Renungan Harian Katolik Minggu 15 November 2020

4,997 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Minggu 15 November 2020

PF S. Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Ams 31:10-13.19-20.30-31
Isteri yang cakap, siapakah akan mendapatkannya?  Ia lebih berharga daripada permata. Hati suaminya percaya kepadanya,  suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Isteri yang cakap berbuat baik kepada suaminya, dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.  Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.  Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jemarinya memegang alat pemintal.  Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin. Kemolekan adalah bohong, dan kecantikan adalah sia-sia; tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan Mzm 128:1-2.3.4-5
Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.
*Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan,  yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!  Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu,  berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
*Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu;
anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun  di sekeliling mejamu!
*Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion:  boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bacaan II  1Tes 5:1-6
Saudara-saudara, tentang zaman dan masa kedatangan Tuhan tidak perlu dituliskan kepadamu,  karena kamu sendiri tahu benar-benar,  bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri di waktu malam.  Apabila mereka mengatakan bahwa semuanya damai dan aman, maka tiba-tiba kebinasaan menimpa mereka  seperti seorang perempuan hamil ditimpa oleh sakit bersalin. Pasti mereka takkan luput! Tetapi, Saudara-saudara,  kamu tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu janganlah kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadarlah!
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Yoh 15:4a.5b
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan.  Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.

Bacaan Injil Mat 25:14-30
Pada suatu hari  Yesus mengemukakan perumpamaan berikut  kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu  seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya  dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberinya lima talenta, yang seorang lagi dua, dan seorang yang lain lagi satu,  masing – masing menurut kesanggupannya. Lalu ia berangkat.  Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu dan memperoleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta pun berbuat demikian, dan mendapat laba dua talenta.  Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi  dan menggali lubang di tanah,  lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu, lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang  dan membawa laba lima talenta.  Ia berkata, ‘Tuan, lima talenta Tuan percayakan kepadaku.  Lihat, aku telah memperoleh laba lima talenta!’   Maka kata tuannya kepadanya,  ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik dan setia!  Karena engkau telah setia  memikul tanggungjawab dalam perkara kecil,  maka aku akan memberikan kepadamu  tanggungjawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.’  Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta, katanya,  ‘Tuan, dua talenta Tuan percayakan kepadaku.  Lihat, aku telah mendapat laba dua talenta!’  Maka kata tuan itu kepadanya,  ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik dan setia!  Karena engkau telah setia memikul tanggungjawab dalam perkara yang kecil,  maka aku akan memberikan kepadamu  tanggungjawab dalam perkara yang besar.  Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.’  Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu  dan berkata,  ‘Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah manusia kejam, yang menuai di tempat Tuan tidak menabur, dan memungut di tempat Tuan tidak menanam.  Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan itu di dalam tanah. Ini, terimalah milik Tuan!’  Maka jawab tuannya itu,  ‘Hai engkau, hamba yang jahat dan malas!  Engkau tahu bahwa aku menuai di tempat aku tidak menabur, dan memungut di tempat aku tidak menanam.  Seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya  dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, akan diberi sampai ia berkelimpahan.  Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun yang ada padanya akan diambil.  Dan buanglah hamba yang tidak berguna itu  ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sana akan ada ratap dan kertak gigi.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Harian Katolik Minggu 15 November 2020

Mungkin kita bertanya tanya apa maksud dari perumpamaan yang diutarakan Yesus hari ini? Tiga orang hamba yang dititipkan kepercayaan oleh tuannya adalah gambaran tentang diri kita. Itu bukan soal besar kecilnya talenta yang diberikan oleh sang tuan kepada hambanya, tetapi ini berkaitan dengan kualitas dan tanggung jawab ketiga hamba itu terhadap kepercayaan yang mereka terima. Hamba pertama dan kedua berbuat hal yang sama, yaitu menjalankan uang yang mereka terima sehingga memperoleh laba. Sementara hamba yang ketiga menyembunyikan uang tersebut didalam tanah sehingga ia tidak memperoleh laba atau keuntungan . Dan perlu kita ingat disini bahwa mereka diberi talenta dengan jumlah yang berbeda sudah sesuai dengan kemampuan masing masing.  Kita pun diberikan kepercayaan oleh Tuhan . Sejak kita lahir dan bertumbuh sebagai manusia , Tuhan memberi kita kepercayaan  sesuai dengan kemampuan kita. Dan bagaimana tanggapan kita terhadap kepercayaan yang diberikan Tuhan itu? Hanya kita sendiri yang bisa menjawab pertanyaan ini. Ada saatnya nanti Tuhan akan membuat perhitungan yang sama dengan kita. Apakah kita menumbuh-kembangkan kepercayaan Tuhan kepada kita atau tidak, tergantung pada bagaimana kualitas hidup kita didunia ini. Kualitas kemuridan kita sebagai pengikut Kristus terletak pada bagaimaba kita mempertanggung jawabkannya. Apakah kita bertindak sebagai murid yang bertanggung jawab ataukah kita malah menyalahkan Tuhan karena kita lalai pada kepercayaan yang diberikan-Nya?  Semoga pada hari perhitungan nanti kita didapati oleh Tuhan sebagai murid –Nya yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Butir permenungan.

Terkadang heran rasanya , karena dijaman yang secanggih ini , masih ada saja orang orang yang merasa dirinya tidak mempunyai kemampuan apa apa. Entah karena jaman yang semakin maju sehingga mampu menciptakan begitu banyak teknologi yang tanpa sadar membuat manusia menjadi “malas” atau justru manusianya yang menjadi minder terhadap teknologi yang terus berkembang dengan pesat.  Pernahkah kita melihat kedalam diri kita untuk menemukan potensi yang Tuhan berikan ? Mungkin selama ini kita sibuk melihat kekanan kiri , mengagumi kemampuan orang lain, bahkan mungkin bisa menimbulkan rasa iri hati juga. Tapi sudahkah kita melihat dan mencari kemampuan yang ada dalam diri kira ? Jika kita tidak pernah menyadari hal itu, bisa jadi kita tidak atau belum bersyukur atas potensi yang kita miliki . Selanjutnya , sudahkah kita menggunakan potensi kita untuk menjadi berkat bagi diri kita dan orang  lain?  Teman , ambillah waktu sekarang untuk menemukan dan mengenali talenta yang Tuhan percayakan pada diri kita masig masing . Setelah itu , pikirkanlah bagaimana cara mengembangkannya agar bermanfaat bagi hidup kita dan orang lain, serta bagi dunia. Talenta apa yang saya miliki?

Doa.

Ya Tuhan , mampukan kami untuk bertanggung jawab atas apa yang telah kami peroleh dari -Mu sehingga kami layak sebagai murid murid –  Mu. Amin.

Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan; yaitu supaya kalian saling menaruh cinta kasih,  sebagaimana Aku telah menaruh cinta kasih kepadamu.  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,   ia berbuah banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *