Renungan Harian Katolik Kamis 19 Desember 2019

374 views

Renungan Katolik Kamis 19 Desember 2019

Bacaan Liturgi Kamis 19 Desember 2019

Bacaan Pertama  Hak 13:2-7.24-25a

Pada waktu itu hiduplah seorang dari kota Zora, dari keturunan Dan, namanya Manoah. Isterinya mandul, tidak beranak. Sekali peristiwa  malaikat Tuhan menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya,  “Memang engkau mandul, tidak beranak!  Tetapi engkau akan mengandung  dan melahirkan seorang anak laki-laki.  Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan  dan jangan makan sesuatu yang haram.  Sebab engkau akan mengandung  dan melahirkan seorang anak laki-laki. Kepalanya takkan kena pisau cukur,  sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi nazir Allah, dan lewat dia akan mulailah  penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.”  Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata,  “Telah datang kepadaku seorang abdi Allah,  yang rupanya seperti rupa malaikat Allah, amat menakutkan.   Tidak kutanyakan dari mana datangnya,  dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku. Tetapi ia berkata kepadaku:  Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki;  oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan  dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya,  anak itu akan menjadi seorang nazir Allah.”  Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, dan diberinya nama Simson. Anak itu menjadi besar dan Tuhan memberkati dia. Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 71:3-4a.5-6ab.16-17

Mulutku penuh dengan puji-pujian  untuk mengidungkan kemuliaan-Mu.

*Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh,  kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku.

Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.

*Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,  Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan,  Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.

*Aku datang dengan keperkasaan Tuhan Allah,  hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja!   Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

Bacaan Injil  Luk 1:5-25

Di zaman Herodes, raja Yudea,  hiduplah seorang imam yang bernama Zakharia, dari kalangan imam Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya hidup benar di hadapan Allah,  dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.  Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul, dan keduanya telah lanjut usia. Sekali peristiwa, waktu tiba giliran kelompoknya,  Zakharia melakukan tugas sebagai imam di hadapan Allah.  Sebab ketika diundi,  sebagaimana lazimnya untuk menentukan imam yang bertugas,  dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait allah  dan membakar ukupan di situ.  Pada saat pembakaran ukupan itu  seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang.  Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan  berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat kejadian itu Zakharia terkejut dan menjadi takut.  Tetapi malaikat itu berkata kepadanya,  “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan;  Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu, dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.  Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya.  Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan, dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras;  ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,  dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati para bapa berbalik kepada anak-anaknya,  dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar.  Dengan demikian  ia menyiapkan suatu umat yang layak Tuhan.”  Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu,  “Bagaimanakah aku tahu bahwa hal ini akan terjadi?  Sebab aku sudah tua, dan isteriku pun sudah lanjut umurnya.”  Jawab malaikat itu kepadanya,   “Akulah Gabriel yang melayani Allah.  Aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau  dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.  Sesungguhnya, engkau akan menjadi bisu  dan tidak dapat berkata-kata  sampai kepada hari semuanya ini terjadi,  karena engkau tidak percaya akan perkataanku  yang pada waktunya akan terbukti kebenarannya.”   Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia.

Mereka begitu heran bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.  Ketika ia keluar dan tidak dapat berkata-kata kepada mereka, mengertilah mereka bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci.   Lalu Zakharia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.  Ketika selesai masa tugasnya, ia pulang ke rumah. Tak lama kemudian mengandunglah Elisabet, isterinya,  dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri.  Katanya, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku!   Sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Lahirnya seorang tokoh besar dalam sejarah senantiasa telah dipersiapkan Tuhan, Tokoh tokoh besar tersebut tidak selalu lahir dari keluarga yang terkenal atau kelompok cerdik pandai. Banyak tokoh besar yang berasal dari keluarga sederhana, orang tuanya biasa biasa saja dan bahkan dari desa atau gunung. Tetapi satu hal cukup umum , keluarga dari tokoh besar itu umumnya keluarga yang mendidik anak anaknya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Tetapi satu hal cukup umum, keluarga dari tokoh besar itu umumnya keluarga yang mendidik anak anaknya dengan baik dan penuh tanggung jawab.  Pada kedua bacaan hari ini, kita mendengarkan pewartaan mengenai berita kelahiran Simson dan Yohanes Pembaptis. Kedua tokoh itu sama sama besar menurut zamannya dan konteksnya. Namun ada kemiripan , kedua tokoh itu lahir dari ibu yang aslinya mandul dan sejak dalam kandungan kedua anak itu tidak pernah kena minuman anggur atau minuman keras. Artinya , sejak kecil telah dipersiapkan Tuhan untuk bermatiraga dan hidup dalam kemurnian hati. Hanya dengan begitu, tokoh tokoh , khususnya Yohanes Pembaptis “ menyiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan ”.

Butir permenungan

Kita masing masing selalu mempunyai tanggung jawab atas anak anak  atau anak asuh atau anak didik dalam keluarga, komunitas atau lingkup pekerjaan kita. Marilah kita meyakini ini bahwa kita masing masing diminta Tuhan untuk mempersiapkan anak anak  atau orang orang yang dipercayakan Tuhan itu menjadi tokoh tokoh sejarah yang memberi sumbangan yang baik bagi sesama. Tentu , pengertian tokoh sejarah disini tidak harus dalam arti orang yang punya jabatan tinggi atau selebreti, tetapi dapat dalam arti orang yang dimanapun berada selalu menjadi berkat bagi sesama disekitarnya, juga bila dalam tingkatan yang sangat sederhana dan kecil kecil saja.

Doa.

Ya, Tuhan berilah kami rasa tanggung jawab yang tinggi atas apa yang Tuhan karuniakan kepada kami. Amin.

Mulutku penuh dengan puji-pujian  untuk mengidungkan kemuliaan-Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *