Renungan Harian Katolik Kamis 12 September 2019

76 views

Bacaan Liturgi Kamis 12 September 2019

PF Nama SP Maria yang Tersuci

Bacaan Pertama  Kol 3:12-17

Saudara-saudara, kalianlah orang-orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi Allah.  Maka kenakanlah belas kasihan, kemurahan dan kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan hendaklah kalian saling mengampuni

apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain;

sebagaimana Kristus mengampuni kalian, demikian pula kalian hendaknya.  Dan di atas semuanya itu kenakanlah cinta kasih, tali pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.  Semoga damai sejahtera Kristus menguasai hatimu,  karena untuk itulah kalian dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.  Semoga sabda Kristus dengan segala kekayaannya  tinggal di antara kalian. Hendaknya kalian saling mengajar dan menasehati dengan segala hikmat.  Nyanyikanlah mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, untuk mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.  Dan segala sesuatu yang kalian lakukan dengan perkataan atau perbuatan,  lakukanlah itu dalam nama Tuhan Yesus Kristus,

dan dengan pengantaraan-Nya  bersyukurlah kepada Allah, Bapa kita.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 150:1-6

Segala yang bernafas, pujilah Tuhan!

*Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya!   Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!  Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya   pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!

*Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!  Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!

*Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!  Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan!

Bait Pengantar Injil  1Yoh 4:12

Jika kita saling menaruh cinta kasih, Allah tinggal dalam kita; dan cinta kasih Allah dalam kita menjadi sempurna.

Bacaan Injil  Luk 6:27-38

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,  “Dengarkanlah perkataan-Ku ini: Kasihilah musuhmu. Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kalian.  Mintalah berkat bagi mereka yang mengutuk kalian. Berdoalah bagi orang yang mencaci kalian.  Bila orang menampar pipimu yang satu,

berikanlah pipimu yang lain. Bila orang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.  Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu, dan janganlah meminta kembali  dari orang yang mengambil kepunyaanmu.  Dan sebagaimana kalian kehendaki orang perbuat kepada kalian, demikian pula hendaknya kalian berbuat kepada mereka.  Kalau kalian mengasihi orang-orang yang mengasihi kalian, apakah jasamu?

Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.  Lagi pula kalau kalian memberikan pinjaman kepada orang  dengan harapan akan memperoleh sesuatu dari padanya,  apakah jasamu?  Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyaknya.  Tetapi kalian, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan berilah pinjaman tanpa mengharapkan balasan, maka ganjaranmu akan besar dan kalian akan menjadi anak Allah Yang Mahatinggi. Sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan orang-orang jahat.  Hendaklah kalian murah hati

sebagaimana Bapamu murah hati adanya.  Janganlah menghakimi orang, maka kalian pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah menghukum orang,

maka kalian pun tidak akan dihukum. Ampunilah, maka kalian pun akan diampuni.  Berilah, dan kalian akan diberi. Suatu takaran yang baik,

yang dipadatkan, yang digoncang dan tumpah ke luar  akan dicurahkan ke pangkuanmu.  Sebab ukuran yang kalian pakai, akan diukurkan pula kepadamu.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Berkata bahwa percaya kepada Tuhan adalah sangat mudah dan siapapun bisa mengatakannya . Namun sebagai manusia yang sedang berziarah dan hidup berdamplngan satu sama lain didunia ini ,percaya kepada Tuhan akan menjadi ganjil jika aplikasi konkret iman itu hampa. Yesus mengungkapkan perintah dan larangan dalam Injil hari ini , agar roda kehidupan setiap hari dijalankan sesuai dengan apa yang telah diberikan – Nya.  Murah hati seperti Bapa dan bersedia memberi serta mengampuni merupakan perintah Yesus bagi kita. Disamping perintah , ada juga  larangan atau peringatan agar kita hati hati dalam bertindak yakni jangan menghakimi dan jangan menghukum.  Mungkin kita sudah  menjalankan apa yang dikatakan Yesus hari ini. Tetapi kita perlu merenungkannya lagi dengan sungguh , apakah benar tindakan kita , murah hati, mau memberi , tidak menghukum sudah menyerupai Bapa disurga ?  Sebab Allah menerbitkan matahari bagi orang benar dan orang jahat . Setiap makhluk hidup didunia ini menghirup udara yang sama dan tanpa batas. Dengan demikian , kemurahan Allah tidak dapat tertandingi oleh manusia. Kita sendiri tahu seberapa besar keterbukaan hati kita untuk menolong , memberi dan memperhatikan orang lain. Kesabaran kita pun sering ditantang dengan berbagai peristiwa hidup. Perbedaan pandangan , sikap orang lain yang berseberangan dengan kita atau orang lain tidak memenuhi apa yang kita inginkan . Kita sendiri juga tahu seberapa besar kesabaran kita untuk tidak menghukum dan menghakimi. Maka marilah kita memperbaiki diri kita selagi masih ada  kesempatan.

Butir  permenungan.

Apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai, demikian sebuah peribahasa yang merefleksikan perbuatan dalam hidup bersama. Segala perkataan dan perbuatan yang kita lakukan adalah tindakan kita menabur dimana pada waktunya akan kita tuai untuk diri kita. Dalam bahasa lain disebut hukum alam yang akan kita hadapi. Yesus mengajarkan hal ini kepada kita agar dalam hidup setiap hari , kita menaburkan yang baik. Kebaikan yang kita lakukan bukan karena orang lain telah berbuat baik kepada  kita , tetapi bagaimana kita memberi yang baik disaat kita mendapatkan yang buruk.  Berdoa kepada orang yang membenci kita , meminta berkat dari orang yang mengutuk, tetap sabar dalam menghadapi tamparan dan melayani permintaan orang lain. Kita memberikan sesuatu lebih dari kriteria atau tuntutan. Yesus meminta kita melakukan kebaikan ekstrem melebihi ukuran manusia . Yesus telah lebih dulu mengalami dan melakukan yang demikian . Mendoakan musuh, mengampuni kesalahan dan memberi tanpa meminta balasan. Pusat kesanggupan dalam bertindak demikian terletak pada hati. Hati yang penuh kebenaran dan kemurahan itulah yang dikatakan oleh Yesus dalam Injil hari ini.   Mengacu pada banyak pengalaman kelam yang dialami oleh gereja , yaitu benih kemurahan yang telah ditaburkan oleh gereja. Gereja dan umat dibeberapa tempat yang mengalami kekerasan , diskriminasi pihak tertentu dalam urusan membangun rumah ibadah, dan seterusnya. Dengan penuh iman, kita mengakui betapa sabarnya para pengikut Kristus berhadapan dengan situasi sulit . Marilah kita memupuk kemurahan hati seperti yang ditunjukkan oleh Yesus kepada kita.

Doa.

 Ya Yesus , besarkanlah iman kami agar kami sanggup menyerupai Engkau didalam segala dalam peziarahan hidup kami setiap hari.  Amin.

Jika kita saling menaruh cinta kasih, Allah tinggal dalam kita; dan cinta kasih Allah dalam kita menjadi sempurna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *