Renungan Harian Katolik Minggu 19 Juli 2020

3,335 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Minggu 19 Juli 2020
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Keb 12:13.16-19
Selain Engkau,  tidak ada Allah yang memelihara segala-galanya,  sehingga Engkau harus membuktikan kepadanya  bahwa Engkau menghukum dengan adil.  Asas keadilan-Mu ialah kekuatan-Mu, dan karena berdaulat atas semuanya  maka Engkau bersikap lunak terhadap segala sesuatu.  Kekuatan-Mu hanya Kauperlihatkan  apabila orang tak percaya akan kepenuhan kekuasaan-Mu, orang yang berani menentang kekuasaan-Mu Kaupermalukan. Tetapi, meskipun Engkau Penguasa yang kuat, Engkau mengadili dengan belaskasihan,  dan dengan sangat murah hati memperlakukan kami.  Sebab kalau mau, Engkau dapat berbuat apa saja. Dengan berlaku demikian Engkau mengajar umat-Mu, bahwa orang benar harus sayang akan manusia.  Anak-anak-Mu Kauberi harapan yang baik ini:  Apabila mereka berdosa, Kauberikan kesempatan untuk bertobat.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 86:5-6.9-10.15-16a
Ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan mengampuni.
*Ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setia-Mu berlimpah bagi semua yang berseru kepada-Mu.  Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.
*Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan; mereka akan memuliakan nama-Mu.  Tuhan, sungguh besarlah Engkau!  Engkau melakukan keajaiban-keajaiban,  hanya Engkaulah Allah!
*Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah pengasih dan penyayang,  Engkau sabar dan berlimpah kasih setia. Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berikanlah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu.

Bacaan II  Rom 8:26-27
Saudara-saudara,  Roh membantu kita dalam kelemahan kita.   Sebab kita tidak tahu  bagaimana sebenarnya harus berdoa. Tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah  dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.  Dan Allah yang menyelami hati nurani, mengetahui maksud Roh itu,   yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah,  berdoa untuk orang-orang kudus.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Mat 11:25
Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena misteri Kerajaan Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Bacaan Injil  Mat 13:24-43
Sekali peristiwa  Yesus membentangkan suatu perumpamaan kepada orang banyak,  kata-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih baik di ladangnya.  Tetapi pada waktu semua orang tidur,  datanglah musuhnya  menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.  Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir,  nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu dan berkata kepadanya,  “Tuan, bukankah benih baik yang Tuan taburkan di ladang Tuan?  Dari manakah lalang itu?  Jawab tuan itu, ‘Seorang musuh yang melakukannya!’  Lalu berkatalah hamba-hamba itu, ‘Maukah Tuan, supaya kami pergi mencabuti lalang itu?’  Tetapi ia berkata,  ‘Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut  pada waktu kamu mencabuti lalangnya.  Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai,  ‘Kumpulkanlah dahulu lalang itu  dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandumnya ke dalam lumbungku!”  Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi,  yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.  Memang biji itu yang paling kecil di antara segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh,  sesawi itu lebih besar daripada sayuran lain,  bahkan menjadi pohon,  sehingga burung-burung di udara datang bersarang  pada cabang-cabangnya.”  Dan Yesus menceriterakan perumpamaan ini lagi kepada mereka,  “Hal Kerajaan Surga itu seumpama ragi  yang diambil seorang perempuan  dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat  sampai seluruhnya beragi.”  Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak  dalam perumpamaan.  Ia tidak menyampaikan apa pun kepada mereka  kecuali dengan perumpamaan.  Dengan demikia n digenapilah firman yang disampaikan oleh nabi:
Aku mau membuka mulutku untuk mengatakan perumpamaan,
Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi  sejak dunia dijadikan.”
Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang.  Para murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya,  “Jelaskanlah kepada kami  arti perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”  Yesus menjawab, “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia.  Ladang ialah dunia.  Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan,  dan lalang adalah anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai itu malaikat.  Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api,  demikian juga pada akhir zaman.  Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya,  dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan  dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.  Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api.  Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.  Pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari  dalam Kerajaan Bapa mereka.  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Sejak kecil sampai usia remaja, Adi mudah sekali peduli terhadap sesamanya. Apapun yang ada ditangannya, entah itu kue, mainan, aneka buku yang dipunyainya bahkan pakaian yang dia sukai rela diberikan atau dipinjamkan kepada temannya.  Dalam perjalanan waktu, Adi mudah sekali melakukan hal hal yang kurang tepat. Misalnya, menerima tawaran teman temannya untuk ikut melakukan hal hal yang tidak luhur. Atau tiba tiba dia meluapkan emosi yang berkelebihan hanya karena masalah sepele. Ia juga mudah acuh tak acuh sehingga mengganggu relasi yang baik, yang selama ini sudah dipupuk  bersama teman temannya. Namun yang menarik dari kepribadian Adi, dia mudah sadar akan apa yang telah dia lakukan itu dan kalau dinasehati dia mau mendengarkan dan bersedia memperbaiki diri. Adi bisa diajak berdialog hingga pada akhirnya dia tumbuh dewasa dengan kepribadian yang cukup matang. Adi yang dewasa tetap memperhatikan sesama dengan cara dan ungkapan yang dapat diterima oleh siapapun yang bergaul dengannya.  Injil hari ini mengisahkan mengenai benih gandum dan benih ilalang yang tumbuh bersama dalam satu lahan atau tempat . Tanaman gandum tumbuh subur dan ilalangpun tumbuh subur bahkan jika kita perhatikan baik baik, jumlah tangkai batang gandum lebih sedikit dari pada tangkai ilalang.  Dalam bacaan pertama ditunjukkan dengan sangat jelas bahwa Allah sendiri melihat perbuatan manusia. Bahkan pada perbuatan yang paling tersembunyi sekalipun Allah dapat melihat-Nya, Oleh sebab itu, dengan berbuat baik seperti yang dikhotbahkan  Nabi Yeremia mengenai Bait Suci, dari sana banyak hal yang bisa kita gali untuk dijadikan sarana belajar mencintai, menerima, menghormati serta mengucap syukur atas campur tangan Allah. Dengan demikian , tampaklah bulir bulir gandum yang berisi atau bernas dan akhirnya dikumpulkan didalam lumbung para petani yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kerajaan Surga sendiri.

Butir permenungan.

Mari kita mohon rahmat Allah agar kita mau dan mampu bekerja sama dengan Allah melalui rahmat rahmat-Nya. Sadar akan perlunya bantuan rahmat Allah, seperti Adi yang terus menerus berubah dan bertobat, kita akan menghasilkan benih gandum yang berkenan kepada Allah dan berguna bagi sesama.

Doa.

Ya Tuhan yang maha baik, berilah kami umat-Mu kemampuan untuk selalu berubah menjadi lebih baik dan lebih setia serta tekun melaksanakan kehendak-Mu .  Amin.

Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan  bumi, karena misteri Kerajaan Engkau nyatakan 

kepada orang kecil.

15 thoughts on “Renungan Harian Katolik Minggu 19 Juli 2020

  1. Puji syukur tuhan YESUS dengan renungan-MU hari ini. Engkau tidak membiarakanku sendiri dengan beban pikiran-ku yang kacau. Dalam diriku berkata akan meringankan-ku

  2. Semoga Tuhan selalu menyertai kita ke jalan yang benar dan mengampuni segala dosa yang kita perbuat Amin.

  3. Yesus sdh membuka sebuah fakta bagi kita bahwa anak-anak Allah memang harus hidup berdampingan dengan lalang(Orang Yang Tidak Percaya) tugas kita bukan menyingkirkan mereka karena kita bukan orang yang tepat untuk menilai,tugas kita adalah mengampuni mereka.Jangan sekali-sekali kuatir karena takut disingkirkan oleh lalang sebab keselamtan anak-anak Allah dijamin oleh Allah sendiri.

    1. dalam diri kita juga ada ilalang loh bu.. jadi jangan sampai ilalang dalam diri kita lebih dominan

  4. Dari bacan diatas sy menyimpulkan bahwa”kita sebagai umat manusia harus selalu sabar dlm menghadapi masala bagaimanapun kondisinya.Jika org lain perlakukan kita dgn kasar mkn kita tdk bole membalas dgn cara yg kasar pula tp, kita harus bls dan kebaikan dan ketulusan

    1. betul bu, yang ibu kemukakan merupakan salah satu cara untuk merawat Gandum dalam diri kita, supaya ilalang tidak menjadi dominan dalam hati kita.

  5. Trimakasih renungannya Romo, smoga benih-benih kebaikan slalu tumbuh di dalam hati kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *