Renungan Harian Katolik Minggu 17 Mei 2020

3,491 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Minggu 17 Mei 2020
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Kis 8:5-8.14-17
Waktu terjadi penganiayaan terhadap jemaat di Yerusalem, Filipus pergi ke suatu kota di Samaria  dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.  Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus  dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua menerima apa yang diberitakannya itu  dengan bulat hati. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat  keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras,  dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.  Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.  Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke sana.  Setibanya di sana kedua rasul itu berdoa,  supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun atas seorang pun di antara mereka,  karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.  Kemudian Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan di atas orang-orang yang percaya itu, dan mereka menerima Roh Kudus.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 66:1-3a.4-5.6-7a.16.20
Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi.
*Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,  mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!  Katakanlah kepada Allah,  “Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu.”
*Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu,
seluruh bumi memazmurkan nama-Mu.”  Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah;  Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia.
*Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang berjalan kaki menyeberang sungai.  Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,
yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya.
*Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takwa pada Allah,  aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku.  Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku,  dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Bacaan II  1Ptr 3:15-18
Saudara-saudara terkasih, kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!  bersiap sedialah setiap saat  untuk memberi pertanggungjawaban  kepada tiap-tiap orang  yang meminta dari kamu  tentang pengharapan yang ada padamu. Tetapi semua itu haruslah kamu lakukan  dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya, karena hidupmu yang saleh dalam Kristus,  mereka yang memfitnah kamu  menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik,  jika hal itu dikehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat.  Sebab Kristus pun telah mati satu kali untuk segala dosa kita. Ia yang benar telah mati untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah;  Ia telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia,  tetapi dibangkitkan menurut Roh.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Yoh 14:23
Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku.  Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Bacaan Injil  Yoh 14:15-21
Pada perjamuan malam terakhir  Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,  “Jikalau kamu mengasihi Aku,  kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa,  dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain,  yaitu Roh Kebenaran, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,  Dunia tidak dapat menerima Dia,  sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia.  Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.  Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.  Aku akan datang kembali kepadamu.  Tinggal sesaat lagi, dan dunia tidak akan melihat Aku lagi.  Tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu bahwa Aku ada di dalam Bapa-Ku, bahwa kamu ada di dalam Aku, dan Aku ada di dalam kamu.  Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku,  dan Aku pun akan mengasihi dia, dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Beberapa kali saya ditanya , mengapa Roh Kudus yang datang pada waktu Yesus dibaptis mengambil lambang merpati, sementara pada hari Pentekosta Roh Kudus turun dalam lambang  “lidah api angin taufan” Pada waktu Yesus dibaptis, turunnya Roh Kudus disusul oleh suara dari langit, “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mu lah Aku berkenan.” Merpati adalah lambang universal untuk kasih, keakraban, damai dan kemesraan. Pesan-Nya jelas : seperti halnya Yesus adalah Anak yang terkasih, demikian pula dengan pembaptisan kita dilahirkan kembali dalam Roh Kudus menjadi anak Allah yang terkasih. Seperti apapun keadaan kita , kekurangan kita, kita tetap saja anak yang dikasihi oleh Allah. Mungkin saja orang lain , bahkan kadang kadang orang tua tidak mencintai kita. Tetapi Allah tidak pernah tidak mencintai kita. Keyakinan dan pengalaman ini dapat menjadi kekuatan dahsyat untuk menjalani peziarahan hidup kita.  Sementara itu, memjelang Pentekosta , para murid  yang akan menerima Roh Kudus berada dalam keadaan yang amat memprihatinkan, Mereka takut kepada orang Yahudi  yang telah membunuh Yesus. Mereka kecewa karena harapan harapan mereka tidak menjadi kenyataan. Mereka bingung karena masa depan mereka tidak jelas lagi. Karena itu, mereka boleh dikatakan lumpuh, tidak berani dan tidak dapat berbuat apa apa. Kepada mereka ini, Roh Kudus turun dalam lambang api yang membakar hati yang beku, dalam lambang angin taufan yang menggoncang. Daya api dan taufan itu membuat mereka bangkit , bebas dari rasa takut, kecewa dan bingung dan dibuat berani mewartakan Kristus yang wafat dan bangkit yang menjadi sumber keselamatan manusia.

Butir permenungan.

Hari Pentekosta mengajak kita merenungkan bagaimana kita mesti membuat keputusan yang harus selalu sesuai  dengan tuntunan Roh Kudus. Patokannya tidak sulit, Apabila seluruh proses keputusan dari awal , proses hingga akhir  membawa buah yang baik, seperti kasih, damai sejahtera, kebaikan, kemurahan dan seterusnya, tentu dapat kita yakini  bahwa keputusan  itu sudah benar dan baik.

Doa.

Ya Roh Kudus, turunlah atas kami semua , Bukalah hati dan pikiran kami umat-Mu, untuk mengerti bahasa cinta yang Kau berikan  kepada kami . Amin.

Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku.  Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

One thought on “Renungan Harian Katolik Minggu 17 Mei 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *