Renungan Harian Katolik Jumat 8 November 2019

138 views

Bacaan Liturgi Jumat 8 November 2019

Bacaan Pertama  Rom 15:14-21

Saudara-saudara, aku sendiri yakin  bahwa kalian penuh dengan kebaikan dan segala pengetahuan, dan bahwa kalian sanggup untuk saling menasihati. Namun karena kasih karunia  yang telah dianugerahkan Allah kepadaku,  aku di sana-sini dengan agak berani telah menulis kepadamu  untuk mengingatkan kalian,  bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus  bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Aku boleh melayani pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah  sebagai persembahan yang berkenan di hati-Nya,  yang disucikan oleh Roh Kudus. Maka aku boleh bermegah dalam Kristus  tentang pelayananku bagi Allah. Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain,  kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus   dengan perantaraanku.  Demikian Ia telah memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan,  berkat perkataan dan perbuatan, berkat tanda-tanda serta mujizat-mujizat, dan berkat kuasa Roh.  Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem  sampai ke Ilirikum  aku telah mewartakan Injil Kristus dengan sepenuh-penuhnya. Dan dalam pewartaan itu  aku menganggap sebagai kehormatanku,  bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat,  di mana nama Kristus telah dikenal orang,  supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain.  Tetapi aku mengikuti ayat Kitab Suci yang berbunyi:   “Mereka yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia,  dan mereka yang belum pernah mendengar tentang Dia, akan mengerti-Nya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Mzm 98:1-4

Tuhan menyatakan keselamatan-Nya di hadapan para bangsa.

*Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib;  keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya,

oleh lengan-Nya yang kudus.

*Tuhan telah memperkenalkan keselamatan  yang datang dari pada-Nya,

Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.  Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

*Segala ujung bumi telah melihat keselamatan  yang datang dari Allah kita.

Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,  bergembiralah, dan bermazmurlah!

Bait Pengantar Injil  1Yoh 2:5

Sempurnalah kasih Allah  dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.

Bacaan Injil  Luk 16:1-8

Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya,  “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara.  Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Maka si kaya itu memanggil bendaharanya dan berkata,  ‘Apakah yang telah kudengar tentang dirimu? Berilah pertanggungan-jawaban atas urusanmu,  sebab engkau tidak boleh bekerja sebagai bendahara lagi.’  Berkatalah bendahara itu dalam hatinya,  ‘Apa yang harus kuperbuat?  Tuanku memecat aku dari jabatanku.  Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.  Aku tahu apa yang akan kuperbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang mau menampung aku di rumah mereka.’ Lalu ia memanggil satu demi satu  orang yang berhutang kepada tuannya.  Berkatalah ia kepada yang pertama,  ‘Berapa besar utangmu kepada tuanku?’  Jawab orang itu, ‘Seratus tempayan minyak.’ Lalu kata bendahara itu, ‘Inilah surat hutangmu. Duduklah dan buatlah surat utang lain sekarang juga:  Lima puluh tempayan.’  Kemudian ia berkata kepada yang lain,  ‘Dan Saudara, berapa utangmu?’  Jawab orang itu, ‘Seratus pikul gandum.’ Katanya kepada orang itu, ‘Inilah surat utangmu. Buatlah surat utang lain: Delapan puluh pikul.’   Bendahara yang tidak jujur itu dipuji tuannya,  karena ia telah bertindak dengan cerdik.  Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Orang biasanya merasa berbesar hati dan bangga juga apabila banyak orang yang mencari. Tentu kalau yang mencari itu para penagih utang, ya orang jangan bangga dulu, Tetapi orang memang pantas berbangga hati apabila dicari  cari para pengagum yang mau meminta tanda tangan atau meminta waktu untuk wawancara. Apabila sesudah wawancara , orang itu difoto kanan kiri, senyum atas, senyum bawah, miring kanan atau miring kiri. Pokoknya segala pose difoto, Itulah orang terkenal. Kebanggaan atas kesediaan hati seseorang yang terkenal seperti diatas tentu berpusat pada kehebatandiri sendiri, pengagungan dan pengakuan atas  pujian atas diri sendiri.  Santo Paulus pada suratnya meminta untuk umat yang dilayani untuk tidak hanya mengikuti dirinya dalam bidang duniawi saja, tetapi juga mengikuti hidup rohani Rasul Paulus. Dari hidup rohani tersebut kita akan dibangun menjadi pribadi baru dalam Kristus Yesus. Kita pin harus berlaku cerdik dan pandai seperti seorang bendahara yang dipuji oleh Yesus  Kita pengikut Yesus harus bisa cerdik dan pandai mencari akal bagaimana dapat memperoleh keselamatan yang ditawarkan Tuhan Yesus . Kita tidak hanya mengasingkan diri untuk berdoa saja , kita harus berani berkomunikasi dengan dunia dan menjalin kasih dengan sesama , karena pada dasarnya , seseorang  diterima baik oleh Allah karena apa yang dilakukan oleh orang tersebut  dan bukan hanya karena imannya saja. Perbuatan baik mengantar kita berdiri teguh dalam Tuhan  St. Karolus Boromeus memberikan contoh nyata untuk kita. Dia merelakan hidupnya melayani sesama yang menderita dengan penuh semangat bela rasa . Sekarang , sudahkah kita melakukan kebaikan demi memperoleh keselamatan yang Tuhan tawarkan? Mari kita menjawab dalam hidup sehari hari dengan cinta dan pelayanan.

Butir butir permenungan.

Paulus justru berbangga boleh melayani Kristus. “ Aku boleh menjadi pelayan Kristus ,,,,,  aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah.” Semangat Santo Paulus melayani Kristus  dengan memberitakan Injil ialah agar bangsa bangsa  bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan di hati-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.  Kepada kita masing masing diserahkan karya pelayanan tertentu, Tentu kita senang apabila saat pelayanan tersebut kita dipuji karena berhasil dan karya kita berkembang. Namun kita mesti hati hati, sebab pujian itu dapat mengaburkan panggilan dasar kita, bahwa kita sebenarnya hanya melayani Kristus, dan bukan diri sendiri. Yang membuat kita bahagia dan bangga mestinya ialah karena semakin banyak orang mengenal Tuhan dan mengalami kasih-Nya , syukur syukur melalui pelayanan kita itu.

Doa.

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk berani memilih apa yang menghantar kami masuk kedalam kemuliaan-Mu. Amin

Sempurnalah kasih Allah  dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *