Renungan Harian Katolik Minggu 2 Agustus 2020

1,599 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Minggu 2 Agustus 2020
PF S. Petrus Yulianus Eymard, Imam PF S. Eusebius Vercelli, Uskup PF S. Eusebius Vercelli, Uskup
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Yes 55:1-3
Beginilah firman Tuhan,  “Hai kamu semua yang haus,  marilah dan minumlah!  Dan kamu yang tidak mempunyai uang, marilah!  Terimalah gandum tanpa uang pembeli, dan makanlah; minumlah anggur dan susu tanpa bayar. Mengapa kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti?  Dan mengapa upah jerih payahmu kaubelanjakan  untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?  Dengarkanlah Aku,  maka kamu akan mendapat makanan yang baik,  dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu, dan datanglah kepada-Ku;  dengarkanlah, maka kamu akan hidup!  Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu,  menurut kasih setia yang teguh,  yang Kujanjikan kepada Daud.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 145:8-9.15-16.17-18
Engkau membuka tangan-Mu, ya Tuhan,  dan memuaskan kami.
*Tuhan itu pengasih dan penyayang,  panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.  Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
*Mata sekalian orang menantikan Engkau,  dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya,  Engkau membuka tangan-Mu  dan berkenan mengenyangkan segala yang hidup.
*Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya  dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.  Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya,  pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan II  Rom 8:35.37-39
Saudara-saudara,  siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?  Penindasan atau kesesakan?  Penganiayaan?  Kelaparan?  Ketelanjangan?  Bahaya?   Atau pedang?  Dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang,  oleh karena Dia yang telah mengasihi kita.  Sebab aku yakin,  baik maut maupun hidup,  malaikat – malaikat maupun pemerintah-pemerintah,  baik yang ada sekarang maupun yang akan datang,  atau kuasa-kuasa, baik yang di atas maupun yang di bawah,  atau sesuatu makhluk lain mana pun tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah  yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Mat 4:4b
Manusia hidup bukan saja dari roti,  melainkan juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Bacaan Injil  Mat 14:13-21
Sekali peristiwa,  Setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Yesus; dengan perahu   Ia  bermaksud mengasingkan diri ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya, dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat  dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.  Menjelang malam para murid datang kepada Yesus dan berkata,  “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi  supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.”  Tetapi Yesus berkata kepada mereka,  “Tidak perlu mereka pergi!  Kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka,  “Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan.”  Yesus berkata, “Bawalah ke mari!” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Setelah itu Yesus mengambil kelima roti dan kedua ikan itu. Sambil menengadah ke langit diucapkan-Nya doa berkat, dibagi-bagi-Nya roti itu  dan diberikan-Nya kepada murid-murid-Nya. Para murid lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak. Mereka semua makan sampai kenyang.  Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan, ada dua belas bakul penuh. Yang turut makan kira-kira lima ribu orang pria;  tidak termasuk wanita dan anak-anak.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Kemerdekaan adalah anugerah Tuhan dan hasil usaha manusia  Dianugerahkan karena setiap orang dipanggil untuk merdeka, diusahakan manusia karena kemerdekaan adalah sesuatu yang harus diisi dan dimaknai. Anugerah menjadi sia sia ketika tidak disyukuri dengan pemaknaan. Kemerdekaan menjadi “penjara” ketika rasa peduli mati suri didalam diri.  Santo Alfonsus dipanggil Tuhan menjadi seorang pengacara yang handal. Ia dipanggil untuk memerdekakan orang yang terjerat dalam tuduhan dan desakan hukum. Ilmu menjadi sarana mendidik orang pada kebenaran dan pekerjaan. Ilmu menjadi tempat untuk membuktikan karya mulia yaitu melayani. Tuhan tidak hanya memakai Alfonsus dalam karya manusiawi belaka. Ia dipilih Tuhan menjadi pembebas jiwa lewat hidup membiara. Karya pembebasan dan pencerahannya semakin berkembang dan berbuah ketika bekerja buat Tuhan. Sesama dituntun pada jalan, kebenaran dan hidup , jiwa jiwa diselamatkan dari kematian kekal.  Injil hari ini membuktikan kepada dunia bahwa mukzijat  selalu terjadi dalam kehidupan. Setiap karya yang dilakukan bersama Tuhan akan berbuah melimpah. Memberi lima ribu orang makan tanpa kekurangan suatu apapun, mungkin bisa dilakukan kalau  kita berlimpah uang dan makanan. Tetapi , jika dari dua ikan dan lima roti saja untuk jumlah yang sedemikian banyak adalah kemustahilan. Inilah kenyataan hidup dan keterbatasan manusiawi. Manusia mengatakan . Keinginan tanpa batasnya , tetapi kemampuan sangat terbatas. Iman mengatakan : Bagi anda tidak mungkin , bagi Tuhan selalu mungkin.

Butir permenungan.

Yesus memberi makan lima ribu orang adalah suatu kebenaran  bahwa ia membebaskan mereka dari rasa lapar pada saat itu, Namun , bukan kemampuan memberi makan yang mau ditunjukkan lewat Injil ini. Yang mau diajarkan  dan diimani adalah, Yesus bisa melakukan apa saja selama kita percaya dan tetap berharap kepada-Nya. Iman membuahkan kesetiaan, Kesetiaan melahirkan keselamatan, Iman dan kesetiaan kepada Tuhan memerdekakan kita dari ikatan keraguan, kepicikan, keegoisan dan rasa ketidak mungkin . Sesedikit apapun, yang ada pada kita , bawalah itu kepada Yesus. Jangan ragu. Jika : Dimana ada kemauan disitu ada jalan, kita harus percaya : Dimana ada Yesus, disitu ada jalan, kehidupan dan keselamatan.

Doa.

Ya Tuhan yang mahabaik, berilah kami umat-Mu untuk lebih percaya dan setia kepada –Mu agar kami makin lama makin dekat dengan-Mu. Amin.

Manusia hidup bukan saja dari roti, melainkan juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

3 thoughts on “Renungan Harian Katolik Minggu 2 Agustus 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *