Renungan Harian Katolik Minggu 29 Maret 2020

2,518 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Minggu 29 Maret  2020
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I  Yeh 37:12-14
Beginilah firman Tuhan Allah,  “Sungguh, Aku akan membuka kubur-kuburmu  dan membangkitkan kamu dari dalamnya, hai umat-Ku. Dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.  Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan,  pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalam dirimu,  sehingga kamu hidup kembali, dan Aku akan menempatkan kamu di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, yang mengatakannya dan membuatnya.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 130:1-2.3-4b.4c-6.7-8
Pada Tuhan ada kasih setia,  Ia banyak sekali mengadakan pembebasan.
*Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan!  Tuhan, dengarkanlah suaraku!  Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian  kepada suara permohonanku.
*Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan,  siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan,  maka orang-orang takwa kepada-Mu.
*Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti,  dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan  lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.
*Lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel
dari segala kesalahannya.

Bacaan II  Rom 8:8-11
Saudara-saudara,  mereka yang hidup dalam daging,  tidak mungkin berkenan kepada Allah.  Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh,  kalau Roh Allah memang tinggal di dalam kamu.  Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, maka ia bukanlah milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada dalam kamu, maka tubuhmu memang mati karena dosa,  tetapi rohmu hidup karena kebenaran.  Dan jika Roh Allah, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati,  diam di dalam dirimu,  maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana  oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Yoh 11:25a.26
Akulah kebangkitan dan hidup, sabda Tuhan.  Setiap orang yang percaya kepada-Ku   tidak akan mati selama-lamanya.

Bacaan Injil  Yoh 11:1-45
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus.  Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.  Maria adalah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.  Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus, “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.”  Mendengar kabar itu Yesus berkata,  “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah,  sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”  Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya serta Lazarus. Namun, setelah didengar-Nya bahwa Lazarus sakit,  Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat di mana Ia berada;  tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya,   “Mari kita kembali lagi ke Yudea.”   Murid-murid itu berkata kepada-Nya,  “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau,  masihkah Engkau mau kembali ke sana?”  Jawab Yesus,  “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari?   Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.  Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.” Demikianlah perkataan-Nya,  dan sesudah itu Yesus berkata kepada mereka,  “Lazarus, saudara kita, telah tertidur,  tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.”  Maka kata murid-murid itu kepada-Nya,   “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.”  Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati,  sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.  Karena itu Yesus berkata dengan terus terang,   “Lazarus sudah mati. Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu,  sebab demikian lebih baik bagimu,  supaya kamu dapat belajar percaya.  Marilah kita pergi sekarang kepadanya!”   Lalu Tomas, yang disebut Didimus,  berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain,  “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.”   Ketika Yesus tiba di Betania,  didapati-Nya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur.  Betania itu tidak jauh dari Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya.  Di situ banyak orang Yahudi telah dating  untuk menghibur Marta dan Maria  berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang,  ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus,  “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini,  saudaraku pasti tidak mati.  Tetapi sekarang pun aku tahu,  bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu  segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.”  Kata Yesus kepada Marta,  “Saudaramu akan bangkit.”  Kata Marta kepada-Nya,  “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup.  Barangsiapa percaya kepada-Ku,  ia akan hidup walaupun sudah mati;  dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku,  tidak akan mati selama-lamanya.  Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta,   “Ya Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah,  Dia yang akan datang ke dalam dunia.”  Sesudah berkata demikian, Marta pergi memanggil saudaranya Maria,  dan berbisik kepadanya, “Guru ada di sana, dan Ia memanggil engkau.”  Mendengar itu, Maria segera bangkit,  lalu pergi mendapatkan Yesus.  Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung.  Ia masih berada di tempat Marta menjumpai-Nya.  Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama Maria di rumah itu untuk menghiburnya melihat Maria tiba-tiba bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur  untuk meratap di situ.  Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia,    tersungkurlah ia di depan kaki Yesus  dan berkata kepada-Nya,  “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Ketika Yesus melihat Maria menangis,  dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia,  maka masygullah hati-Nya.  Ia sangat terharu dan berkata,   “Di manakah dia kamu baringkan?”  Jawab mereka, “Tuhan, marilah dan lihatlah!”  Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi, “Lihatlah, betapa besar kasih-Nya kepadanya!”  Tetapi beberapa orang di antaranya berkata,  “Ia yang memelekkan mata orang buta,  tidak mampukah Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?”  Maka masygullah pula hati Yesus,  lalu Ia pergi ke kubur itu.  Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.  Kata Yesus, “Angkat batu itu!”  Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada Yesus,   “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”   Jawab Yesus, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu:  Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?”  Maka mereka mengangkat batu itu.  Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata,  “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu,  karena Engkau telah mendengarkan Aku.  Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku.  Tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri mengelilingi Aku ini,  Aku mengatakannya,  supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”   Sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras,   “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan,  dan mukanya tertutup dengan kain peluh.  Kata Yesus kepada mereka,   “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”   Banyak di antara orang-orang Yahudi  yang datang melawat Maria  dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus,  percaya kepada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Kisah tentang Lazaeus dibangkitkan menjadi dasar iman kita bahwa hidup atau mati itu ada ditangan Tuhan,  Berita mengenai Lazarus yang sakit keras dan pasti akan meninggal dalam waktu dekat, tidak membuat Yesus segera dating, tetapi justru menunggu sampai Lazarus meninggal. Dengan sengaja setelah menerima berita itu, Ia tinggal dua hari ditempat Ia berada, Dengan demikian ada kesempatan bagi-Nya untuk menyatakan kemuliaan dan mewahyukan Diri. Memang setiap mukzijat yang dilakukan bukan untuk menyelamatkan orang secara fisik belaka, melainkan dan terutama menjadi sarana untuk menyatakan Diri agar orang mengenal siapa Dia dan percaya kepada-Nya. Maria yang menyongs ong Dia amat menyayangkan keterlambatan Dia dating, sehingga Lazarus sudah keburu mati. Dialog Yesus dengan Marta menunjukkan bahwa Marta masih belum percaya akan Yesus memiliki kuasa untuk menghidupkan Lazarus, karena menurutnya hanya Allah yang mempunyai kuasa untuk itu. Namun tampak juga ada kepercayaan dalam diri Marta , bahwa permohonan Yesus akan didengar oleh Allah karena kedekatan-NYa. Marta juga memiliki pandangan serupa, dengan menyatakan “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini,  saudaraku pasti tidak mati.” Kalau hanya sakit keras atau menjelang mati pasti Yesus berkuasa menyembuhkan seperti terjadi pada mukzijat mukzijat penyembuhan.  Kisah selanjutnya mewartakan dan menegaskan bahwa Yesus mempunyai kuasa yang sama dengan Allah. Ia membangkitkan Lazarus dari mati, bahkan setelah empat hari. Dan karena kuasa yang ditunjukkan-Nya itu, banyak diantara orang Yahudi percaya kepada-Nya. Sebagai orang beriman kepada Kristus , kita percaya bahwa Ia memiliki kuasa setinggi dan sebesar kuasa Allah, karena Dialah Allah Putra. Ia berkuasa atas kehidupan setiap orang. Maka kita percaya bahwa hidup ini ada dalam tangan-Nya. Kematian fisik mestinya bukan sesuatu yang perlu ditakuti, karena bagi orang yang percaya kepada-Nya, ada kehidupan dan keselamatan, Karena Ia hidup selama lamanya , bersatu dengan Dia berarti hidup selama lamanya.  Sikap yang tepat yang meski kita ambil  adalah menyerahkan dan mempercayakan diri pada-Nya. Selama masa Pra Paskah ini kita mesti membangun dan mengembangkan sikap itu.

Doa.

Ya Allah, sumber kehidupan sejati, kami bersyukur karena kehadiran Yesus Kristus , Putra-Mu, Kami mohon semoga Ia sungguh menjadi santapan jiwa yang menguatkan kami untuk berziarah menuju kepada-Mu. Sebab Dialah Tuhan Pengantara kami. Amin.

Akulah kebangkitan dan hidup, sabda Tuhan.  Setiap orang yang percaya kepada-Ku   tidak akan mati selama-lamanya.

4 thoughts on “Renungan Harian Katolik Minggu 29 Maret 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *