Renungan Harian Katolik Minggu 10 Mei 2020

3,778 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Minggu 10 Mei 2020
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Kis 6:1-7
Di kalangan jemaat di Yerusalem, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut  di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani  terhadap orang-orang Ibrani, karena dalam pelayanan sehari-hari  pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan. Berhubung dengan itu  kedua belas rasul memanggil semua murid berkumpul dan berkata,  “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.  Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu,  yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat,  supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, sehingga kami sendiri dapat memusatkan pikiran  dalam doa dan pelayanan Firman.”  Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat.  Lalu mereka memilih Stefanus,  seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada para rasul, lalu para rasul pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.  Firman Allah makin tersebar,  dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak,  juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 33:1-2.4-5.18-19
Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.
*Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur.  Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi,  bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
*Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
*Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa,  kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut  dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Bacaan II  1Ptr 2:4-9
Saudara-saudara terkasih,  datanglah kepada Kristus, batu yang hidup,
yang dibuang oleh manusia, tetapi dipilih dan dihormati di hadirat Allah.
Biarlah kamu pun dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani bagi suatu imamat kudus,  untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang berkenan kepada Allah karena Yesus Kristus. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci:
Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion
sebuah batu yang terpilih,
sebuah batu penjuru yang mahal,
dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.
Karena itu, bagi kamu yang percaya, ia mahal,  tetapi bagi mereka yang tidak percaya,   “Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan
telah menjadi batu penjuru;  juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.”  Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah;  dan memang sudah ditentukan untuk itu.  Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi,  bangsa yang kudus,  umat kepunyaan Allah sendiri. Maka kamu harus memaklumkan perbuatan-perbuatan agung Allah. Ia telah memanggil kamu keluar dari kegelapan  masuk ke dalam terang-Nya yang menakjubkan.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Yoh 14:6
Akulah jalan, kebenaran dan hidup, sabda Tuhan.  Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa  kalau tidak melalui Aku.

Bacaan Injil  Yoh 14:1-12
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.  Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.  Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke sana dan telah menyediakan tempat bagimu,  Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.”   Kata Tomas kepada-Nya,   “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi;  jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?”  Kata Yesus kepadanya,  “Akulah jalan, kebenaran dan hidup.  Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.  Sekiranya kamu mengenal Aku,
pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”  Kata Filipus kepada-Nya,  “Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami,  dan itu sudah cukup bagi kami.”  Kata Yesus kepadanya,  “Telah sekian lama Aku bersama-sama engkau, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa kepada kami. Tidak percayakah engkau  bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu,  tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku,  Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
Percayalah kepada-Ku  bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;  atau setidak-tidaknya  percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu:  Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku,  ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu.  Sebab Aku pergi kepada Bapa.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Kalau ada orang yang menggerak gerakkan kakinya  selama bicara kemungkinan besar ia sedang gelisah. Jika ada orang yang sebentar bentar menengok jam, pastilah dia gelisah, Mungkin ia sedang menunggu seseorang atau sedang janjian dengan kekasihnya yang belum datang. Mahasiswa atau mahasiswi yang mau ujian besar dikampusnya sering berkali kali masuk kamar kecil. Maklum mereka tegang dan gelisah.   Yesus berkata pada Injil hari ini. “Jangan gelisah hatimu” Kegelisahan yang ditunjuk Yesus bukan pertama tama soal kegelisahan mau menempuh ujian atau menunggu orang yang tidak segera datang . Kegelisahan yang dikatakan Yesus menyangkut kegelisahan batin karena mengalami perasaan ditinggalkan Allah. Kegelisahan ini merupakan kegelisahan akan keselamatan . Pada bacaan pertama Paulus berusaha meyakinkan bahwa keselamatan itu telah terlaksana melalui Yesus Kristus. Ini adalah kabar sukacita. Begitulah Paulus mewartakan Injil. Dengan menerima pewartaan Paulus seseorang menyambut ajakan Yesus sendiri untuk percaya kepada Allah dan percaya kepada-Nya.  Baik kalau hari ini kita mencoba mengenali kegelisahan batin kita. Batin kita itu sering gelisah. Kita saja yang kurang peka dan tanggap. Bilamana kita dikejar kejar rasa bersalah karena telah berbohong atau berbuat dosa, nah itu tanda kegelisahan batin kita. Bila kita dikejar kejar keinginan untuk menolong sesama yang tertimpa musibah, nah itu juga kegelisahan batin kita juga. Kalau kita ingin mengaku dosa kepada seorang imam , tentulah itu juga kegelisahan batin juga  Repotnya kalau orang biasa berbuat jahat atau tidak baik, orang juga bisa menjadi tuli terhadap suara hati atau keinginan batin untuk bertobat.

Butir permenungan.

Ketika Yesus berkata :”Akulah jalan” , Dia memanggil kita untuk meninggalkan jalan lama , yang menuju kehancuran dan mengikuti jalan baru, yang menjanjikan keselamatan . Kata “ikut” secara harfiah berarti “berada di jalan yang sama” dengan-Nya . Kita dapat memilih : Apakah ingin tetap mengikuti jalan yang telah dikenal , yang menuju kehancuran, ataukah mengikuti Yesus , yang akan membawa kita kepada keselamatan . Yesus telah menunjukkan jalan yang benar menuju Bapa-Nya. Mengapa kita masih ingin memilih jalan yang lain?

Doa.

Ya Yesus yang mahabaik, Engkau adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup, Tidak ada seorangpun dapat sampai Bapa, kalau tidak melalui Engkau . Ingatkanlah kami umat-Mu untuk selalu setia  berjalan di jalan yang telah Engkau tunjukkan. Amin.

Akulah jalan, kebenaran dan hidup, sabda Tuhan.  Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa  kalau tidak melalui Aku.

2 thoughts on “Renungan Harian Katolik Minggu 10 Mei 2020

  1. Terimakasih utk renungan Katolik ,sunggu sangat membantu saya untuk selalu membaca Firman Allah setiap waktu sesuai kalender liturgi Gereja Katolik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *