Renungan Harian Katolik Minggu 13 September 2020

874 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Minggu 13 September 2020

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Sir 27:30-28:9
Dendam kesumat dan amarah sangatlah mengerikan, dan orang  berdosalah yang dikuasainya. Barangsiapa membalas dendam akan dibalas oleh Tuhan. Tuhan dengan saksama memperhitungkan segala dosanya. Ampunilah kesalahan sesama,  niscaya dosa-dosamu akan dihapus juga, jika engkau berdoa. Bagaimana gerangan orang dapat memohon penyembuhan pada Tuhan, jika ia menyimpan amarah kepada sesama manusia? Bolehkah ia mohon ampun atas dosa-dosanya, kalau ia sendiri tidak menaruh belas kasihan terhadap seorang manusia yang sama dengannya?  Dia hanya daging belaka,  namun menaruh dendam kesumat;  siapa gerangan akan mengampuni dosa-dosanya? Ingatlah akan akhir hidup dan hentikanlah permusuhan. Ingatlah akan kebusukan serta maut, dan hendaklah setia kepada segala perintah. Ingatlah akan perintah-perintah,  dan jangan mendendami sesama manusia. Hendaklah kamu ingat akan perjanjian dari Yang Mahatinggi, lalu ampunilah kesalahan sesama.  Jauhilah pertikaian,  maka engkau mengurangkan jumlah dosa, sebab orang yang panas hati mengobar-ngobarkan pertikaian. Orang yang berdosa mengganggu orang-orang yang bersahabat, dan melontarkan permusuhan  di antara orang-orang yang hidup dengan damai.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 103:1-2.3-4.9-10.11-12
Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!  Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!  Pujilah Tuhan, hai jiwaku,  janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
*Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu!  Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur,
dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!
*Tidak terus menerus Ia murka,  dan tidak untuk selamanya Ia mendendam.  Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita,  atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.
*Setinggi langit dari bumi,  demikian besarnya kasih setia Tuhan
atas orang-orang yang takwa kepada-Nya!  Sejauh timur dari barat,
demikian pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.

Bacaan II  Rom 14:7-9
Saudara-saudara, tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi entah hidup entah mati, kita tetap milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali,  supaya Ia menjadi Tuhan  baik atas orang-orang mati maupun atas orang-orang hidup.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Yoh 13:34
Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan,  yaitu supaya kamu saling mengasihi  sama seperti Aku telah mengasihi kamu.

Bacaan Injil  Mat 18:21-35
Sekali peristiwa  datanglah Petrus kepada Yesus dan berkata,  “Tuhan, sampai berapa kalikah aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”  Yesus berkata kepadanya, “Bukan!  Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali,  melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.  Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja  yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Ketika ia mulai mengadakan perhitungan itu,  dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isteri dan segala miliknya  untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya.  Ia menangkap dan mencekik kawannya itu,  katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya:  Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara  sampai dilunaskannya segala hutang itu.  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih  lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil hamba pertama tadi  dan berkata kepadanya:  Hai hamba yang jahat!  Seluruh hutangmu telah kuhapuskan  karena engkau memohonnya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu  seperti aku telah mengasihani engkau?  Maka marahlah tuannya itu  dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo,  sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.  Demikianlah Bapa-Ku yang di surga akan berbuat terhadap kamu,  apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu  dengan segenap hatimu.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Dalam setiap budaya dimuka bumi ini setidaknya ada tiga kata yang selalu diajarkan sejak usia dini : terima kasih, tolong dan maaf. Kendati demikian, tidak mudah pula menjalankannya setelah dewasa. Kata yang paling sulit untuk dikatakannya adalah maaf dan yang paling sulit untuk dilakukan adalah memaafkan. Memang tidak mudah minta maaf apalagi memaafkan orang lain.  Pepatah menyatakan, “to err is human, but forgive is divine”, berbuat salah dan dosa adalah kodrat kemanusiaan, tetapi mengampuni adalah kodrat Illahi. Allah Bapa yang dalam Yesus Kristus telah mewahyukan pengampunan sebagai kabar gembira dan warta pembebasan. Itulah cara untuk meretas jalan baru, memutus mata rantai balas dendam dan kekerasan. Yesus tak hanya mengajarkan tetapi melaksanakannya  dalam pengajaran dan teladan hidupnya. Bahkan disaat saat akhir ketika meregang nyawa , yang terucap adalah kata kata pengampunan, :” Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Ia mengatakan kepada Petrus untuk mengampuni 70×7, ini berarti pengampunan tanpa batas karena ‘Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia”  Melalui pembaptisan , kita semua telah dipanggil dan diangkat menjadi anak anak Allah  serta mendapatkan anugerah hidup Ilahi. Salah satu ukuran menilai diri sendiri sejauh mana kita telah menjadi Anak Allah dan hidup Ilahi telah merasuki  diri kita adalah kemampuan untuk mengampuni. Semakin meningkat kemampuan kita untuk mengampuni, maka semakin meningkat pula kualitas hidup Ilahi dalam diri kita.

Butir permenungan

Cinta Allah  yang sempurna terwujud dalam belas kasihan-Nya yang tiada batas . Entah sudah berapa kali telah kita daraskan doa Bapa Kami. Semoga setiap kali mendoakannya , kita juga serius memohon rahmat agar kita bertumbuh dalam belas kasih Allah dan dimampukan untuk mengampuni.

Doa.

Ya Bapa yang maharahim, berilah kami umat-Mu  kemampuan untuk meningkatkan pengampunan kami kepada sesama. Amin.

Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan,  yaitu supaya kamu saling mengasihi  sama seperti Aku telah mengasihi kamu.

One thought on “Renungan Harian Katolik Minggu 13 September 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *