Renungan Harian Katolik Kamis 26 Maret  2020

1,023 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Kamis 26 Maret  2020
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I  Kel 32:7-14
Di gunung Sinai Allah berfirman kepada Musa,  “Pergilah, turunlah,  sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak perilakunya. Begitu cepat mereka menyimpang  dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka.  Mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan kurban, sambil berkata:  Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.”  Lagi firman Tuhan kepada Musa,  “Telah Kulihat bangsa ini,  dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk!  Oleh sebab itu biarkanlah murka-Ku bangkit terhadap mereka, dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.”  Lalu Musa mencoba melunakkan hati Tuhan, Allahnya,  dengan berkata, “Mengapakah, Tuhan, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu  yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir  dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?  Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud  menimpakan malapetaka kepada mereka   dan membunuh mereka di gunung  dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah akan malapetaka   yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.  Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu,  sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah  demi diri-Mu sendiri  dengan berfirman kepada mereka:  Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu,  supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.”  Dan menyesallah Tuhan atas malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 106:19-20.21-22.23
Ingatlah akan daku, ya Tuhan,  demi kemurahan-Mu terhadap umatku.
*Mereka membuat anak lembu di Horeb,  dan sujud menyembah kepada patung tuangan;  mereka menukar Yang Mulia  dengan patung sapi jantan yang makan rumput.
*Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir;  yang melakukan perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, dan perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.
*Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka,  kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi di hadapan-Nya,  untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

Bait Pengantar Injil  Yoh 3:16
Begitu besar kasih Allah kepada dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya,  beroleh hidup yang kekal.

Bacaan Injil  Yoh 5:31-47
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang Yahudi, “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar.  Ada yang lain yang bersaksi tentang Aku  dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes,  dan ia telah bersaksi tentang kebenaran.  Tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia,  namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.  Yohanes adalah pelita yang menyala dan bercahaya,  dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.  Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting  daripada kesaksian Yohanes,  yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku,  supaya Aku melaksanakannya.  Pekerjaan itu jualah yang sekarang Kukerjakan, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku,  bahwa Bapa yang mengutus Aku.  Dialah yang bersaksi tentang Aku!  Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya,  rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,  dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu,  sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci,  sebab kamu menyangka  bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal.  Tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,  namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.  Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu  bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku,  dan kamu tidak menerima Aku. Jikalau orang lain datang atas namanya sendiri,  kamu akan menerima dia.  Bagaimanakah kamu dapat percaya,   karena kamu menerima hormat seorang dari yang lain  tetapi tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?  Jangan kamu menyangka  bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa,  yaitu Musa yang kepadanya kamu menaruh pengharapan. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku,  sebab Musa telah menulis tentang Aku.  Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulis oleh Musa,  bagaimanakah kamu akan percaya  akan apa yang Aku katakan?”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Sepulang dari pelayanan dimalam hari, saya dihentikan oleh sekelompok remaja usia sekolah yang berbau minuman keras. Beberapa dari mereka memegangi kemudi sepeda motor besar yang saya gunakan sambil meminta uang dengan nada mengancam. Terlintas dibenak saya bahwa saya bakal terlibat dalam pertarungan yang memalukan dengan gerombolan perampok ini bila saya tidak memberikan uang kepada mereka, dan saya memang memutuskan tidak akan memberikan uang. Saya akan mengatasi dengan cara yang simpatik. Dengan tenang saya melepaskan helm dan menunjukkan sikap sebagai sahabat bagi mereka. Tanpa saya duga , salah seorang dari mereka mengenali saya lalu berseru “ Hei, hei stop stop, Ini saya punya pastor ”  Anak anak muda inipun menepi dan membuka jalan bagi saya. Ketika saya menyempatkan diri duduk bersama anak anak muda itu ditepi jalan, saya segera mengenali si pemuda Katolik itu. Anak dari keluarga baik.  Didikan orang tua terhadap anak didalam sebuah keluarga tentunya menitipkan banyak pesan. Salah satu pesan yang dititipkan adalah memberikan kesaksian tentang siapa dirinya dengan mewujudkan apa yang ia pelajari dari teladan hidup kedua orang tuanya. Si anak muda ini dengan nada memelas memohon agar saya  tidak menceritakan insiden dijalan itu kepada orang tuanya . Alasan yang ia berikan adalah: “ Saya tidak mau Bapa dan Mama terpukul dan malu karena kelakuan saya” Bagi saya , si remaja ini telah bersaksi  bahwa Bapa dan Mama telah bekerja didalam dirinya melalui pendidikan yang baik. Dengan demikian , sebenarnya  ia dapat bersaksi pula bahwa dirinya adalah anak yang baik , karena Bapa dan Mama telah mengerjakan segala sesuatu  yang baik dalam dirinya.  Buah permenungan seperti ini kiranya dapat mengantar kita untuk memahami perkataan Yesus ketika Ia memberikan kesaksian tentang diri-Nya. Yesus memberikan kesaksian tentang diri-Nya , tanpa tergantung penuh pada kesaksian yang diberikan oleh manusia. Memang kesaksian Yohanes Pembaptis tetaplah perlu, dan Yesus memandang Yohanes Pembaptis sebagai pelita yang menyala dan bercahaya . Bagi Yesus ada kesaksian lain yang melampaui kesaksian manusia , yaitu kesaksian dari Bapa-Nya sendiri. Bapalah yang memberi kesaksian  bahwa Yesus adalah Mesias , Putra-Nya , melalui pekerjaan yang Ia kerjakan dalam Anak.

Butir permenungan.

Dizaman sekarang ini , ketika kita dapat mengatakan dengan sadar bahwa Yesus Kristus yang mengerjakan segala sesuatu dalam diri kita, saat itulah kita bersaksi bahwa Dialah yang mengutus kita? Apakah kita perlu gembar gembor menunjukkan diri sebagai utusan Tuhan?  Sabda Tuhan melalui Nabi Yesaya menyebutkan taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, melayani dan mengasihi Tuhan , berpegang pada perjanjian-Nya, memelihara kekudusan dan lain lain. Semua itu telah dilakukan oleh Yesus  dan dikisahkan oleh para penulis suci dalam Kitab Suci. Giliran kita lah untuk menggalinya disetiap pagi membaca, merenungkan dan menerapkan salah satu pesan dan teladan-Nya  disepanjang hari yang sedang kita lalui. Banyak pesan berupa kata kata dan tindakan tokoh tokoh suci , terutama Yesus . Ketika kita melaksanakannya , saat itulah Tuhan sendiri bersaksi tentang diri kita sebagai utusan-Nya dengan mengerjakan segala sesuatu yang menjadi kehendak-Nya didalam diri kita.

Doa.

Allah Bapa yang Mahakuasa, bantulah kami selalu dengan rahmat-Mu. Semoga kami benar benar merindukan Putra-Mu dan menerima kekuatan untuk menempuh jalan kehidupan , baik sekarang maupun dimasa mendatang.  Amin.

Begitu besar kasih Allah kepada dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya,  beroleh hidup yang kekal.

2 thoughts on “Renungan Harian Katolik Kamis 26 Maret  2020

  1. Dengan segala kerendahan dan ketulusan hati kami hamba di hadapanMU yg lemah ya Tuhan tinggalah kuat Kuasa Roh KudusMu tinggal di dlm hati dan pikiran kami ……

  2. Selamat menjalani tobat, puasa, pantang, amal kasih dan doa di hari ke-30 Prapaskah, amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *