini, karena orang Farisi dan ahli Taurat menjalankan hidup keagamaan mereka hanya demi penampilan lahiriah dan supaya dilihat orang . Karena itu Yesus meminta kepada kita agar  hidup lebih benar dari cara hidup  mereka. Artinya , kita tidak hanya sekedar melaksanakan apa yang diajarkan Yesus demi dilihat dan dinilai baik oleh orang lain.  Namun tidak jarang hidup kita memendam kebencian dan kemarahan terhadap orang lain. Bahkan , kita tidak mau memaafkan orang lain yang bersalah kepada kita. Yesus meminta kita segera berdamai. Bukti pertobatan kita adalah mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita. Meskipun hal ini sangat berat , tetapi bukan berarti tidak mungkin. Yesus sendiri menghendaki supaya memaafkan dan minta maaf. Setelah itu kita baru diminta mempersembahkan doa dan persembahan kepada Tuhan . Oleh karena itu , benar yang dikatakan Yesus bahwa hidup keagamaan kita harus lebih benar daripada orang Farisi dan ahli ahli Taurat.  Pada masa ini , kita bangun komitmen untuk menghayati hidup keagamaan yang lebih benar, yang terpancar dari wajah yang cerah, tutur kata yang baik dan perilaku yang jujur. Komitmen ini kita mulai dengan bertobat dan kesediaan untuk mengampuni orang lain. Selagi masih diberi kesempatan oleh Tuhan yang maharahim untuk mengampuni orang lain, mari kita lakukan.

Butir permenungan.

Hari ini Tuhan Yesus memberikan pengajaran kepada para murid-Nya  Aku bekata kepadamu : Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum, siapa yang berkata kepada saudaranya Kafir, harus dihadapkan ke Mahkamah Agama, siapa yang berkata Jahil harus diserahkan kedalam neraka yang menyala nyala. Kemarahan tanpa sebab sama dengan membunuh. Setiap orang yang marah terhadap saudaranya telah melanggar perintah kelima. Ada beberapa perkara yang membuat kemarahan sah sah saja dan bahkan terpuji , tetapi dalam hal ini kemarahan disebut dosa apabila seseorang marah tanpa sebab. Dalam bahasa Latinnya “sine causa, sine effecta, et sine moda” artinya “ tanpa sebab, tanpa pengaruh yang baik, tanpa penguasaan diri”  “tidak ada dosa atau kesalahan lain yang membuat manusia merasakan neraka dalam hidup ini selain dosa kemarahan dan ketidak sabaran “ ( St Katarina dari Siena ) Tuhan Yesus menegaskan dalam menggunakan kata kata keji terhadap saudara adalah pembunuhan dengan lidah, seperti misalnya menyebutnya dengan kafir dan jahil. Jika kata kata itu keluar sebagai bentuk hinaan atau perendahan kepada orang lain, maka perkataan itu bagaikan asap api yang dinyalakan dari neraka.

  1. Istilah kafir lebih tepat diterjemahkan dengan kata “memaki” sebab istilah kafir biasanya mempunyai makna “ tidak percaya kepada Allah ( dan utusan-Nya) . Makian dan hinaan yang keluar dari kesombongan adalah dosa. Ucapan “ kamu orang yang tidak berguna” karena tidak punya akal adalah kata kata yang disebut Salomo sebagai pencemooh yang sombong (Amsal 21:24)
  2. Istilah Jahil sebenarnya lebih tepat diterjemahkan dengan istilah “tolol”. Dengan kata tolol seseorang merendahkan orang lain dan menganggap orang tersebut tidak layak dihormati. Kata kata perendahan dan penghinaan semacam ini seperti bisa dibawah lidah , membunuh dengan diam diam dan perlahan.

Perkataan penuh caci dan perendahan ini menghantam kehidupan sesama kita. Kita perlu belajar menghargai, menghormati dan memuji orang lain.

Doa
Ya Tuhan yang maharahim, ampunilah dosa dosa kami dan berilah kami kemampuan untuk mengampuni sesama kami yang menyakitkan hati kami.  Amin.

Buangkanlah daripadamu,  segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, sabda Tuhan,   dan perbaharuilah hati serta rohmu.

One thought on “Renungan Harian Katolik Jumat 6 Maret 2020

  1. Puji Tuhan untuk renungan yg dalam. Marah dan kata2 jahil sja sdh membunuh yg kejam apalagi membunuh benaran, gimana siksaannya. Tuhan jauhkan kami dr semua ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *