Renungan Harian Katolik Minggu 17 November 2019

149 views

Bacaan Liturgi Minggu 17 November 2019

Bacaan Pertama  Mal 4:1-2a

“Sungguh, hari Tuhan akan datang, menyala seperti perapian!  Maka semua orang yang gegabah  dan setiap orang yang berbuat fasik  akan menjadi seperti jerami,  dan akan terbakar oleh hari yang datang itu,”  firman Tuhan semesta alam,  “akar dan cabang mereka pun tidak akan ditinggalkan. Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran  dengan kesembuhan pada sayapnya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Mzm 98:5-6.7-8.9a.9bc

Tuhan datang untuk mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.

*Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu,  dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!

*Biarlah gemuruh laut dan segala isinya, dunia dan semua yang diam di dalamnya!  Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gemunung bersorak-sorai bersama-sama.

*Biarlah mereka bersorak-sorai di hadapan Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Bacaan Kedua  2Tes 3:7-12

Saudara-saudara, kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami,  karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu.  Kami tidak makan rezeki orang dengan cuma-cuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu.  Bukan karena kami tidak berhak menerima rezeki dari kamu,  melainkan karena kami mau menjadikan diri kami  teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.  Sebab ketika berada di tengah-tengahmu,  kami telah memperingatkan,   ‘Barangsiapa tidak mau bekerja, janganlah ia makan!’  Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.  Orang-orang yang demikian  kami peringatkan dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus,  supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan dari hasil jerih payahnya sendiri.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Luk 21:28

Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

Bacaan Injil  Luk 21:5-19

Sekali peristiwa  ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah

dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu yang indah-indah

dan dengan berbagai barang persembahan, berkatalah Yesus, “Akan  datang harinya  segala yang kamu lihat di situ diruntuhkan, dan tidak akan ada satu batu pun  dibiarkan terletak di atas batu yang lain.”   Lalu murid-murid bertanya kepada Yesus,  “Guru, bilamanakah itu akan terjadi?  Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?”  Jawab Yesus, “Waspadalah, jangan sampai kamu disesatkan.  Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku  dan berkata ‘Akulah Dia’ atau ‘Saatnya sudah dekat.’  Janganlah kamu mengikuti mereka.  Dan bila kamu mendengar tentang perang dan pemberontakan,  janganlah kamu terkejut.   Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”  Kemudian Yesus berkata kepada mereka,  “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan.  Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan.  Dan akan terjadi juga  hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.  Tetapi sebelum semuanya itu   kamu akan ditangkap dan dianiaya. Karena nama-Ku kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat,  dimasukkan ke dalam penjara, dan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa.  Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.  Sebab itu tetap teguhlah di dalam hatimu, jangan kamu memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.  Aku sendirilah yang akan memberikan kamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Kamu akan diserahkan juga oleh orangtuamu,  saudara-saudaramu, kaum keluarga dan sahabat-sahabatmu,  dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh;  karena nama-Ku kamu akan dibenci semua orang   Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Orang bertanya tanya adalah sesuatu yang biasa, baik anak kecil maupun orang dewasa, semuanya bisa bertanya. Apalagi mengenai hal hal yang aneh dan baru, orang tentu akan bertanya. Namun pertanyaan tentang suatu keruntuhan atau kesudahan hidup manusia tidak mudah untuk dijawab.  Inilah situasi akhir zaman yang digambarkan dalam bacaan Injil Lukas hari ini. “Guru, bilamana kah hal ini akan terjadi? Dan apakah tandanya kalau itu akan terjadi”  Pertanyaan “kapan dan bagaimana” kerap kali menghinggapi pikiran kita. Persoalannya apakah dengan jawaban yang jelas lalu kita siap? Apakah kita semakin tenang bila kita mengetahui dengan jelas dan detail mengenai masa depan, atau mengenai akhir hidup kita dan dunia yang kita huni ini? Yesus mengingatkan kita untuk “ waspada “. Orang yang waspada adalah orang yang siap menghadapi segala kemungkinan. Dia bukan orang yang gegabah dan merasa diri kuat. Orang waspada selalu membuat indranya semakin tajam. Segala gerak gerik dan suara yang mencurigakan  selalu di waspadai. Mengapa ? “Saatnya sudah dekat”  Gambaran akhir tahun liturgi yang sebentar lagi kita rayakan dalam Ekaristi menjadi sinyal bagi kita semua. Kita semua satu per satu, juga akan mengakhiri hidup didunia ini  Liturgi kita pada awal bulan November sudah mengingatkan  hal itu dengan dua perayaan : Hari Raya Semua Orang Kudus  dan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Bagaimana dengan diri kita berhadapan dengan akhir zaman?

Butir permenungan

Sekarang ini banyak orang yang melakukan sesuatu dengan kedok atas nama Tuhan. Mereka mengajak untuk melakukan hal hal negatif dengan menggunakan alasan sebagai murid-Nya.  Pengalaman pribadi saya dengan rekan kerja yang seiman. Sebagai pendatang baru, dikota orang, saya merasa senang mempunyai rekan kerja seiman dan berharap bisa bertumbuh bersama dalam iman. Ia sering mengajak saya pergi ke gereja bersama, atau jalan jalan  bahkan menginap di kostnya. Seirang berjalannya waktu, ia mulai menunjukkan karakter aslinya. Ia suka pergi hingga larut malam, minum minuman keras, berfoya foya dan datang terlambat dikantor. Setelah mengetahui hal tersebut, saya berusaha untuk menjaga jarak dengannya. Setiap diajak pergi bersama saya menolaknya. Meski dianggap sombong olehnya, saya tetap berteman dengannya, tetapi tidak lebih dari rekan kerja di kantor. Saya bersyukur karena Tuhan memperingatkan saya sebelum saya ikut terjerumus. Saya percaya Roh Kudus yang memimpin  dan menjaga saya sehingga saya tidak terjatuh dalam hal  hal yang negatif sekaligus bisa tetap menjaga relasi dengn teman tersebut.  St. Teresa dari Avila pernah berkata , “ Bila segalanya menjadi berat, pandanglah salib Kristus, memandang salib Kristus berarti belajar untuk mengusahakan segala sesuatu dengan rela demi kasih kepada Kristus”  Memang hidup didunia ini tidak lepas dari penderitaan, namun bukan berarti kita menyerah terhadap penderitaan yang menimpa kita. Penderitaan memang tidak menyenangkan , namun bila semuanya ditanggung karena kasih kepada Kristus, maka salib yang berat itu menjadi ringan.

Doa

Ya Tuhan yang baik, anugerah kan kita kekuatan untuk tetap setia kepada-Nya dan berani menanggung segala kesulitan. Amin.

Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *