Renungan Harian Katolik Minggu 12 Januari 2020

368 views

Renungan Harian Katolik berdasarkan Kalender Liturgi Minggu 12 Januari 2020
Warna Liturgi: Putih 
                                                            

Bacaan I: Yes 42:1-4.6-7
Beginilah firman Tuhan,  “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya  Aku berkenan.  Aku telah menaruh Roh-Ku  keatasnya,  supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.  Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suaranya,  atau memperdengarkan suaranya di jalan.  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.  Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi;  segala pulau mengharapkan pengajarannya.   ” Beginilah firman Tuhan,  “Aku, Tuhan, telah memanggil engkau   untuk maksud penyelamatan.  Aku telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau  dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan  dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap  dari rumah penjara.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 29:1a.2.3ac-4.3b.9b-10
Kiranya Tuhan memberkati umat-Nya dengan sejahtera.
*Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan naa-Nya,  sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!
*Suara Tuhan terdengar di atas air, suara Allah mengguruh di atas air yang besar. Suara Tuhan penuh kekuatan, suara Tuhan penuh semarak.
*Allah yang mulia mengguntur, dan hutan-hutan menjadi gundul.  Tuhan bersemayam di atas air bah,  Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.

Bacaan II  Kis 10:34-38
Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus  menemui perwira Romawi dan seisi rumahnya. Setibanya di rumah sang perwira, Petrus berkata,
“Sesungguhnya Allah tidak membeda-bedakan orang.  Setiap orang dari bangsa mana pun  yang takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran
berkenan kepada-Nya.  Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera  oleh karena Yesus Kristus,  yang adalah Tuhan dari semua orang.  Kamu tahu tentang segala sesuatu  yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea,  sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes,  yaitu tentang Yesus dari Nazaret:  Bagaimana  Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa. Yesus itu berjalan berkeliling sambil berbuat baik  dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis,  sebab Allah menyertai Dia.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Mrk 9:6
Langit terbuka, dan terdengarlah suara Bapa,  “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi,  dengarkanlah Dia.”

Bacaan Injil  Mat 3:13-17
Ketika Yohanes membaptis di sungai Yordan, datanglah Yesus dari Galilea ke sana  untuk dibaptis olehnya.  Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya,
“Akulah yang musti dibaptis oleh-Mu!  Masakan Engkau yang datang kepadaku!”  Lalu Yesus menjawab kepadanya, kata-Nya,  “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.”    Dan Yohanes pun menurutinya.  Sesudah dibaptis,  Yesus segera keluar dari air, dan pada waktu itu juga langit terbuka, dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,  lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan,  “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Melalui  nabi Yesaya ,  Allah menyampaikan kepada kita sekalian tentang sosok orang yang dipilih dan dipanggil-Nya  dalam karya keselamatan bagi umat manusia. Orang pilihan Allah itu disebut oleh Yesaya sebagai hamba Tuhan. Meski sebagai hamba , orang pilihan Allah itu  tetap mempunyai kuasa yang besar, sebab dalam diri-Nya Roh Kudus Allah  bekerja demi keselamatan umat manusia. Selanjutnya apa yang dinubuatkan oleh Yesaya ini  lalu terpenuhi dalam peristiwa kedatangan Yesus kedalam dunia. Ia adalah Allah sendiri , tetapi demi  keselamatan bagi umat manusia , Ia lalu merendahkan diri  sebagai manusia bahkan mengambil peran sebagai hamba Allah. Bukti sikap merendahkan diri dari Yesus ini terungkap secara nyata dalam peristiwa pembaptisan-Nya di sungai Yordan, Ia adalah Tuhan, tetapi Ia tetap merendah  untuk menerima pembaptisan dari Yohanes. Oleh karena kerendahan hati Yesus itulah , Ia betul betul menyempurnakan apa yang dinubuatkan para nabi sebelumnya sehingga Allah lalu kembali mengangkat-Nya ke posisi yang tinggi dan sekaligus menegaskan bahwa Ia adalah Anak Allah dan orang pilihan Allah. Dengan demikian Yesus betul betul dipenuhi oleh kuasa Illahi dan mempunyai legalitas penuh untuk karya keselamatan bagi umat manusia. Dengan kuasa Ilahi itulah Ia tidak segan segan dan tidak tanggung tanggung memberitakan karya keselamatan di dunia. Kita semua adalah manusia biasa yang rapuh dan rendah, Namun berkat Sakramen Pembaptisan, kita semua telah diangkat Allah menjadi anak anak-Nya. Sebagai anak anak Allah yang juga percaya kepada Kristus, kita yakin bahwa kita juga dipenuhi Roh Allah yang sama yang pernah menaungi Yesus waktu berkarya dibumi. Sadar akan kekuatan kuasa Roh Allah yang menaungi kita sekalian, kita juga harus berani untuk mewartakan  karya keselamatan bagi sesame yang lain. Kita mesti berpartisipasi aktif dalam misi keselamatan yang telah dilakukan Yesus, Mari kita penuh iman dan keberanian mewartakan kabar gembira dar Allah kepada sesama.

Doa.

Ya Tuhan kami telah menerima kuasa dari Mu melalui Sakramen Pembaptisan yang kami terima. Semoga kami tetap bertekun dalam kerendahan hati dan selalu setia dalam karya pelayanan bagi sesama. Amin.

Langit terbuka, dan terdengarlah suara Bapa,  “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi,  dengarkanlah Dia.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *