Renungan Harian Katolik Kamis 26 November 2020

1,891 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Kamis 26 November 2020
Warna Liturgi: Hijau

Renungan Harian Katolik Bacaan I  Why 18:1-2.21-23;19:1-3.9a
Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat lain turun dari surga.  Ia mempunyai kekuasaan besar, dan bumi menjadi terang karena kemuliaannya. Ia berseru dengan suara nyaring, katanya, “Sudah roboh, sudah robohlah Babel, kota besar itu!  Kota itu telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat, dan tempat bersembunyi semua roh najis dan segala burung yang najis dan yang dibenci.”  Dan tampaklah seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan,  lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya, “Demikianlah kota Babel itu  akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan takkan diketemukan lagi.  Suara para pemain kecapi, para penyanyi, para peniup seruling dan sangkakala,  takkan terdengar lagi di dalammu. Tak seorang pun ahli kesenian akan diketemukan lagi padamu. Pun suara kilangan takkan terdengar lagi di dalammu. Cahaya lampu takkan bersinar lagi  dan suara pengantin pria dan mempelai wanita  takkan kedengaran lagi di dalammu. Sebab para pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi  dan oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan.”  Kemudian aku mendengar seolah-olah ada suara yang nyaring, seperti suara himpunan besar orang banyak di surga, katanya, “Alleluya. Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan ada pada Allah kita,  sebab besar dan adillah segala penghakiman-Nya. Sebab Dialah yang telah menghakimi pelacur besar itu,  yang merusak bumi dengan percabulannya.  Dialah yang telah membalas darah hamba-hamba-Nya  kepada pelacur itu.”  Dan untuk kedua kalinya mereka berkata, “Alleluya!  Ya, asap kota Babel naik selama-lamanya.” Lalu malaikat itu berkata kepadaku, “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka  yang diundang ke perjamuan nikah Anak Domba!”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 100:2.3.4.5
Berbahagialah mereka  yang diundang ke perjamuan nikah Anak Domba.
*Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!  Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
*Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita, kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
*Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
*Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya,  dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bait Pengantar Injil   Luk 21:28
Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

Bacaan Injil  Luk 21:20-28
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,  “Apabila kalian melihat Yerusalem dikepung oleh tentara, ketahuilah bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea  harus melarikan diri ke pegunungan, orang-orang yang ada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan  jangan masuk lagi ke dalam kota. Sebab itulah masa pembalasan dan genaplah semua yang tertulis. Celakalah para ibu yang sedang hamil  atau yang sedang menyusui bayi pada masa itu! Sebab kesesakan yang dahsyat akan menimpa seluruh negeri, dan murka akan menimpa bangsa ini.  Mereka akan tewas oleh mata pedang  dan diangkut sebagai tawanan ke segala bangsa. Yerusalem akan diinjak-injak  oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.”  Dan akan tampaklah tanda-tanda pada matahari, bulan dan bintang-bintang.  Bangsa-bangsa di bumi akan ketakutan dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.  Orang akan mati ketakutan karena cemas  berhubung dengan segala sesuatu yang menimpa bumi ini,  karena kuasa-kuasa langit bergoncangan.  Pada waktu itu  orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi,  bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Orang yang hatinya tulus, bersih, dan terutama sangat percaya kepada Tuhan  pasti sangat disayangi Allah dan sesamanya. Meskipun begitu, orang tersebut tetap akan memiliki sesama yang tidak menyukainya. Bukankah kita mengalami dalam pelayanan kita. Kita sudah hidup berbagi dengan tulus , uang pribadi kita relakan untuk membiayai acara kebersamaan komunitas kita , masih ada juga yang tega menuduh kita kalau kita korupsi, kita cari muka, kita punya maksud tersembunyi dan sebagainya. Namun selalu saja ada orang yang mendukung dan membela kita. Begitulah kira kira pengalaman Daniel dalam bacaan pertama hari ini, Bacaannya memang panjang, tetapi asyik  juga kan?  Yang menarik , Daniel orang yang tulus, bersih dan saleh sekali dalam doa kepada Tuhan, dituduh melakukan perlawanan kepada raja Darius. Tetapi dikisahkan bahwa raja Darius sendiri  sangat suka  dan bersahabat dengan Daniel ini. Maka ketika Daniel harus dimasukkan ke gua yang ada singa galak. Darius sang raja justru sangat sedih. Darius berpuasa semalaman dan mati raga dengan tidak bersenang senang , dan tentu saja  untuk keselamatan  Daniel. Ketika didapatinya  Daniel masih sehat dan dilindungi  Allah, Darius sangat bersukacita dan sebagai ganti menghukum para penuduh Daniel itu yang kemudian dimasukkan ke gua dan dimakan singa galak itu.

Butir permenungan

Dari pengalaman diatas dapat ditarik kesimpulan,

Pertama, sebaik apa pun hidup kita, marilah kita tidak cemas dan bingung, Apabila ada  orang tidak suka pada kita, karena tentu juga akan ada orang yang membela dan mendukung kita,

Kedua, Tuhan yang kita percaya akan selalu menolong kita melalui berbagai cara, bahkan melalui orang yang terkadang  justru  tidak kita  duga, Maka janganlah takut.

Doa

Ya Tuhan jadikanlah kami orang yang memiliki kepekaan membaca tanda jaman dan bersifat adil terhadap sesama. Amin.

Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *