Renungan Harian Katolik Minggu 3 Mei 2020

6,085 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Minggu 3 Mei 2020
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Kis 2:14a.36-41
Pada hari Pentakosta  bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada orang-orang Yahudi, “Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti  bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu,  menjadi Tuhan dan Kristus.”  Ketika mereka mendengar hal itu,  hati mereka sangat terharu,  lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain,   “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?”  Jawab Petrus kepada mereka, “Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing  memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu;  maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.   Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh,  yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”    Dengan banyak perkataan lain lagi  Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh,  dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya,  “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini!”    Orang-orang yang menerima perkataan Petrus itu  memberi diri dibaptis,  dan pada hari itu  jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6
Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.
*Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.  Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.  Ia membimbing aku ke air yang tenang,  dan menyegarkan daku.
*Ia menuntun aku di jalan yang lurus,  demi nama-Nya yang kudus.
Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,  aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.  Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
*Engkau menyediakan hidangan bagiku,  di hadapan segala lawanku.
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,  pialaku penuh melimpah.
*Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku,  seumur hidupku.  Aku akan diam dalam rumah Tuhan  sepanjang masa.

Bacaan II  1Ptr 2:20b-25
Saudara-saudara terkasih,  Jika kamu berbuat baik dan karena itu harus menderita,  itu adalah kasih karunia pada Allah.  Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu,  dan telah meninggalkan teladan bagimu,  supaya kamu mengikuti jejak-Nya.  Ia tidak berbuat dosa,  dan tipu muslihat pun tidak ada dalam mulut-Nya.  Ketika dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki.   Ketika menderita, Ia tidak mengancam, tetapi menyerahkannya kepada Dia,  yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita  di dalam tubuh-Nya di kayu salib,   supaya kita, yang telah mati terhadap dosa,  hidup untuk kebenaran.  Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah disembuhkan.  Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali  kepada gembala dan pemelihara jiwamu.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Yoh 10:14
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan. Aku mengenal domba-domba-Ku,  dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Bacaan Injil  Yoh 10:1-10
Sekali peristiwa  Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Aku berkata kepadamu:  Sesungguhnya, siapa yang masuk ke dalam kandang domba  dengan tidak melalui pintu tetapi dengan memanjat tembok,  ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok.  Tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu, dan domba-domba mendengarkan suaranya;  ia memanggil dombanya masing-masing menurut namanya,  dan menuntunnya ke luar. Jika semua domba telah dibawanya ke luar,ia berjalan di depan mereka, dan domba-domba itu mengikuti dia,  karena mereka mengenal suaranya.  Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”  Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti  apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.  Maka kata Yesus sekali lagi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku,  adalah pencuri dan perampok,  dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.  Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat; ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput.
Pencuri datang hanya untuk mencuri,  membunuh dan membinasakan;
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Ada orang yang beberapa kali harus putus cinta karena macam macam kejadian. Entah temannya itu beda agama, entah teman kemudian ternyata kurang cocok karakternya, ataupun sebab lain lagi. Tetapi pada suatu , orang tersebut berkata: ”Inilah orang yang dikehendaki Tuhan menjadi pasanganku”.  Lain kali ada orang yang masuk biara lalu keluar , masuk ke kongregasi lainnya  ehh keluar lagi, dan akhirnya pada kongregasi yang ketiga ia merasa cocok dan bahagia disitu. Cerita begini ya ada, mungkin orang tersebut baru bisa berkata : “ Akhirnya kuketemukan kehendak Allah, dimana aku harus hidup membiara.” Menemukan dan memahami kehendak Tuhan sering perlu waktu lama dan sering dengan jalan yang berliku. Ungkapan ini tampaknya juga bisa dikenakan pada Gereja Perdana yang memerlukan waktu untuk memahami kehendak Tuhan  mengenai pewartaan Injil bagi segala bangsa. Sebenarnya , perintah Yesus sebelum naik ke surga sangat jelas, bahwa Injil harus diwartakan ke segala bangsa. Tetapi para rasul tidak mengerti, Buktinya pada bacaan pertama hari ini, masih terjadi perselisihan pendapat mengenai pertobatan orang orang non Yahudi kepada Injil Yesus Kristus. Petrus saja sebagai pemimpin para rasul , Paus pertama, tidak cepat menangkap kehendak Tuhan. Petrus mesti mengalami penglihatan sampai tiga kali, hingga akhirnya mengerti melalui pembaptisan Kornelius, orang Romawi, bahwa Tuhan menghendaki pewartaan Injil kepada bangsa bangsa non Yahudi juga. “Jadi kepada bangsa bangsa lainpun Allah mengkaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”  Kita harus mengakui bahwa banyak kali kita membutuhkan waktu yang lama untuk dapat mengerti dan memahami kehendak Tuhan atas hidup kita, atas hidup orang orang yang kita kasihi. Tetapi syukur kepada Allah, Dia selalu sabar dengan kita dan Allah selalu tidak berhenti memberi tanda yang menunjukkan kepada kehendak-Nya. Yang perlu dari kita ialah terbuka dan rela dibimbing oleh Roh Kudus.

Doa.

Ya Tuhan yang mahakuasa, bantulah kami umat-Mu untuk bersabar guna mengerti dan memahami kehendak-Mu atas hidup kami dan hidup orang yang kami kasihi. Amin.

Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan. Aku mengenal domba-domba-Ku,  dan domba-domba-

Ku mengenal Aku.

6 thoughts on “Renungan Harian Katolik Minggu 3 Mei 2020

  1. YA TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, YA BUNDA MARIA BUNDA PENOLONG ABADI JAGALAH KAMI SELALU SERTA SERTA BADAI INI CEPAT BERLALU. AMIN. SELAMAT BERHARI MINGGU.. TUHAN MEMBERKATI 🙏🙏🙏

  2. Yesus ,semoga dengan sabdaMu hari ini semoga kami semakin menyadari dan percaya bahwa Engkau adalah Gembala yang baik,semoga kami sekeluarga selalu dalam naungan kasih KegembalaanMu…Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *