Renungan Harian Katolik Minggu 24 Mei 2020

3,469 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Minggu 24 Mei 2020
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Kis 1:12-14
Setelah Yesus diangkat ke surga,  dari bukit yang disebut Bukit Zaitun kembalilah para rasul ke Yerusalem  yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya. Setelah tiba di kota,  naiklah mereka ke ruang atas tempat mereka menumpang.  Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes,  Yakobus dan Andreas,   Filipus dan Tomas,  Bartolomeus dan Matius,  Yakobus bin Alfeus, Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Dengan sehati mereka semua bertekun dalam doa  bersama dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 27:1.4.7-8a
Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan  di negeri orang-orang yang hidup.
*Tuhan adalah terang dan keselamatanku,  kepada siapakah aku harus takut?  Tuhan adalah benteng hidupku,  terhadap siapakah aku harus gemetar?
*Satu hal telah kuminta kepada Tuhan,  satu inilah yang kuingini;
diam di rumah Tuhan seumur hidupku,  menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati bait-Nya.
*Dengarlah, ya Tuhan, seruan yang kusampaikan,  kasihanilah aku dan jawablah aku!  Wajah-Mu kucari, ya Tuhan,  seturut firman-Mu, “Carilah wajah-Ku!”

Bacaan II  1Ptr 4:13-16
Saudara-saudara terkasih,  bersukacitalah sesuai dengan bagian yang kamu dapat  dalam penderitaan Kristus.  Dengan demikian kamu pun boleh bergembira dan bersukacita  pada waktu Kristus menyatakan kemuliaan-Nya.  Berbahagialah kamu, jika dinista karena nama Kristus,  sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah, ada padamu.  Janganlah ada di antara kamu  yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri,   penjahat atau pengacau.  Tetapi, jika kamu harus menderita sebagai orang Kristen,  maka janganlah malu karena hal itu.  Malah kamu harus memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Yoh 14:18
Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu;  Aku akan datang kembali kepadamu.

Bacaan Injil  Yoh 17:1-11a
Dalam perjamuan malam terakhir  Yesus menengadah ke langit dan berdoa,  “Bapa, telah tiba saatnya:  permuliakanlah Anak-Mu,  supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.  Sama seperti Engkau telah memberi kepada-Nya  kuasa atas segala yang hidup,  demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal  kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.  Inilah hidup yang kekal itu,  yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi  dengan jalan menyelesaikan pekerjaan  yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan.  Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri  dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.  Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang,  yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.  Mereka itu milik-Mu  dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku,  dan mereka telah menuruti firman-Mu.  Sekarang mereka tahu  bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu  berasal dari pada-Mu.  Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku  telah Kusampaikan kepada mereka  dan mereka telah menerimanya.  Mereka tahu benar-benar bahwa Aku datang dari pada-Mu,  dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa,  tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu, dan segala milik-Mu adalah milik-Ku,  dan milik-Ku adalah milik-Mu,  dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.  Dan Aku tidak lagi ada di dalam dunia,  tetapi mereka masih ada di dalam dunia,  dan Aku datang kepada-Mu.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Dalam pribadi Santo Paulus kita menemukan gambaran orang yang patut diteladani dalam mewartakan Injil Tuhan. Kita juga menemukan kegigihan , keteguhan dan kerendahan hati dalam dirinya. Penulis Kisah Para Rasul memberi penegasan kepada kita  bagaimana menjadi pewarta yang tenanan atau profesional sekaligus mengembangkan sikap kerendahan hati. “Dengan segala kerendahan hati aku melayani Tuhan,….. Aku  tidak lalai memberitakan  seluruh maksud Allah kepada kalian” Paulus memberikan wasiat dalam perpisahannya dengan jemaat agar siapa pun yang diserahi tanggung jawab  memelihara iman umat dan melaksanakan kepemimpinan dengan rendah hati dan tidak mencari kepentingan diri sendiri yang utama bahwa Kristus diwartakan dan mengabdi sesama. Yang mengharukan ialah bahwa Paulus berpamitan tidak untuk menyongsong hari depan yang cerah, melainkan hari depan sebagai tawanan Roh saat “penjara dan sengsara menunggu aku” Satu kekuatan Paulus , ia menyerahkan masa depannya hanya kepada Tuhan yakni sebagai tawanan Roh. Entah berhasil atau tidak , entah senang atau sedih, entah enak atau menderita, yang akan terjadi tidaklah penting baginya. Yang terpenting baginya ialah menjalani apa yang dinyatakan Roh Kudus kepadanya.  Pada Injil hari ini, Tuhan Yesus juga berdoa. Namun terutama Yesus sedang mendoakan kita.   Yesus berdoa kepada Bapa agar Bapa senantiasa memelihara kita. Yesus memastikan bahwa milik-Nya ada dalam pemeliharaan Bapa. Dan ini semua tentu  mengalir dari kasih Yesus kepada kita. Yesus juga sadar bahwa Bapa sangat mengasihi kita pula.

Butir permenungan.

Betapa kuat daya kuasa doa itu. Kita tentu percaya, betapa doa kita sangat berdaya dan memiliki dampak yang hebat dalam hidup kita. barangkali anda mempunyai pengalaman, bagaimana dengan doa kita lebih mudah dalam menjalankan tugas  dan pekerjaan kita . Ada aura berkat yang menaungi orang yang banyak berdoa. Kita juga mengalami , betapa doa orang tua kita , doa saudara saudari kita juga ikut melindungi kita. Namun tentu saja yang paling hebat adalah doa Yesus sendiri untuk kita . Dan marilah kita menyadari bahwa kita ini sebenarnya senantiasa dilindungi oleh doa Yesus sendiri . Itulah kekuatan hidup kita.

Doa.

Ya Tuhan yang mahakasih, berilah kami umat-Mu, cinta kasih-Mu yang memungkinkan kami mencintai semua orang, terutama mereka yang membutuhkan uluran hati kami. Amin.

Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu;  Aku akan datang kembali kepadamu.

2 thoughts on “Renungan Harian Katolik Minggu 24 Mei 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *