Renungan Harian Katolik Rabu 11 Desember 2019

656 views

Bacaan Liturgi Rabu 11 Desember 2019

PF S. Damasus I. Paus

Bacaan Pertama  Yes 40:25-31

Yang Mahakudus berfirman,   “Dengan siapa kalian hendak menyamakan Daku?  Siapa yang setara dengan Daku?   Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah!   Siapa yang menciptakan semua bintang itu? Siapa yang menyuruh mereka keluar seperti tentara,  sambil memanggil nama mereka masing-masing?  Tidak ada satu pun yang tak hadir,  sebab Dia itu mahakuasa dan mahakuat. Hai Yakub, hai Israel, mengapa engkau berkata begini,   “Hidupku tersembunyi dari Tuhan,  dan hatiku tidak diperhatikan Allahku?”  Tidakkah engkau tahu, dan tidakkah engkau mendengar? Tuhan itu Allah yang kekal, yang menciptakan alam semesta.  Tuhan tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu.  Pengertian-Nya tidak terduga. Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada mereka yang tidak berdaya.  Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung. Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lesu.Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 103:1-4.8-10

Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!  Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!  Pujilah Tuhan, hai jiwaku,  janganlah lupakan akan segala kebaikan-Nya!

*Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu!  Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur,

dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!

*Tuhan adalah pengasih dan penyayang,  panjang sabar dan berlimpah kasih setia.  Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita,  atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

Bacaan Injil  Mat 11:28-30

Sekali peristiwa bersabdalah Yesus,  “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Hari ini Yesus memberi kata kata penghiburan kepada kita,” Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu “ Tuhan tahu bahwa hidup didunia ini tidaklah mudah. Ada begitu banyak beban yang mesti kita tanggung seperti perang, bencana alam, sakit penyakit, problem rumah tangga, pekerjaan dan sebagainya. Aneka beban tersebut tentu sangat melelahkan , menguras energi, pikiran dan hati. Tidak jarang , karena tidak kuat dalam  menanggungnya, kita jatuh tersungkur. Kita ingin lepas dari beban beban itu. Namun , semakin kita mencoba untuk melepaskan diri, muncul beban hidup yang baru. Hidup kita seperti tidak bisa lepas dari beban dan tekanan, itu sebabnya Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya sekaligus memberi penghiburan dan kepastian bahwa kita tidak sendirian.  Yesus berkata, “Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”   Kata kata Yesus ini membuat kita bertanya, bagaimana mungkin beban hidup yang rasanya tidak semanis madu itu bisa menjadi enak dan ringan ?  Beban hidup jika dipikul  sendirian , memang akan sangat berat. Namun jika dipikul bersama , beban itu pasti menjadi lebih ringan, apalagi jika Yesus sendiri ikut membantu kita. Beban itu juga akan semakin ringan dan terasa nikmat jika dipikul dengan gembira sambil mengingat bahwa setelah perjalanan yang melelahkan itu ada sebuah akhir yang penuh kebahagiaan, seperti pelangi sehabis hujan.  Tips lain juga Yesus sampaikan dengan berkata, “ Pikullah kuk yang Ku pasang dan belajarlah padaKu.” Ya, kita perlu belajar dari Yesus , Tuhan  dan guru kita, yang setia memikul beban hidup yang lebih berat dari beban hidup apapun, yakni dosa seluruh umat manusia. Kita perlu meneladan Yesus yang kerendahan hati dan tanpa putus asa.   Cinta kasih terhadap manusia dan kesadaran bahwa setelah salib ada sukacita Paskah dihari  ketigalah yang telah membakar semangat Yesus. Untuk itu, kita mesti bangkit dan berjalan lagi dengan kuk dipundak. Mari kita pikul dengan penuh semangat, sebab Tuhan ikut berjalan bersama kita sampai akhir perjalanan hidup yang berat dan penuh tantangan ini. Yesus yang lemah lembut dan rendah hati selalu bersama kita untuk menghibur, menyemangati dan meneguhkan kita.

Butir permenungan.

Salib yang dipikul dengan iman dan diperbaharui akan bernilai kegembiraan bukan penderitaan. Sebaliknya salib yang dilihat semata mata sebacai hukuman akan membuat orang menjauh dari Tuhan. Disini cara pandang kita sebagai orang beriman menjadi sangat penting Untuk itu Yesus menghendaki agar para murid selalu datang kepada-Nya  yang berarti dengan iman yang teguh bersama Yesus , jalan salib itu akan menuntun kita menuju Bapa.  Kesulitan akan selalu kita hadapi namun nilainya akan berbeda bergantung pada kondisi batin seseorang. Kesulitan, tantangan dan penderitaan, dapat menjadi berkat kalau ditanggapi secara positip. Sebaliknya menjadi bencana kalau orang terjebak dalam rasa kasihan pada diri sendiri secara berlebihan . Kita perlu membaharui pemahaman kita tentang salib kehidupan yakni bahwa Allah tidak bercanda  dan tertawa melihat air mata.penderitaan dalam menanggung salib kehidupan kita., tetapi menghendaki kita tetap dekat dengan Dia melalui Yesus  untuk melewati ujian yang kita alami. Tantangan tantangan, dan kesulitan bisa berasal dari orang terdekat yang menyakitkan hati kita atau karena situasi dan kondisi pekerjaan , karir dan lain lain yang mengecewakan. Kita hendaknya tetap mengasihi Allah  dan tetap pecaya kepada-Nya sebab Dialah sumber kekuatan dan hidup kita . Kiranya Tuhan memberkati kita.

Doa.

Ya Tuhan Yesus yang maha baik, mampukanlah kami umat-Mu untuk selalu kuat memikul salib kehidupan kami. Jangan biarkan kami sendirian berjuang didunia ini . Amin.

*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!  Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!  Pujilah Tuhan, hai jiwaku,  janganlah lupakan akan segala kebaikan-Nya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *