Renungan Harian Katolik Kamis 5 Maret 2020

1,454 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Kamis 5 Maret 2020
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I  T.Est 4:10a.10c-12.17-19
Di kala bahaya maut menyerang,  Ratu Ester pun berlindung pada Tuhan. Ia mohon kepada Tuhan, Allah Israel, katanya,  “Tuhanku, Raja kami, Engkaulah yang tunggal. Tolonglah aku yang seorang diri ini.  Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, sebab bahaya maut mendekati diriku.  Sejak masa kecilku telah kudengar dalam keluarga bapaku, bahwa Engkau, ya Tuhan, telah memilih Israel dari antara sekalian bangsa, dan nenek moyang kami telah Kaupilih dari antara sekalian  leluhurnya, supaya mereka menjadi milik abadi bagi-Mu; dan telah Kaulaksanakan bagi mereka apa yang telah Kaujanjikan. Ingatlah, ya Tuhan,  dan sudilah menampakkan diri-Mu di waktu kesesakan kami.   Berikanlah kepadaku keberanian,  ya Raja para Allah dan Penguasa sekalian kuasa! Taruhlah perkataan sedap di dalam mulutku terhadap singa itu, dan ubahkanlah hatinya   sehingga menjadi benci kepada orang-orang yang memerangi kami,  supaya orang itu serta semua yang sehaluan dengannya  menemui ajalnya. Tetapi selamatkanlah kami ini dengan tangan-Mu,  dan tolonglah aku yang seorang diri ini,  yang tidak mempunyai seorangpun selain dari Engkau, ya Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 138:1-2a.2bc-3.7c-8
Pada hari aku berseru, Engkau menjawab aku, ya Tuhan.
*Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu.  Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus.
*Aku memuji nama-Mu,  oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu,
sebab Kaubuat nama-Mu, dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.  Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku,  Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
*Tuhan, tangan kanan-Mu menyelamatkan daku,  Engkau akan menyelesaikannya segalanya bagiku!  Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi,  janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bait Pengantar Injil  Mzm 51:12a.14a
Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,  berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu.

Bacaan Injil  Mat 7:7-12
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,  “Mintalah, maka kamu akan diberikan;  carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.  Karena setiap orang yang meminta akan menerima,  setiap orang yang mencari akan mendapat,  dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan.  Adakah seorang dari padamu  yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,  atau memberi ular, jika ia meminta ikan?   Jadi jika kamu yang jahat  tahu memberi yang baik kepada anak-anakmu,  apalagi Bapamu yang di sorga!  Ia akan memberikan yang baik    kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”  Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.  Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Pada saat kita mengalami musibah atau bencana, kita akan mudah bertanya :” Dimanakah Engkau Tuhan?” Ada orang yang kehilangan rumah, kehilangan seluruh hartanya, bahkan anggota keluarganya karena meninggal. Orang itu berkata, “ Untuk menangis saja , saja ini tidak sempat dan tidak bisa” Dalam hati kita akan bertanya  “Tuhan, mengapa ini semua terjadi?”   Kesusahan yang sangat juga dialami oleh Ratu Ester pada bacaan pertama hari ini. Dalam semangat  solidaritasnya dengan bangsanya, Yahudi, yang sedang menghadapi musuhnya. Ratu Ester hanya bisa berpaling kepada Tuhan :” Ya Tuhan , Raja kami …., tolonglah kami …… Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau” Tuhan Yesus menjawab pada Injil :” Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Allah kita itu Allah Bapa yang sangat baik dan murah hati.  Namun bukankah rasanya hanya ada kegelapan dan ketidakjelasan saat musibah atau kesusahan itu menimpa kita? Dimana Allah Bapa yang sungguh baik itu? Kenyataan yang tidak enak itu memang tidak bisa langsung kita mengerti maknanya. Tetapi ciri khas iman Kristiani adalah berpengharapan, jangan pernah kehilangan keyakinan dan pengharapan akan kebaikan Allah kita,  Mana dasarnya? Dasarnya adalah pengalaman iman seluruh Gereja, keluarga kita, komunitas kita, seperti dikatakan oleh Ratu Ester :” Sejak masa kecilku telah kudengar dalam keluarga bapaku bahwa Engkau , ya Tuhan  …….telah melaksanakan bagi mereka apa yang telah Kaujanjikan” Kita tahu dari sejarah bahwa Allah itu baik dan selalu baik dan peduli kepada umat-Nya.   Bila doa kita tak terpenuhi sesuai harapan kita, maka sebabnya ialah karena keinginan kita bukan keinginan yang terbaik. Bagi kita sebagai orang beriman , kata kata St. Teresia Kanak Kanak Yesus ini sangat kena :” Apabila Engkau tidak mengabulkan doaku, ya Tuhan aku makin mencintai Engkau.”

Inilah kiranya makna iman dalam doa kita, Tuhan mau membenarkan doa kita yang tidak sempurna. Ia mau memperdalam  dan memperteguh iman, harapan dan kasih kita. Dalam situasi hidup yang kita alami pada waktu kita berdoa, Dia hadir dan akan menganugerahkan ketenteraman hati, walaupun mengatasi kemampuan pengertian kita.

Butir permenungan.

Semua orang berharap untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari orang lain: dihargai, dihormati, didengar, diperhatikan dan sebagainya. Firman Tuhan menyatakan bahwa segala sesuatuyang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah juga kepada mereka. Dengan kata lain , bila kita ingin dihargai orang lain, belajarlah juga untuk menghargai orang lain, bila kita ingin diperhatikan, belajarlah juga untuk memerhatikan, bila ingin mendapat perlakuan ramah dari orang lain, belajarlah juga untuk berlaku ramah terhadap mereka. Inilah yang disebut hokum kesamaan. Rasul Paulus menasihatkan  “Dan janganlah tiap tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Flp 2:4) Namun faktanya? Dizaman sekarang ini jarang sekali orang mau melakukan hal yang demikian. Umumnya orang hanya mau menuntut orang lain untuk melakukan apa yang dikehendakinya, sementara ia sendiri tidak mau berbuat , “Manusia akan mencintai dirinya sendiri , tidak tahu berterima kasih, … tidak tahu mengasihi” (2Tim 3:2-3) Kita menjadi orang yang sangat egois, Hal inilah yang sering jadi pemicu permasalahan dan penyebab retaknya  sebuah hubungan  .  Baik itu dalam kehidupan berumah tangga, pertemanan, persahabatan atau bermasyarakat, karena tiap tiap orang hanya sering menuntut dan mengutamakan kepentingan sefihak saja. Bila kita renungkan, sesungguhnya hokum kesamaan adalah hokum yang sangat alamiah, sederhana dan mudah untuk dipraktekkan dalam kehidupan kita sehari hari. Hukum ini tidak merugikan namun justru mendatangkan dampak yang positip bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Kalau kita memperlakukan orang lain dengan sangat baik , maka orang itupun cenderung akan berbuat seperti apa yang kita perbuat terhadapnya. Mulai dari sekarang , biarlah kita yang mengawalinya , bahkan meskipun terkadang kebaikan yang kita lakukan tidak dibalas dengan kebaikan , tetaplah berbuat baik.

Doa.

Ya Tuhan yang mahabaik, ajarilah kami umat-Mu untuk tabah menjalani hidup yang serba sulit ini dan ajarilah juga agar janganlah umat-Mu melupakan iman, harapan dan kasih. Amin.

Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,  berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu.

One thought on “Renungan Harian Katolik Kamis 5 Maret 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *