Renungan Harian Katolik Kamis 17 Oktober 2019

136 views

Bacaan Liturgi Kamis 17 Oktober 2019

PW S. Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir

Bacaan Pertama  Rom 3:21-30

Saudara-saudara,  tanpa hukum Taurat, kebenaran Allah kini telah dinyatakan,  seperti yang sudah disaksikan dalam Kitab Taurat  dan Kitab-kitab para nabi, yaitu:  kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus

bagi semua orang yang percaya.   Sebab tidak ada lagi pembedaan.

Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia Allah,  semua telah dibenarkan dengan cuma-cuma   karena penebusan dalam Kristus Yesus.  Kristus Yesus telah ditetapkan oleh Allah  menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya.  Hal ini Ia perbuat untuk menunjukkan keadilan-Nya,   karena Ia telah membiarkan dosa-dosa terjadi dahulu   pada masa kesabaran-Nya.  Maksud-Nya ialah  untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa kini,  supaya nyata, bahwa Ia benar   dan bahwa Ia juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.   Jika demikian, apakah masih ada alasan untuk bermegah?   Tidak ada!   Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan?   Tidak, melainkan berdasarkan iman   Sebab kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman,  dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.  Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja?   Bukankah Ia juga Allah bangsa-bangsa lain?    Ya, benar. Ia juga Allah  bangsa-bangsa lain!  Artinya, hanya ada satu A llah  yang membenarkan orang-orang bersunat karena iman, dan orang-orang tak bersunat juga karena iman.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur   Mzm 130:1-2.3-4b.4c-6

Ya Tuhan, pada-Mulah ada penebusan yang berlimpah-limpah.

*Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan!  Tuhan, dengarkanlah suaraku!   Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian   kepada suara permohoanku.

*Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?   Tetapi pada-Mu ada pengampunan,   supaya Engkau ditakuti orang.

*Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti,  dan aku mengharapkan firman-Nya.   Jiwaku mengharapkan Tuhan  lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.

Bait Pengantar Injil  Yoh 14:6

Akulah jalan, kebenaran dan hidup;  hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.

Bacaan Injil  Luk 11:47-54

Sekali peristiwa,  tatkala duduk makan di rumah seorang Farisi, Yesus berkata,  “Celakalah kalian, sebab kalian membangun makam bagi para nabi,  padahal nenek moyangmulah yang telah membunuh mereka. Dengan demikian kalian mengakui,  bahwa kalian membenarkan perbuatan nenek moyangmu,  sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kalian membangun makamnya  .Sebab itu hikmat Allah berkata,  ‘Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul.  Tetapi separuh dari antara para nabi dan para rasul itu  akan mereka bunuh dan mereka aniaya.  Maka dari angkatan ini akan dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,  mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia   yang telah dibunuh di antara mezbah dan rumah Allah.’   Bahkan Aku berkata kepadamu,   ‘Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.’  Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat,  sebab kalian telah mengambil kunci pengetahuan.  Kalian sendiri tidak masuk ke dalamnya,  tetapi orang yang berusaha masuk kalian halang-halangi.”  Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu,  para ahli Taurat dan orang Farisi terus-menerus mengintai,  dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.  Dengan itu mereka berusaha memancing-Nya,  supaya mereka dapat menangkap-Nya   berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Banyak orang yang dipanggil untuk menjadi pemimpin , Seorang pemimpin dituntut untuk memberi contoh  dan teladan yang baik  bagi masyarakat. Mereka mengarahkan dan membimbing masyarakat  dengan ajaran  dan praktik hidup sehari hari. Orang akan lebih mudah meniru  hal hal baik yang telah dihayati dan diamalkan oleh pemimpin daripada nasehat nasehat mereka.Orang orang Farisi dikecam oleh Yesus karena mereka hanya pandai mengajar untuk hidup benar dihadapan Allah dan mengasihi sesama tetapi dengan banyak alasan mereka menolak mempraktekkan apa yang telah mereka ajarkan.   Yesus menyetakan bahwa kita dapat berjumpa dengan diri – Nya ketika kita membaca dan merenungkan Sabda Allah dalam Kitab Suci. Kehadiran Allah yang penuh kasih itu dinyatakan secara sempurna dalam diri Kristus. Pengalaman akan Sang Kasih sejati dalam hidup hendaknya wajib dibagikan kepada sesama disekitar kita. Sabda Tuhan yang kita renungkan menjadi kuat  mengakar dalam hati kita  karena didukung juga oleh sharing  iman dari orang lain. Pengalaman iman  dan kasih yang dibagikan membuat kita menjadi peka terhadap kebutuhan sesama . Kerelaan membagikan pengalaman kasih kepada sesama menolong kita  untuk bersukacita didalam Dia dan bersama Dia. Beban hidup menjadi ringan  dan banyak masalah hidup dapat diselesaikan secara tuntas. Maka kita boleh bertanya pada diri kita masing masing apakah saya dengan bebas dan sukacita membagikan karunia Allah yang kualami kepada sesama? Apakah saya selalu siap sedia menjadi pewarta kasih  Tuhan  kapan dan dimanapun saya hidup dan berkarya?   St. Teresia dari Avila , seperti juga St. Yohanes dari Salib di Spanyol dan banyak lainnya, adalah orang orang yang sungguh hidup berdasarkan iman, Juga sesuai dengan kejujuran dan kesungguhan yang diminta Yesus dalam Injil hari ini, Bagi mereka ini hukum, peraturan , ketentuan, perintah bukanlah tujuan, melainkan sarana yang baik untuk mencapai tujuan. Kalau mereka melakukan lebih daripada yang ditentukan , bahkan dalam hal berat dan sukar , itu bukanlah untuk menunjukkan prestasi, untuk dikagumi atau dipuji. Mereka berbuat demikian karena mereka mengetahui dan menyadari tujuannya yang sebenarnya, agar makin mampu mencapainya.

Butir butir permenungan

Yesus Kristus menjadi tanda dan sekaligus pelaku warta kerahiman Allah. Dengan kerahiman yang besar , Allah tidak menyingkirkan manusia yang berdosa. Sebaliknya Ia memberi kesempatan  untuk berubah dan bertobat. Mereka yang berubah dan bertobat ini kemudian menjadi anak anak Allah dan mendapatkan hak keselamatan kekal , yaitu bersatu dengan Allah sendiri dalam kemuliaan. Kita semua diminta supaya berusaha dengan sungguh untuk terus menerus bertobat dan menjaga relasi kasih dengan Allah.  Pada saat tertentu mungkin kita pun mengalami situasi dilematis. Kalau kita melakukan suatu tindakan mungkin kita melanggar hukum , namun kalau tidak melakukan ,  ancaman kemanusiaan bisa terjadi. Mengingat apa yang dilakukan Yesus maka rasanya keselamatan manusia harus kita dahulukan, walau mungkin tindakan itu melanggar hukum.

Doa

Ya Bapa, bebaskanlah kami dari tangan para pemimpin yang munafik , tidak jujur , korupsi , main kuasa dan gila hormat . Sadarkanlah mereka agar segera  bertobat . Utuslah kepada kami para pemimpin yang datang dan hadir  ditengah kami bukan untuk dilayani melainkan  untuk melayani. Semoga kami selalu dapat mengatasi situasi yang dilematis  dengan bantuan Roh Kudus-Mu yang selalu menyertai kami.  Amin.

Akulah jalan, kebenaran dan hidup;  hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.

One thought on “Renungan Harian Katolik Kamis 17 Oktober 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *