Renungan Harian Katolik Kamis 9 Juli 2020

872 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Kamis 9 Juli 2020
PF S. Agustinus Zhao Rong, Imam Martir, dkk.

PF S. Gregorius Grassi, Uskup
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Hos  11:1b.3-4.8c-9
Beginilah sabda Tuhan,  “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia,  dan dari Mesir anak itu Kupanggil.  Akulah yang mengajar Efraim berjalan  dan mengangkatnya di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka. Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih.  Bagi mereka  Aku seperti orang yang mengangkat kekang dari rahang mereka, yang membungkuk di hadapan mereka untuk memberi makan. Aku berbalik dari segala murka.  Belas kasihan-Ku bangkit serentak.  Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala,  tidak akan membinasakan Efraim lagi.  Sebab Aku ini Allah, dan bukan manusia, Aku ini Yang Kudus di tengah-tengahmu,  dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm  80:2ac.3b.15-16
Tunjukkanlah seri wajah-Mu, ya Tuhan,  maka selamatlah kami.
*Hai gembala Israel, pasanglah telingamu,  Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu  dan datanglah menyelamatkan kami.
*Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah!  Tengoklah pohon anggur ini, lindungi batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

Bait Pengantar Injil  Mrk 1:15
Kerajaan Allah sudah dekat.  Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Bacaan Injil  Mat  10:7-15
Pada waktu itu Yesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,
“Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati;  tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.  Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma,  karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.  Janganlah kalian membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.  Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan,  janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kalian masuk kota atau desa,  carilah di situ seorang yang layak, dan tinggallah padanya sampai kalian berangkat.  Apabila kalian masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke kepadanya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.  Dan apabila seorang tidak menerima kalian dan tidak mendengarkan perkataanmu,  keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu, dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu:  Sungguh, pada hari penghakiman  tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya  dari pada kota itu.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Seorang ayah berkata kepada anaknya yang masih berusia 5 tahun, “Nak , jangan sakit ya,”  Sahut anaknya” Kenapa papa bilang begitu?”   Si Ayah menjawab “ Kita ini miskin nak, kalau kamu sakit, papa ga punya duit untuk mengobati kamu.” Lalu si anak menganggukkan kepalanya dengan wajah sedih.  Orang miskin tak boleh sakit, itulah ungkapan yang sering kita dengar.  Mengapa? Karena mereka tidak memiliki uang yang cukup untuk berobat. Jangankan untuk berobat kerumah sakit, untuk makan pun terancam. Inilah kenyataan hidup yang masih banyak ditemui dizaman sekarang ini.  Ironisnya ada banyak orang yang berprinsip demikian  “ Hidup adalah pesta” Sementara di berbagai tempat banyak orang yang menderita kelaparan, para pengungsi menderita kedinginan , karena tidak ada tenda untuk mereka , orang sakit hanya bisa terbaring dirumahnya karena tidak ada biaya untuk berobat dan masih banyak penderitaan yang lain. Jika demikian, perintah Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah yang sudah dekat belum juga terwujud.  Hari ini Tuhan Yesus memberi perintah kepada kita, “ Pergilah dan beritakanlah Kerajaan Surga sudah dekat, “ Kehadiran Kerajaan Allah itu selalu ditandai dengan berkat bagi orang lain. Orang sakit disembuhkan,  orang mati dibangkitkan, orang kusta ditahirkan dan setan setan diusir ( Mat 10.8)   Berkat itu bersumber dari  Allah sendiri , Allahlah yang menyembuhkan, dan mengusir setan setan serta kuasa kegelapan. Kemurahan dan kemahakuasaan Allah inilah yang ingin kita wartakan kepada orang orang yang masih dirundung aneka penderitaan dan kegelapan hidup. Allah itu ada dan dekat,  Dia mau membebaskan  manusia dari penderitaan itu.

Butir permenungan.

Semangat mewartakan Kerajaan Surga harus muncul dari kedalaman relasi kita dengan-Nya. Sudahlah Allah merajaI hati kita? Sudahlah Dia memimpin diri kita?  Sudahkah suara-Nya menjadi suara hati kita? Jika belum, kita tidak akan mungkin untuk mewartakan Kerajaan-Nya kepada orang lain.Tugas kita adalah mencari Kerajaan-Nya terlebih dulu, kemudian setelah itu  kita harus mewartakannya kepada sesama.  Mari kita mencari Kerajaan Surga di dalam hidup sehari hari dan setelah menemukannya kita mewartakannya kepada semua orang.

Doa.

Ya Tuhan ajarlilah kami umat-Mu untuk mengikuti teladan para Santo dan Santa, yang rela menyerahkan nyawanya untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah . Semoga kami berani mengakui nama-Mu dihadapan semua orang. Amin.

Kerajaan Allah sudah dekat.  Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

3 thoughts on “Renungan Harian Katolik Kamis 9 Juli 2020

  1. Yess, i lovd jessuss forever, semoga sabda Nya hari ini, menjadi pedoman hidup ku.amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *