Renungan Harian Katolik Kamis 16 Januari 2020

572 views

Renungan Harian Katolik Berdasarkan Kalender Liturgi Kamis 16 Januari 2020
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  1Sam 4:1-11
Sekali peristiwa,  orang Israel maju berperang melawan orang Filistin. Orang Israel berkemah dekat Eben Haezer,  sedang orang Filistin berkemah di Afek. Orang Filistin mengatur barisannya  berhadapan dengan orang Israel.  Ketika pertempuran menghebat,  terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin,  yang menewaskan kira-kira empat ribu orang  di medan pertempuran itu.   Ketika tentara itu kembali ke perkemahan,  berkatalah para tua-tua Israel,  “Mengapa Tuhan membuat kita terpukul kalah  oleh orang Filistin pada hari ini?  Marilah kita mengambil tabut perjanjian Tuhan dari Silo,  supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.”  Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo,  Mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian Tuhan semesta alam,  yang bersemayam di atas para kerub.  Kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana  dekat tabut perjanjian Allah itu. Segera sesudah tabut perjanjian Tuhan sampai ke perkemahan,  bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring,  sehingga bumi bergetar.  Mendengar bunyi sorak itu orang Filistin berkata,  “Apakah arti sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?”  Ketika mereka tahu  bahwa tabut Tuhan telah sampai ke perkemahan itu,  ketakutanlah orang Filistin.  Kata mereka: “Allah mereka telah datang ke perkemahan itu.  Celakalah kita, sebab hal seperti itu belum pernah terjadi.  Celakalah kita!   Siapakah yang menolong kita   dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Allah ini jugalah, yang telah menghajar orang Mesir  dengan berbagai tulah di padang gurun.  Akan tetapi, hari orang Filistin, Kuatkanlah hatimu,  dan berlakulah seperti laki-laki,  supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu,  seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!”  Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah.  Mereka melarikan diri, masing-masing ke kemahnya.  Amatlah besar kekalahan itu:  dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan infantri. Lagipula tabut Allah dirampas  dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 44:10-11.14-15.24-25
Bebaskanlah kami, ya Tuhan,demi kasih setia-Mu!
*Ya Allah, Engkau kini membuang kami dan membiarkan kami kena umpat.
Engkau tidak maju bersama dengan bala tentara kami. Engkau membuat kami mundur dipukul lawan, dan dirampok oleh orang-orang yang membenci kami.
*Engkau membuat kami menjadi celaan tetangga, menjadi olok-olok dan cemoohan bagi orang-orang sekitar.  Engkau membuat kami menjadi sindiran  di antara bangsa-bangsa,  suku-suku bangsa merasa geli melihat kami.
*Bangunlah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan?  Bangkitlah! Janganlah membuang kami terus-menerus!  Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu?  Mengapa tak Kauhiraukan penindasan dan impitan
yang menimpa kami?

Bait Pengantar Injil  Mat 4:23
Yesus mewartakan kerajaan Allah  dan menyembuhkan semua orang sakit.

Bacaan Injil  Mrk 1:40-45
Sekali peristiwa, seorang sakit kusta datang kepada Yesus. Sambil berlutut di hadapan Yesus,  ia memohon bantuan-Nya, katanya,  “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”  Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan,  lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah engkau tahir.”  Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu,  dan ia menjadi tahir.  Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras,  kata-Nya, “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun,  tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam  dan persembahkanlah untuk pentahiranmu  persembahan yang diperintahkan oleh Musa,  sebagai bukti bagi mereka.”   Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu  dan menyebarkannya kemana-mana  sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota.  Yesus tinggal di luar kota di tempat-tempat yang sepi;  namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Ada hal menarik sekaligus indah dalam merenungkan Injil hari ini. Seorang penderita kusta datang pada Tuhan Yesus dan memohon “ Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku”  Kata kata orang kusta ini tentu dapat dibaca dengan beragam intonasi dan ekspresi. Saya sendiri yakin bahwa ekspresi yang digunakan orang kusta ini tentu sebuah ekspresi yang penuh harapan dan kerendahan hati. Hal itu semakin terasa karena orang kusta ini memohonkannya sambil berlutut. Dia tahu siapa Tuhan Yesus itu. Dia sadar bahwa dia tidak bisa memaksa. Dia tahu bahwa kesembuhan adalah rahmat dan itu diberikan kepada siapa saja Tuhan menghendaki-Nya. Melihat kerendahan hati dan pengharapan yang besar dalam dirinya, hati Tuhan Yesus pun tergerak oleh belas kasihan , Tuhan Yesus bersabda,”Aku mau jadilah engkau tahir.”

Dari kisah Injil hari ini, tampak bahwa kesembuhan itu begitu cepat terjadi. Hal ini sangat jauh berbeda  dengan pengalaman kita yang sering sakit namun tidak kunjung sembuh, yang menderita namun tak kunjung bahagia. Apa sebenarnya yang menjadi kunci agar kesembuhan terjadi? Kata kata si kusta adalah kuncinya. Dia datang kepada Tuhan Yesus bukan pertama tama memohon supaya kemauannya terjadi tetapi apa yang menjadi kemauan Tuhan Yesus sendiri yang terjadi. Dia tahu dan sadar bahwa kemauannya tidak sama dengan kemauan Tuhan Yesus, dan kehendak Yesus tentu lebih indah dari kehendaknya sendiri.  Kadang kadang dalam doa kepada Tuhan, kita memaksakan kehendak. Kita lupa bahwa Tuhan Yesus telah mengajarkan dalam doa Bapa Kami supaya kehendak Bapa saja yang terjadi dalam hidup kita. Dalam hidup sehari hari saja , kita pasti tidak suka jika orang lain memaksakan kehendaknya kepada kita. Tentu hal itu juga tidak disukai oleh Tuhan. Apalagi , sering kehendak kita tidak selaras dengan kehendak Tuhan. Kehendak kita tidak selalu baik, sebaliknya , kehendak Tuhan sempurna dan efeknya selalu tahan lama. Karena itu ada baiknya kita mengubah rumusan doa kita , lebih dahulu menyatakan pada Tuhan , “ Kalau Tuhan mau kabulkanlah permohonan kami”  Tuhan selalu mau membantu dan mengabulkan doa kita . Namun , semua harus terjadi sesuai dengan kehendak-Nya. Mari kita mohon agar kehendak Tuhan selalu terjadi .

Butir Permenungan

Sejak zaman Perjanjian Lama sampai zaman Yesus , kusta dan penyakit lainnya dipandang sebagai akibat dari kebobrokan moral si penyakit , Maka orang yang menderita penyakit kusta adalah orang berdosa atau orang yang dihukum oleh Allah karena dosanya. Karena ini sesuai dengan hukum yang berlaku maka orang kusta harus disingkirkan supaya tidak menajiskan orang lain . Mereka diwajibkan mengenakan pakaian cabik cabik dengan rambut terurai dan harus berterikan “najis” bila bertemu dengan orang lain. Hari ini dalam Injil dikisahkan bahwa dua orang kusta datang menghampiri dan berlutut dihadapan Yesus . Mereka memohon kesembuhan dari penyakitnya . Keberanian mereka menyebabkan Yesus menaruh belas kasihan kepada mereka sehingga mereka disembuhkan .

Penyakit kusta masih tetap ada sampai saat ini dan kondisi mereka tidak jauh berbeda dengan zaman Yesus . Mereka tetap disingkirkan kendati dengan istilah di lokalisasi . Namun proses penyingkiran orang – orang malang ini tidak hanya pada orang yang berpenyakit kusta saja melainkan juga meluas pada orang yang tersingkir dalam masyarakat karena berbagai hal seperti karena struktur sosial  , ekonomi , politik . dan hukum yang tidak adil . Mereka adalah orang kusta masa kini yang tinggal di perumahan kumuh , yang mengais sampah , yang tinggal dirumah kardus dan sebagainya . Yesus memberi pesan kepada kita hari ini bahwa kesembuhan orang kusta masa kini tergantung pada kita yang mau mengulurkan tangan kepada mereka . Kerajaan Allah itu dekat bila kita tidak mengucilkan mereka . Pelayanan penuh kasih pasti akan memberi kekuatan dan membangkitkan harapan mereka akan kesembuhan.

Doa.

Ya Tuhan, berilah kami kemampuan untuk memohon kepada-Mu seperti penderita kusta  yang memohon dengan penuh pengharapan dan kerendahan hati, agar permohonan kami cepat Engkau penuhi. Amin.

Yesus mewartakan kerajaan Allah  dan menyembuhkan semua orang sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *