Renungan Harian Katolik Rabu 11 November 2020

1,351 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Rabu 11 November 2020

PW S. Martinus dr Tours, Uskup
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Tit 3:1-7
Saudara terkasih, Ingatkanlah semua orang agar tunduk pada pemerintah dan para penguasa.  Hendaklah mereka taat dan siap sedia melakukan setiap pekerjaan yang baik. Janganlah mereka memfitnah atau bertengkar. Hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut  terhadap semua orang. Sebab dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. Tetapi ketika telah nyatalah kerahiman dan kasih Allah serta Juruselamat kita, kepada manusia maka kita diselamatkan oleh-Nya.
Hal itu terjadi bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan,  melainkan karena rahmat-Nya berkat permandian kelahiran kembali  dan berkat pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita  lantaran Yesus Kristus, Juruselamat kita.  Dengan demikian kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal sesuai dengan pengharapan kita.
Demikanlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6
Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.
*Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang, dan menyegarkan jiwaku.
*Ia menuntun aku di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam  aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
*Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan segala lawanku.
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh berlimpah.
*Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku  seumur hidupku.  Aku akan diam di dalam rumah Tuhan  sepanjang masa.

Bait Pengantar Injil  1Tes 5:18
Hendaklah kalian mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kalian.

Bacaan Injil  Luk 17:11-19
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem,  Yesus menyusur perkotaan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia.  Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak,  “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”  Yesus lalu memandang mereka dan berkata,  “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam.”  Dan sementara dalam perjalanan mereka menjadi tahir.  Seorang di antara mereka, ketika melihat bahwa dirinya telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu seorang Samaria. Lalu Yesus berkata,  “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir?  Di manakah yang sembilan orang tadi?  Tidak adakah di antara mereka  yang kembali untuk memuliakan Allah  selain orang asing ini?”  Lalu Ia berkata kepada orang itu,  “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Harian Katolik Rabu 11 November 2020

Orang tua berkali kali mengajari anaknya yang masih kecil untuk mengatakan “terima kasih”  saat menerima sesuatu, Ketika sang anak menerima roti dari ditangan dan diam saja, orang tua akan berkata , “ Ayo, bilang apa?”  Lalu anak kecil itu mengatakan “ Terima kasih” Kalau sejak kecil kita sudah kita ajari  ber terima kasih, mengapa sekarang untuk mengucapkan kata “terima kasih” saja sulit sekali. Sepuluh orang sakit kusta dalam Injil hari ini menjadi salah satu contoh, betapa sulitnya orang bersyukur dan ber terima kash. Dari sepuluh itu hanya satu yang kembali dan ber terima kasih . Satu orang itu saja adalah orang Samaria , artinya orang yang disebut kafir, tidak kenal Tuhan. Mungkin juga tidak” ber sekolah”  , tidak terdidik, kendati begitu ia justru tahu terima kasih. Satu orang Samaria yang tahu terima kasih itu menjadi sindiran bagi kita semua. Kita bukan orang kafir, kita orang beriman. Namun , mudahkah mulut kita mengucapkan terima kasih? Bukankah lebih mudah mengucapkan umpatan umpatan atau permohonan – permohonan , yang setelah terkabul juga lupa ber terima kasih? Sikap hidup atau perilaku itu memang harus dilatih,  dibiasakan, dan dipraktekkan, tidak hanya cukup tahu. Bila hanya berhenti pada  “tahu” , ya akan berhenti di otak saja. Bibir dan mulut kita menjadi sulit mengucapkannya. Mari kita cari untuk hari ini , kepada siapa kita sebaiknya ber terima kasih.

Butir butir permenungan

Yesus datang kedunia untuk membebaskan, membantu dan membahagiakan manusia, Karena itu jika ada yang datang kepada-Nya, Yesus hanya memimta satu syarat saja atau tanpa banyak bertanya Yesus mengabulkan permintaan orang itu. Syarat tersebut diberikan dengan sangat mudah, karena ada sesuatu yang lebih penting dari itu, Yesus  menghendaki agar kita  percaya  kepada-Nya. Sikap beriman  kepada Yesus membawa dampak positif yang besar bagi seseorang dan bagi kehidupan bersama.  Karena , itu berarti kita  menerima Yesus sebagai Tuhan dan menerima seluruh ajarannya.

Doa

Ya Allah, ajarilah kami untuk mengungkapkan rasa syukur kami dengan berbagi kasih kepada sesama. Amin.

Hendaklah kalian mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *