Renungan Harian Katolik Kamis 30 Juli 2020

732 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Kamis 30 Juli 2020
PF S. Petrus Krisologus, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Yer 18:1-6
Tuhan bersabda kepada Yeremia,  “Pergilah segera ke rumah tukang periuk!  Di sana Aku akan memperdengarkan sabda-Ku kepadamu.  Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk,  dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.  Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat itu  rusak di tangannya itu, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali  menjadi bejana lain menurut keinginannya.  Kemudian bersabdalah Tuhan kepadaku,  “Masakan Aku tidak bertindak terhadap kalian  seperti tukang periuk ini,  hai kaum Israel!  Demikianlah sabda Tuhan.  Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku, hai kaum Israel!
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 146:2abc.2d-4.5-6
Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada Tuhan, Allahnya:
*Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
*Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.  Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah;  pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.
*Berbahagialah orang  yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong,
yang harapannya pada Tuhan, Allahnya:  Dia yang menjadikan langit dan bumi,  laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil  Kis 16:14b
Tuhan, bukalah hati kami  supaya kami memperhatikan sabda Putera-Mu.

Bacaan Injil  Mat 13:47-53
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada orang banyak,  “Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut,  lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan.  Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai. Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu,  ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang.  Demikianlah juga pada akhir zaman. Malaikat-malaikat akan datang  memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api. Di sana ada ratapan dan kertak gigi. Mengertikah kalian akan segala hal ini ?”  Orang-orang menjawab, “Ya, kami mengerti.”  Maka berkatalah Yesus kepada mereka,  “Karena itu  setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Allah  seumpama seorang tuan rumah  yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama  dari perbendaharaannya.” Setelah selesai menyampaikan perumpamaan itu,
Yesus pergi dari sana.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Ada pertanyaan , “Jika Yesus adalah kepala Gereja dan karenanya Gereja bersifat kudus, mengapa ada orang jahat juga dalam tubuh Gereja? Mengapa Yesus tidak campur tangan dengan kuasa-Nya yang ajaib sehingga hanya yang baik  dan saleh saja yang hidup dalam Gereja, dan dengan demikian kehidupan bisa lebih tenteram dan damai?”  Kalau mau jujur, kadang kita membayangkan alangkah indahnya jika dalam lingkungan dan Gereja , yang ada hanyalah orang orang baik saja.  Melalui perumpamaan dalam Injil hari ini , kita mendapat jawaban atas pertanyaan diatas, yaitu bahwa Gereja selalu membuka diri bagi siapapun. Seperti halnya pukat yang menangkap apapun yang ada dilaut, demikianlah Gereja tidak pilih pilih dan diskriminatif. Ia menampung yang saleh dan berdosa , yang aktif dalam hidup menggereja dan yang malas ke gereja. Dapat dibayangkan , jika kita berpikir bahwa hanya orang baik saja yang boleh ada dalam Gereja, barangkali kita tidak akan pernah mengenal St. Agustinus, St. Ignasius dari Loyola atau St. Maria Magdalena karena kita tahu bahwa mereka tidak menjadi “ santo” sejak lahir. Mereka adalah orang orang yang tidak baik dimasa muda namun kemurahan hati Tuhan telah mengubah hidup mereka.  Oleh karena itu , perumpamaan hari ini lebih tepat jika tidak dipandang sebagai sebuah penghiburan bagi kita yang mengharapkan keadilan Tuhan atau sebuah pewartaan yang menakutkan tentang api neraka bagi para pendosa, melainkan lebih sebagai  pewartaan tentang belas kasih  Tuhan kepada kita.  Dalam bacaan pertama (Yer 18:1-6), Nabi Yeremia memberi kiasan  indah, Tuhan laksana tukang periuk, Pada waktu itu , jika tukang periuk membuat bejana dan kemudian rusak, maka ia akan membuat bejana yang lebih baik lagi. Demikian pula Tuhan akan melakukan hal yang sama kepada ciptaan –Nya yang sengaja atau tidak menjadi “rusak”.

Butir permenungan.

Kita memang kerap tidak sabar terhadap “kejahatan “ yang dilakukan orang orang sekitar kita . Kita ingin agar sesegera mungkin mereka mendapat hukuman dan kita mendapat kepuasan akan menyaksikan hal itu terjadi. Namun , sebagai orang beriman, kita percaya bahwa Allah itu murah hati dan penuh belas kasih kepada umat-Nya. Mari kita bersikap yang sama terhadap sesama.

Doa.

.Ya Tuhan Yesus yang mahabaik, melalui Sabda Putra-Mu hari ini, sadarkanlah umat-Mu bahwa pada hari penghakiman nanti akan ada pemisahan antara manusia yang benar dan jahat .  Amin.

 Tuhan, bukalah hati kami  supaya kami memperhatikan sabda Putera-Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *