Renungan Harian Katolik Kamis 10 Oktober 2019

123 views

Bacaan Liturgi Kamis 10 Oktober 2019

Bacaan Pertama  Mal 3:13-4:2a

Tuhan bersabda kepada orang-orang fasik,   “Bicaramu tentang Aku kurang ajar. Meskipun demikian kalian bertanya, ‘Apakah yang kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?’  Kalian berkata, ‘Sia-sialah beribadah kepada Allah!   Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap Allah  dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan Tuhan semesta alam?Itulah sebabnya kita memuji bahagia orang-orang yang gegabah. Sebab mujurlah orang-orang yang berbuat jahat itu!   Mereka mencobai Allah, namun luput juga.’  Sebaliknya orang-orang yang takwa berbicara demikian,   ‘Tuhan memperhatikan dan mendengarkan kita;   sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya   bagi orang-orang yang takwa kepada Tuhan dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.’  “Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, ”  sabda Tuhan semesta alam, ‘pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.  Maka kalian akan melihat kembali  perbedaan antara orang benar dan orang jahat, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.  Sesungguhnya hari itu akan datang, menyala seperti api. Maka semua orang gegabah dan orang fasik   akan menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang akan datang itu,”   sabda Tuhan semesta alam.   “Mereka akan habis sampai ke akar dan cabangnya.   Tetapi kalian yang takwa, bagi kalian akan terbit surya kebenaran  yang sayapnya membawa kesembuhan.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 1:1-6

Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan.

*Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh;  tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan,

dan siang malam merenungkannya.

*Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,  yang menghasilkan buah pada musimnya,  dan daunnya tak pernah layu;  apa saja yang diperbuatnya berhasil.

*Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin.  Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil  Kis 16:14b

Tuhan, bukalah hati kami,  supaya kami memperhatikan sabda Anak-Mu.

Bacaan Injil  Luk 11:5-13

Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa,  Yesus bersabda kepada mereka,  “Jika di antara kalian ada yang tengah malam pergi ke rumah seorang sahabat  dan berkata kepadanya, ‘Saudara, pinjamkanlah aku tiga buah roti, sebab seorang sahabatku dalam perjalanan singgah di rumahku,  dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;’  masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab,   ‘Jangan mengganggu aku; pintu sudah tertutup, dan aku serta anak-anakku sudah tidur.   Aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu.’   Aku berkata kepadamu:  Sekalipun dia tidak mau bangun  dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya,  namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu, pasti ia akan bangun dan memberikan apa yang dia diperlukan.  Oleh karena itu Aku berkata kepadamu, mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.  Karena setiap orang yang meminta, akan menerima;  dan setiap orang yang mencari, akan mendapat,  dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu.  Bapa manakah di antara kalian, yang memberi anaknya sebuah batu, kalau anak itu minta roti? Atau seekor ular, kalau anaknya minta ikan?   Atau kalajengking, kalau yang diminta telur? Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu yang di surga!   Ia akan memberikan Roh Kudus  kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Santo Paulus hari ini mengkritik orang orang Galatia yang melakukan kebodohan. Mereka sudah percaya kepada Yesus Kristus, mereka telah dibebaskan oleh Injil, lah kok masih mau repot repot dengan hukum Taurat. Mereka telah memiliki berbagai karunia rohani berlimpah limpah karena Injil  Yesus Kristus, lha kok masih menengok ke Taurat yang membuat mereka mundur beberapa langkah dalam kehidupan iman.  Injil hari ini  Yesus bersabda  “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Luk 11:9 )  Ada seorang pertapa muda mulai gelisah. Ia merasa belum mengalami banyak kemajuan dalam hidup rohani. Doanya hanya itu itu saja , seakan tidak pernah didengarkan Tuhan. Ia lalu datang kepada pertapa tua dan menceritakan semua pengalamannya Pertapa tua itu dengan penuh kasih menyambut dan mendengarkan keluhan pertapa muda itu. Dengan bijaksana  ia berkata : “Saudaraku, jangan gelisah, Bertahun tahun saya juga merasakan doa saya tidak seluruhnya dikabulkan Tuhan . Berdoalah dengan setia dan biarkanlah Tuhan yang mengejakan semua. Dia tahu yang terbaik bagimu.”  Resah , gelisah , cemas seringkali menyelimuti lubuk hati tiap insan. Ada perasaan bahwa doanya tiada arti , tanpa makna , kosong dan hambar.  Inilah tantangan iman kita , tetap setia berkajang dalam doa , atau sebaliknya mudah putus asa.  Tiap saat kita mengadakan komunikasi dengan Allah  dalam doa . Yesus berharap agar kita tidak menyerah untuk mengetuk hati Allah .  Tuhan tentu saja sudah mengetahui isi hati kita . Namun , kita tetap  diharapkan untuk memohon sebagai tanda ketaatan kita kepada kehendak Allah .  Meminta sesuai kehendak Allah adalah wujud doa yang benar. Bunda Maria juga taat kepada Allah, “ Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu “ (Luk 1:38). Pasrah dalam iman itu , bukanlah sikap pasif , melainkan aktif mencari kehendak Allah. Indah sekali janji Tuhan bagi jiwa kita yang merindukannya. Tak ada batasan bagi jiwa untuk selalu memohon kepada-Nya. Setiap saat, setiap waktu, setiap jiwa , boleh datang . Jiwa yang terbuka dan rendah hati akan mendapatkan tempat dihati Yesus.  Rahmat Allah akan kita terima, jika kita memintanya dengan penuh iman . Apakah kita sudah berbuat demikian? Ataukah hanya duduk diam dan mengeluh , menggerutu , karena rahmat Allah tak kunjung hadir dalam diri kita? Kita kerap kurang sabar , kita ingin serba cepat termasuk dalam hal memohon kepada Tuhan. Cobalah menyerahkan segalanya kepada  kemurahan Tuhan , Jika kita bersikap sabar , murni , bersih , percaya , pasrah , rendah hati dan setia dalam doa , niscaya Tuhan membuka hati-Nya dan mengabulkan doa doa kita..

Butir permenungan.

Kapan terakhir kalinya anda berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan ? Bagaimana caranya anda menyampaikan permohonan tersebut ? Apakah hanya sekedar mengatakan apa yang dikehendaki, lalu menunggu sampai Tuhan mengabulkannya ?  Ataukah anda meminta dengan sangat (bahkan mendesak) agar Tuhan (segera) mengabulkannya ?   Yesus mengajarkan “rahasia” sukses doa kepada para murid –Nya, Apa artinya? Sikap yang harus dimiliki dalam berdoa adalah ketekunan yang tidak tahu malu.  Apa maksudnya ? Yesus mau agar kita berdoa tanpa henti hentinya kepada Bapa-Nya. Tidak cukup kita berdoa sekali dua kali dan selanjutnya membiarkan Tuhan “bekerja” mengabulkan doa kita, melainkan berdoalah terus menerus , siang dan malam dengan penuh kepercayaan . Belajarlah dari kisah seorang janda yang mendesak sang hakim untuk memenangkan perkaranya. Juga kisah santa Monika, ibu santo Agustinus. Tanpa bosan bosannya dia memohon kepada Tuhan agar anak anaknya menjadi seorang pengikut Kristus . Setelah puluhan tahun doanya dikabulkan oleh Tuhan.

Doa.

Tuhan yang maha baik, kami ini orang yang kurang tekun dan sabar. Bila doa kami “belum” Engkau kabulkan, kami cepat kecewa dan putus asa , lalu memutuskan untuk tidak berdoa lagi. Semoga sabda-Mu hari ini mengingatkan kami untuk berdoa terus menerus sampai Engkau mengabulkan-Nya. Amin.

Tuhan, bukalah hati kami,  supaya kami memperhatikan sabda Anak-Mu.

2 thoughts on “Renungan Harian Katolik Kamis 10 Oktober 2019

  1. Setiap saat kita berdoa, Yesus berharap agar kita terus berusaha dan tidak menyerah untuk mengetuk hati Allah. Tuhan sudah mengetahui isi hati kita, namun kita tetap diharapkanuntuk memohon sebagai tanda ketaatan. Memohon namun berserah kepada kehendak Allah adalah wujud doa yang benar. “Bukan kehendak-ku tetapi kehendak-Mulah yang terjadi.” (Luk 22 : 42)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *