Renungan Harian Katolik Minggu 12 Juli 2020

2,049 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Minggu 12 Juli 2020
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Yes 55:10-11
Beginilah firman Tuhan,  “Seperti hujan dan salju turun dari langit  dan tidak kembali ke sana  melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman yang keluar dari mulut-Ku:  ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki,  dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 65:10abcd.10e-11.12-13.14
Benih jatuh di tanah yang baik,  dan menghasilkan buah.
*Engkau mengindahkan tanah, lalu mengaruniainya kelimpahan, Engkau membuatnya sangat kaya.  Sungai-sungai Allah penuh air;
Engkau menyediakan gandum bagi mereka.
*Ya, beginilah Engkau menyediakannya:  Engkau mengairi alur bajaknya, dan membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya, dan memberkati tumbuh-tumbuhannya.
*Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu,  jejak-Mu mengeluarkan lemak; tanah-tanah padang gurun mengalirkan air, bukit – bukit berikat pinggangkan sorak-sorai.
*Padang-padang rumput berbusanakan kawanan kambing domba,
lembah-lembah berselimutkan gandum,  semuanya bersorak-sorai
dan bernyanyi-nyanyi.

Bacaan II  Rom 8:18-23
Saudara-saudara,  aku yakin,  penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan  dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri,  melainkan karena kehendak Dia yang telah menaklukkannya, tetapi penaklukan ini dalam pengharapan, sebab makhluk itu sendiri  juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan,  dan masuk ke dalam kemerdekaan mulia anak-anak Allah. Kita tahu,  sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin;  dan bukan hanya makhluk-makhluk itu saja!  Kita yang telah menerima Roh Kudus
sebagai anugerah sulung dari Allah, kita pun mengeluh dalam hati  sambil menantikan pengangkatan sebagai anak,  yaitu pembebasan tubuh kita.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bacaan Injil  Mat 13:1-23
Pada suatu hari  Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong  lalu mengerumuni Dia, sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.  Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka  dengan memakai perumpamaan-perumpamaan.   Ia berkata, “Ada seorang penabur keluar untuk menabur.  Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung-burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu,  yang tidak banyak tanahnya,  lalu benih itu pun segera tumbuh karena tanahnya tipis.  Tetapi sesudah matahari terbit,  layulah tumbuhan itu dan menjadi kering  karena tidak berakar.  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah, ada yang seratus ganda,  ada yang enam puluh ganda,  ada yang tiga puluh ganda. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar,  hendaklah ia mendengarkan!”  Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya,  “Mengapa Engkau mengajar mereka dalam perumpamaan?”  Jawab Yesus,  “Kamu diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi orang-orang lain tidak.  Karena barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi  sampai ia berkelimpahan;  tetapi barangsiapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga.  Itulah sebabnya Aku mengajar mereka dengan perumpamaan, karena sekalipun melihat, mereka tidak tahu, dan sekalipun mendengar, mereka tidak menangkap dan tidak mengerti.  Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi:  Kamu akan mendengar dan mendengar lagi,  namun tidak mengerti;  kamu akan melihat dan melihat lagi,  namun tidak menanggap.  Sebab hati bangsa ini telah menebal,  telinganya berat untuk mendengar,  dan matanya melekat tertutup;  agar jangan mereka melihat dengan matanya, dan mendengar dengan telinganya,  dan mengerti dengan hatinya,  lalu berbalik sehingga Kusembuhkan.  Akan tetapi berbahagialah kamu karena melihat, dan berbahagialah telingamu karena mendengar.  Sebab Aku berkata kepadamu:  Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar  ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar,  tetapi tidak mendengarnya.  Karena itu, dengarlah arti perumpamaan tentang penabur itu. Setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Surga, tetapi tidak mengerti,  akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu  ialah orang yang mendengar firman itu  dan segera menerimanya dengan gembira.  Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja.  Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu,  orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri   ialah orang yang mendengar firman itu,  lalu firman itu terhimpit  oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan,  sehingga tidak berbuah.  Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan firman itu dan mengerti,  dan karena itu ia berbuah   ada yang seratus, ada yang   enam puluh,  dan ada yang tiga puluh kali lipat.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Yesus menceritakan benih yang ditaburkan dipelbagai jenis tanah,

Pertama ,    ada benih yang jatuh dipinggir jalan,

Kedua ,       benih yang jatuh ditanah yang tipis dan berbatu batu.

Ketiga,        benih yang jatuh ditengah semak duri ,

Keempat,    benih yang jatuh ditanah yang baik dan subur.

Kalau kita perhatikan baik baik, contoh ketiga tidak mempersoalkan jenis tanah , tetapi banyaknya semak berduri yang mengelilingi benih benih yang sedang tumbuh itu. Tanah bisa saja subur dan produktif, tetapi banyaknya semak berduri akan tetap mengganggu tumbuhnya benih yang telah ditaburkan itu.  Kehidupan kita sehari hari sering tidak ubahnya benih yang tumbuh diantara semak semak berduri. Ada banyak tantangan dan rintangan yang menghadang, terus silih berganti. Iman kepercayaan , tidak dapat disangkal, tidak akan membebaskan kita dari aturan hukum alam. Misalnya , kena hujan kita akan basah kujub, kalau kita bekerja dan bekerja, kita akan merasa haus, lapar dan lelah. Namun, keberanian kita mencabut akar akar dosa akan membuat tanah subur, diri kita makin  produktif dan menghasilkan banyak buah. Janganlah membunuh, kemarahan jiwa yang belum terungkap dalam kata katapun hendaknya kita cabut agar tidak bertumbuh dan berkembang. Keindahan aneka media komunikasi pun tak ubahnya semak berduri yang mendesak diri seseorang untuk tidak melakukan berbagai kegiatan keagamaan. Semak berduri merupakan  jenis tanaman yang ditakuti oleh banyak orang , karena durinya tajam. Sebaliknya semak duri zaman modern ini, tumbuh subur dengan aneka modifikasi. Kodratnya tetap menyakitkan dan membinasakan, tetapi penampilan menarik hati banyak orang, sehingga durinya tidaklah dirasakan saat itu, tetapi makin hari makin menusuk dan menebarkan racun dalam tubuh.

Butir permenungan.

Mari kita tetap setia mendengarkan sabda dan kehendak Tuhan . Kesulitan kita mendengarkan dan memahami sabda-Nya terjadi karena memang sabda-Nya adalah “ roh dan hidup ” (Yoh 6:63)   Sabda Tuhan mengajak setiap pribadi menikmati hidup ini dengan penuh syukur dan menghantar kita untuk siap menikmati kehidupan kekal, sebagaimana kehendak Allah agar setiap orang beroleh selamat.

Doa.

Ya Bapa, jadikanlah hati kami umat-Mu tanah yang baik untuk bertumbuh dan berkembangnya  kabar sukacita-Mu. Amin.

“Kamu diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi orang-orang lain tidak.  Karena barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi  sampai ia berkelimpahan;
tetapi barangsiapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga

One thought on “Renungan Harian Katolik Minggu 12 Juli 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *