Renungan Harian Katolik Minggu 13 Oktober 2019

136 views

Bacaan Liturgi Minggu 13 Oktober 2019

Bacaan Pertama   2Raj 5:14-17

Sekali peristiwa turunlah Naaman, panglima raja Aram, ke sungai Yordan, lalu membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai itu, sesuai dengan perkataan Elisa, abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak, dan ia menjadi tahir.  Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya   kepada abdi Allah itu. Sesampai di sana majulah ia ke depan Elisa dan berkata,   “Sekarang aku tahu bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu, terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!”  Tetapi Elisa menjawab,   “Demi Tuhan yang hidup, yang aku layani, aku tidak akan menerima apa-apa.”   Walaupun Naaman mendesaknya, Elisa tetap tidak mau menerima sesuatu. Akhirnya berkatalah Naaman, “Jikalau demikian, berikanlah kepada hambamu ini   tanah sebanyak dapat diangkut oleh sepasang bagal, sebab hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan kurban bakaran atau korban sembelihan  kepada allah lain, kecuali kepada Tuhan.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4

Tuhan telah menyatakan keselamatan yang datang dari pada-Nya  di hadapan para bangsa.  *Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,   sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib;  keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.  *Tuhan telah memperkenalkan keselamatan   yang datang dari pada-Nya,   Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.  Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya   terhadap kaum Israel.  *Segala ujung bumi telah melihat keselamatan   yang datang dari Allah kita.  Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,   bergembiralah, dan bermazmurlah!

Bacaan Kedua  2Tim 2:8-13

Saudaraku terkasih,  ingatlah akan ini:  Yesus Kristus, keturunan Daud, yang telah bangkit dari antara orang mati, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.  Karena pewartaan Injil inilah aku menderita,   malah dibelenggu seperti seorang penjahat,  tetapi sabda Allah tidak terbelenggu. Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu  bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka pun memperoleh keselamatan dalam Kristus Yesus  dengan kemuliaan yang kekal.  Benarlah sabda ini:   Jika kita mati dengan Kristus, kita pun akan hidup dengan Dia.  Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia.  Jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita. jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  1Tes 5:18

Bersyukurlah dalam segala hal,  sebab itulah yang dikehendaki Allah bagimu dalam Kristus Yesus.

Bacaan Injil  Luk 17:11-19

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem   Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.  Ketika Ia memasuki suatu desa  datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh, dan berteriak,  “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”  Yesus lalu memandang mereka dan berkata,   “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.”   Dan sementara dalam perjalanan, mereka menjadi tahir. seorang di antara mereka,  ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,  lalu tersungkur di depan kaki Yesus  dan mengucap syukur kepada-Nya.  Orang itu seorang Samaria.  Lalu Yesus berkata, “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?  Tidak adakah di antara mereka  yang kembali untuk memuliakan Allah   selain orang asing ini?”  Lalu Ia berkata kepada orang itu,  “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Orang tua berkali kali mengajari anaknya yang masih kecil untuk mengatakan “terima kasih”  saat menerima sesuatu, Ketika sang anak menerima roti dari ditangan dan diam saja, orang tua akan berkata , “ Ayo, bilang apa?”  Lalu anak kecil itu mengatakan “ Terima kasih”  Kalau sejak kecil kita sudah kita ajari  ber terima kasih, mengapa sekarang untuk mengucapkan kata “terima kasih” saja sulit sekali. Sepuluh orang sakit kusta dalam Injil hari ini menjadi salah satu contoh, betapa sulitnya orang bersyukur dan ber terima kash. Dari sepuluh itu hanya satu yang kembali dan ber terima kasih . Satu orang itu saja adalah orang Samaria , artinya orang yang disebut kafir, tidak kenal Tuhan. Mungkin juga tidak” ber sekolah”  , tidak terdidik, kendati begitu ia justru tahu terima kasih.  Satu orang Samaria yang tahu terima kasih itu menjadi sindiran bagi kita semua. Kita bukan orang kafir, kita orang beriman. Namun , mudahkah mulut kita mengucapkan terima kasih? Bukankah lebih mudah mengucapkan umpatan umpatan atau permohonan – permohonan , yang setelah terkabul juga lupa ber terima kasih? Sikap hidup atau perilaku itu memang harus dilatih,  dibiasakan, dan dipraktekkan, tidak hanya cukup tahu. Bila hanya berhenti pada  “tahu” , ya akan berhenti di otak saja. Bibir dan mulut kita menjadi sulit mengucapkannya. Mari kita cari untuk hari ini , kepada siapa kita sebaiknya ber terima kasih.

Butir butir permenungan

Yesus datang kedunia untuk membebaskan, membantu dan membahagiakan manusia, Karena itu jika ada yang datang kepada-Nya, Yesus hanya memimta satu syarat saja atau tanpa banyak bertanya Yesus mengabulkan permintaan orang itu. Syarat tersebut diberikan dengan sangat mudah, karena ada sesuatu yang lebih penting dari itu,  Yesus   menghendaki agar kita  percaya  kepada-Nya.  Sikap beriman  kepada Yesus membawa dampak positif yang besar bagi seseorang dan bagi kehidupan bersama.  Karena , itu berarti kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan menerima seluruh ajarannya.

Doa

Ya Allah, ajarilah kami untuk mengungkapkan rasa syukur kami dengan berbagi kasih kepada sesama. Amin.

Bersyukurlah dalam segala hal,  sebab itulah yang dikehendaki Allah bagimu dalam Kristus Yesus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *