Renungan Harian Katolik Minggu 5 Juli 2020

1,636 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Minggu 5 Juli 2020
PF S. Antonius Maria Zaccaria, Imam
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Za 9:9-10
Beginilah firman Tuhan,  “Bersorak-sorailah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem!  Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya.  Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.  Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim,  Ia akan memusnahkan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan ia lenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut, dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 145:1-2.8-9.10-11.13cd-14
Aku hendak memuji nama-Mu, ya Allah, Rajaku,  selama-lamanya.
*Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku,  aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya.
*Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
*Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,  dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
*Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.  Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.

Bacaan II  Rom 8:9.11-13
Saudara-saudara,  kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, kalau Roh Allah memang tinggal dalam dirimu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukanlah milik Kristus. Dan jika Roh Allah,  yang membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, diam di dalam dirimu, maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana  oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu. Jadi, saudara-saudara,  kita ini orang berhutang,  tetapi bukan kepada daging supaya hidup menurut daging.  Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati.  Tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kamu akan hidup.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Mat 11:25
Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi,  sebab misteri Kerajaan Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Bacaan Injil  Mat 11:25-30
Sekali peristiwa  berkatalah Yesus,  “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan  Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai,  tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang-orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya.  Marilah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati.  Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

“Aku bersyukur kepadaMu Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”   Tuhan Yesus bersabda dalam MATIUS    11   25 Mereka yang tergolong atau termasuk kecil, miskin, bodoh dan berkekurangan pada ummnya lebih memiliki kerterbukaan dan kerendahan hati daripada yang besar, kaya, pandai dan berlebihan, lebih-lebih ketika mereka didekati atau disapa dengan dan dalam cintakasih.   Sebagai contoh adalah anak kecil / bayi.    Anak kecil / bayi ketika didekati atau diperlakukan dalam dan oleh kasih siapapun pasti akan menyerahkan diri seutuhnya tanpa takut atau was-was. Demikian juga orang-orang miskin atau rakyat kecil ketika diminta bantuannya pasti dengan siap dan ceria menanggapinya. Orang-orang desa atau pelosok pada umumnya juga hidup dalam persaudaraan sejati, yang antara lain nampak dalam gotong-royong atau bekerja bersama membuat rumah, memperbaiki jalan dst, tanpa dibayar atau diberi imbal jasa.  Kami merasa dan mengalami bahwa mereka yang kecil, miskin dan berkekurangan lebih kaya akan perhatian terhadap sesamanya, dengan kata lain hatinya lebih berperan daripada otaknya.   Juga dalam Matius 18 Tuhan Yesus bersabda : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  “Marilah datang kepadaKu, mereka yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah dari padaKu, karena hatiKu lemah lembut dan rendah hati  dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Mat 11: 28-29), demikian sabda Yesus. Marilah sabdaNya ini kita renungkan dan hayati dalam hidup kita sehari-hari. Kita semua dipanggil untuk hidup dan bertindak dengan lemah lembut dan rendah hati, keutamaan dasar dan utama bagi umat beriman. Ketenangan jiwa dan lemah lembut serta rendah hati bagaikan mata uang bermuka dua, dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan. Orang yang lemah lembut dan rendah hati akan semakin tenang jiwanya, sebaliknya orang yang tenang jiwanya akan semakin lemah lembut dan rendah hati. Marilah belajar pada Hati Yesus yang terluka atau ditusuk oleh tombak serta kemudian dari HatiNya keluar air dan darah segar, lambang  kehidupan dan keceriaan atau kebahagiaan.

  • Berdevosi atau berbakti kepada Hati Kudus Yesus berarti dari hati kita keluar apa yang menghidupkan dan menyegarkan, dan secara konkret semua sepak terjang, kesibukan atau pelayanan kita senantiasa menghidupkan dan menyegarkan orang lain.
  • Berdevosi kepada Hati Kudus Yesus berarti hidup dengan penuh syukur dan terima kasih.
  •    Bersama dengan Yesus beban seberat apapun akan menjadi ringan karena kita memikulnya bersama  Yesus   Tuhan mengajak kita untuk bertobat, menyesali kekurangan dan dosa dosa kita, mendorong kita untuk melepaskan diri dari belenggu nafsu yang menyesatkan, mengajar kita untuk hidup sederhana, mensyukuri segala anugerah-Nya dan membantu orang yang menderita.  Kita sebagai umat yang dekat dengan gereja yang ada kapel Adorasi Abadi, sewajarnya bersyukur karena dekat dengan Tuhan yang selalu menantikan kedatangan kita.  Seringlah mengujunginya karena Tuhan  bahagia karena kita  mau meluangkan waktu bersama-Nya.  Betapa Hati-Nya  yang Suci ini terhibur, kala melihat diri kita meninggalkan segala sesuatu yang lain  supaya berada bersama-Nya saat itu. Tuhan  akan menganugerahkan kepada kita ganjaran yang jauh melebihi harapan  kita. Tuhan telah mengaruniakan kepada kita berbagai karunia, dan ketika kita  menggunakan karunia karunia ini, karunia ini semakin berkembang. Ingatlah kita akan anak lelaki yang memberikan  Tuhan lima roti dan dua ikan? Berapa banyak orang yang Tuhan kenyangkan dengan itu?  Tuhan  akan menerima dan menggunakan apapun yang kita  persembahkan kepada-Ku.  Tuhan bersabda : Berikanlah tanganmu, ulurkanlah kepada-Ku, Aku akan memberkatinya dan membuatnya selalu terbuka bagi sesama. Berikanlah matamu, Aku akan memberkatinya agar dapat melihat kebutuhan orang lain dan menanggapinya. Berikanlah suaramu, Aku akan memberkati dan menggunakannya sehingga mereka yang mendengar suaramu akan dipenuhi dengan sukacita dan kasih sayang. Berikanlah hatimu sebagaimana Aku telah  menganugerahkan hati-Ku kepadamu sehingga Aku dapat  mengasihi mereka melalui dirimu. Percayalah Tuhan yang  menguasai segalanya, Tuhan mencintai kita dengan kasih yang  utuh dan tanpa syarat,  Percayalah kepada Tuhan, percayalah pada kasih-Nya, percayalah kepada Kekuatan-Nya.  Tuhan mencintai kita sepenuhnya, dan Tuhan tak akan membiarkan kita seperti anak yatim piatu,
  • Biarkanlah Tuhan merawat luka luka jiwa kita, Sentuhan dan perawatan-Nya  membawa kesembuhan,
  • Biarkanlah Tuhan melindungi kita dengan Darah-Nya yang sangat berharga,  Darah-Nya, cinta-Nya yang tercurah yang telah membersihkan dan memurnikan diri kita.

     Tuhan mempunyai banyak rahmat untuk dicurahkan keatas anak anak Tuhan, tetapi banyak yang menolak untuk datang dan menerimanya agar disembuhkan. Janganlah kita ikut yang menolak  namun ikutlah yang menerima agar kita semakin dekat dengan Tuhan.  Ada ajakan untuk ikut mengangkat beban yang dipanggul Yesus, ikut memikul yang dipikulnya. Menerima ajakan seperti ini melegakan. Kenapa? Bila mau pakai pikiran orang biasa, ya mestinya karena yang berat-berat sudah dipikulnya sendiri. Kita ini akan ikut memanggul beban bukan pertama-tama untuk ikut berkorban, ikut menderita, dst., melainkan sebagai tanda terima kasih bahwa dia sudah mau menjalankan tugas yang diberikan Bapanya itu. Kita sudah menikmati hasil jerih payahnya. Dan ungkapan terima kasih inilah yang mendasari keselamatan kita. Bukankah berterima kasih itu sama dengan mengakui kebaikan? Itulah yang dilakukan Yesus ketika ia bersyukur kepada Bapanya seperti terungkap pada awal bacaan hari ini. Orang yang mampu mengucap syukur akan menemukan jalan lapang. Mereka ini juga bisa mengajak orang lain maju terus. Itulah keleluasaan batin orang beriman.  “Mari datang kepada-Ku, semua yang letih-lesu dan berbeban berat;  Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Untuk dirimu aku menjadi manusia, untuk dirimu Aku hidup, untuk dirimu Aku wafat, untuk dirimu Aku bangkit kembali, Untuk dirimu Aku bertahta di Altar ini. Aku tahu penderitaan tersembunyi dipikiranmu, ketakutan tak  terlihat di kedalaman hatimu, keragu raguan, kecemasan, dan penderitaan setiap hati manusia dihadapan-Ku, Aku mengetahui kelaparan orang  miskin, kesedihan orang yang kesepian, kepahitan orang yang ditolak dan kegalauan orang yang terbelenggu, Andaikan mereka memahami kekuatan dan cinta-Ku. Datanglah segera, mohonlah kekuatan dan cinta itu, bukan saja untuk dirimu tetapi juga untuk yang lain.  Hantarlah kepada-Ku orang yang lapar, yang cacat,  yang terjatuh, yang tertindas, yang cinta kekerasan dan yang sombong. Hantarlah semua orang kepada-Ko. Aku tidak menikmati penderitaan umat-Ku Aku datang untuk membawa pembebasan dan keselamatan. Anak-Ku, percayalah kepada-Ku dan jadilah rasul-Ku dalam doa dan karya nyata  Semoga jangan pernah iman akan Allah dan hidup beragama kita alami sebagai suatu beban, melainkan sebaliknya sebagai suatu pembebasan, suatu kelegaan, suatu kegembiraan yang dianugerahkan Allah kepada kita yang adalah orang-orang pilihan-Nya.

Doa.

Ya Tuhan Yesus yang maha baik, mampukanlah kami umat-Mu untuk selalu kuat memikul salib kehidupan kami. Jangan biarkan kami sendirian berjuang didunia ini . Amin.

 

 

 

 

 

Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi,  sebab misteri Kerajaan Engkau nyatakan kepada orang kecil.

One thought on “Renungan Harian Katolik Minggu 5 Juli 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *