Renungan Harian Katolik Kamis 20 Februari 2020

1,058 views

Renungan Harian Katolik Berdasarkan Kalender Liturgi Kamis 20 Februari 2020
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Yak 2:1-9

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman kalian amalkan dengan memandang muka. Sebab, jika ada orang yang memakai cincin emas dan pakaian indah masuk ke dalam kumpulanmu, dan masuk pula ke situ seorang miskin yang berpakaian buruk, dan kalian menghormati orang yang berpakaian indah itu serta berkata kepadanya,  “Silakan Tuan duduk di tempat yang baik ini!”  sedangkan kepada yang miskin kalian berkata, “Berdirilah di sana!”  atau “Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!” bukankah kalian telah membuat pembedaan dalam hatimu  dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat? Dengarkanlah, saudara-saudara terkasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang  yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada siapa saja yang mengasihi Dia?  Tetapi kalian telah menghina orang-orang miskin.  Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kalian dan yang menyeret kalian ke pengadilan? Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang membuat kalian menjadi milik Allah?   Camkanlah, jika kalian menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri,” kalian berbuat baik. Tetapi jika kalian memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 34:2-3.4-5.6-7

Orang  tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkannya.
*Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu;  puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku.  Karena Tuhan jiwaku bermegah;  biarlah orang-orang yang rendah hati  mendengarnya dan bersukacita.
*Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku,  marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya.  Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku,  dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
*Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,  maka mukamu akan berseri-seri,
dan tidak akan malu tersipu-sipu.  Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan;  Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Bait Pengantar Injil  Yoh 6:64b.69b

Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.  Pada-Mulah sabda kehidupan kekal.

Bacaan Injil Hari Ini Mrk 8:27-33

Pada suatu hari Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke kampung-kampung  di sekitar Kaisarea Filipi.  Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya,  “Kata orang, siapakah Aku ini?”  Para murid menjawab,
“Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis,  ada juga yang mengatakan: Elia,  ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.”  Yesus bertanya lagi kepada mereka,  “Tetapi menurut kamu, siapakah Aku ini?”  Maka Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias!”  Dan Yesus melarang mereka dengan keras,  supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia. Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka,  bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan. Ia akan ditolak oleh para tua-tua,  imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat,  lalu dibunuh, dan bangkit sesudah tiga hari.  Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang.Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegur-Nya.  Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus,  kata-Nya, “Enyahlah Iblis! Sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah,  melainkan apa yang dipikirkan manusia.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Hari Ini.

Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.  Mengapa Yesus harus disalibkan?  Itu salah  satu pertanyaan yang coba dijawab oleh Paulus, Tidak ada jawaban yang pasti, tapi bagi Paulus, peristiwa penyaliban Yesus adalah hikmat Allah yang tidak mudah dimengerti manusia. (1Kor 1:23-24). Peristiwa salib sebagai jalan penyelamatan memang tidak mudah difahami jika tidak ada iman. Bagi kita salib menjadi tanda kasih Allah yang total.  Berani sengsara dan menderita demi keselamatan  orang lain, rupanya menjadi suatu keutamaan yang diajarkan-Nya kepada kita, Dengan salib-Nya, Yesus menjadi teladan kesabaran, kerendahan hati, keberanian, ketulusan dan kasih yang total. Tidak heran jika Paulus begitu terkesan dengan misteri Salb, bahkan dia berani  bersaksi : Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. (Gal 6:14). Kemegahan Paulus dibangun atas kesadaran bahwa Yesus Kristus  telah mati bagi umat manusia demi keselamatan umat manusia. Paulus mewujudkannya  kemegahan itu dengan mengikuti jalan-Nya. Kebaikan Allah dalam Kristus dibalasnya dengan kebaikan kepada sesama, menjadi pewarta yang tangguh, bahkan rela kehilangan nyawanya  Demi Kristus dan Injil-Nya baginya  : Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. ( Flp 1:21)

Tidak mudah bagi kita untuk meneladani Santo Paulus,  Kita dapat meneladan usahanya untuk membalas kasih Allah . Jika Kristus dan banyak orang telah rela berkorban untuk kita, mengapa kita masih ragu ragu untuk berkorban  bagi Allah  dan sesama?

Butir-butir Permenungan

Kita mungkin mempunyai pengalaman akan suatu tempat yang tidak terlupakan. Tempat itu tidak terlupakan karena disana kita memperoleh pengalaman berharga atau juga sebuah perjumpaan yang mengesankan. Hari ini dalam bacaan Injil kita mendengar nama kota Kaisarea Filipi , Tentu saja kota ini tidak akan terlupakan oleh Petrus. Di Kaisarea Filipi, Petrus dan para murid yang lain diajar  sekali lagi bagaimana seharusnya mengenal Yesus. Pada tahap pertama, ia bertanya tentang siapakah Diri-Nya menurut banyak orang. Di tahap ini , para murid dapat dengan cepat menyebutkan identitas Yesus menurut orang lain. Ada yang menyebut Yohanes Pembaptis, Elia atau salah seorang dari para nabi. Pada tahap selanjutnya , Yesus bertanya pada murid-Nya, “ Tetapi menurut kamu, siapakah Aku ini?”  Pada tahap ini hanya Petrus yang menjawab, Bagi Petrus Yesus adalah Mesias. Apakah sudah cukup pengenalan Petrus akan Yesus ? Belum tentu, Petrus perlu diajar lebih jauh lagi untuk mengenal Yesus. Hal ini tampak dari pujian yang diberikan Yesus sekaligus teguran keras karena Petrus hanya memikirkan keinginannya sendiri dan bukan kehendak Allah. Petrus sendiri tampaknya terus belajar seumur hidupnya untuk mengenal Yesus , kota Kaisarea Filipi akan selalu mengingatkan Petrus bagaimana ia perlu terus belajar untuk mengenal Guru-Nya. Nama kota Kaisarea Filipi  juga akan selalu mengingatkan siapapun yang membaca Injil hari ini, pengenalan akan Yesus tidak akan pernah selesai.

Doa.

Tuhan Yesus, semoga karena tuntunan Roh Kudus – Mu, kami mampu semakin mengenal dan mengimani Engkau, sebagai Penyelamat kami, Amin

Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Pada-Mulah sabda kehidupan kekal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *