Renungan Harian Katolik Kamis 16 Juli 2020

954 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Kamis 16 Juli 2020
PF S.P. Maria di Gunung Karmel
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Yes  26:7-9.12.16-19
Pada suatu waktu  kidung berikut akan dinyanyikan di tanah Yehuda, “Ya Tuhan, Engkau merintis jalan lurus bagi orang benar.  Kami juga menanti-nantikan  saat Engkau menjalankan penghakiman. Kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.  Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, dan dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi.  Sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi,  maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.  Ya Tuhan, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami,  sebab segala sesuatu yang kami kerjakan,  Engkaulah yang melakukannya bagi kami.  Ya Tuhan, dalam kesesakan mereka mencari Engkau.  Ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa.  Seperti wanita yang mengandung  dan sudah dekat waktunya untuk melahirkan,  menggeliat sakit dan mengerang karena sakit beranak,  demikianlah tadinya keadaan kami di hadapan-Mu, ya Tuhan.
Kami mengandung, kami menggeliat sakit,  tetapi seakan-akan hanya melahirkan angin. Kami tidak dapat mengadakan keselamatan di bumi,
dan tiada lahir penduduk dunia. Ya, Tuhan, orang-orang-Mu yang mati akan hidup kembali, mayat-mayat mereka akan bangkit lagi.  Hai kalian yang sudah dikubur dalam tanah,  bangkitlah dan bersorak-sorailah!
Sebab embun Tuhan ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm  102:13-14ab.15.l6-18.19-21
Tuhan memandang ke bumi dari surga.
*Engkau, ya Tuhan, bersemayam untuk selama-lamanya,  dan nama-Mu lestari turun-temurun.  Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya.  Sebab hamba-hamba-Mu sayang kepada batu-batunya,  dan merasa kasihan akan debunya.
*Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan,  dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu,  bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu,  bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa,  dan tidak memandang hina doa mereka.
*Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan,  sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus. Tuhan memandang dari surga ke bumi, untuk mendengar keluhan orang tahanan,  dan membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.

Bait Pengantar Injil  Mat 11:28
Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih dan berbeban berat.   Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.

Bacaan Injil  Mat  11:28-30
Sekali peristiwa bersabdalah Yesus,  “Datanglah kepada-Ku,  kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat.  Aku akan memberi kelegaan kepadamu.  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Hari ini Yesus memberi kata kata penghiburan kepada kita,” Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu “ Tuhan tahu bahwa hidup didunia ini tidaklah mudah. Ada begitu banyak beban yang mesti kita tanggung seperti perang, bencana alam, sakit penyakit, problem rumah tangga, pekerjaan dan sebagainya. Aneka beban tersebut tentu sangat melelahkan , menguras energi, pikiran dan hati. Tidak jarang , karena tidak kuat dalam  menanggungnya, kita jatuh tersungkur. Kita ingin lepas dari beban beban itu. Namun , semakin kita mencoba untuk melepaskan diri, muncul beban hidup yang baru. Hidup kita seperti tidak bisa lepas dari beban dan tekanan, itu sebabnya Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya sekaligus memberi penghiburan dan kepastian bahwa kita tidak sendirian.  Yesus berkata, “Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”   Kata kata Yesus ini membuat kita bertanya, bagaimana mungkin beban hidup yang rasanya tidak semanis madu itu bisa menjadi enak dan ringan ?  Beban hidup jika dipikul  sendirian , memang akan sangat berat. Namun jika dipikul bersama , beban itu pasti menjadi lebih ringan, apalagi jika Yesus sendiri ikut membantu kita. Beban itu juga akan semakin ringan dan terasa nikmat jika dipikul dengan gembira sambil mengingat bahwa setelah perjalanan yang melelahkan itu ada sebuah akhir yang penuh kebahagiaan, seperti pelangi sehabis hujan.  Tips lain juga Yesus sampaikan dengan berkata, “ Pikullah kuk yang Ku pasang dan belajarlah padaKu.” Ya, kita perlu belajar dari Yesus , Tuhan  dan guru kita, yang setia memikul beban hidup yang lebih berat dari beban hidup apapun, yakni dosa seluruh umat manusia. Kita perlu meneladan Yesus yang memikul salib tanpa kenal menyerah, penuh dengan kesabaran, kerendahan hati dan tanpa putus asa. Cinta kasih terhadap manusia dan kesadaran bahwa setelah salib ada sukacita Paskah dihari  ketigalah yang telah membakar semangat Yesus. Untuk itu, kita mesti bangkit dan berjalan lagi dengan kuk dipundak. Mari kita pikul dengan penuh semangat, sebab Tuhan ikut berjalan bersama kita sampai akhir perjalanan hidup yang berat dan penuh tantangan ini. Yesus yang lemah lembut dan rendah hati selalu bersama kita untuk menghibur, menyemangati dan meneguhkan kita.

Butir permenungan.

Salib yang dipikul dengan iman dan diperbaharui akan bernilai kegembiraan bukan penderitaan. Sebaliknya salib yang dilihat semata mata sebacai hukuman akan membuat orang menjauh dari Tuhan. Disini cara pandang kita sebagai orang beriman menjadi sangat penting Untuk itu Yesus menghendaki agar para murid selalu datang kepada-Nya  yang berarti dengan iman yang teguh bersama Yesus , jalan salib itu akan menuntun kita menjadi Bapa.  Kesulitan akan selalu kita hadapi namun nilainya akan berbeda bergantung pada kondisi batin seseorang. Kesulitan, tantangan dan penderitaan, dapat menjadi berkat kalau ditanggapi secara positip. Sebaliknya menjadi bencana kalau orang terjebak dalam rasa kasihan pada diri sendiri secara berlebihan . Kita perlu membaharui pemahaman kita tentang salib kehidupan yakni bahwa Allah tidak bercanda  dan tertawa melihat air mata.penderitaan dalam menanggung salib kehidupan kita., tetapi menghendaki kita tetap dekat dengan Dia melalui Yesus  untuk melewati ujian yang kita alami. Tantangan tantangan, dan kesulitan bisa berasal dari orang terdekat yang menyakitkan hati kita atau karena situasi dan kondisi pekerjaan , karir dan lain lain yang mengecewakan. Kita hendaknya tetap mengasihi Allah  dan tetap pecaya kepada-Nya sebab Dialah sumber kekuatan dan hidup kita . Kiranya Tuhan memberkati kita.

Doa.

Ya Tuhan Yesus yang maha baik, mampukanlah kami umat-Mu untuk selalu kuat memikul salib kehidupan kami. Jangan biarkan kami sendirian berjuang didunia ini . Amin.

Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih dan berbeban berat.
Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.

One thought on “Renungan Harian Katolik Kamis 16 Juli 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *