Renungan Harian Katolik Rabu 12 Februari 2020

876 views

Renungan Harian Katolik Berdasarkan Kalender Liturgi  Rabu 12 Februari 2020
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  1Raj 10:1-10
Pada suatu ketika  Ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama Tuhan.  Maka datanglah ia hendak menguji Salomo dengan teka-teki.  Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring  yang sangat besar,  dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah,  sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal.  Setelah ia sampai kepada Salomo,  dikatakannyalah segala apa yang ada dalam hatinya kepada Salomo.  Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu;  bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu.  Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo  dan rumah yang telah didirikannya,  makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya,  cara pelayan-pelayan melayani dan berpakaian,  minumannya,  dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah Tuhan, maka tercenganglah ratu itu.  Dan ia berkata kepada raja,  “Benar juga kabar yang kudengar di negeriku  tentang engkau dan tentang hikmatmu!  Tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu  sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnya pun belum diberitahukan kepadaku.  Dalam hal hikmat dan kemakmuran,  engkau melebihi kabar yang kudengar. Berbahagialah para isterimu!  Berbahagialah para pegawaimu, yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! Terpujilah Tuhan, Allahmu,  yang telah berkenan kepadaku sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel!  Karena Tuhan mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan   Mzm 37:5-6.30-31.39-40
Mulut orang benar menuturkan hikmat.
*Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, maka Ia akan bertindak;  Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.
*Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan,  dan lidahnya mengatakan kebenaran. Taurat Allah ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidaklah goyah.
*Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan;  Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Tuhan menolong dan meluputkan mereka  dari tangan orang-orang fasik ; Tuhan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

Bait Pengantar Injil  Yoh 17:17ba
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran.  Kuduskanlah kami dalam kebenaran.

Bacaan Injil  Mrk 7:14-23
Pada suatu hari, Yesus memanggil orang banyak  dan berkata kepada mereka,  “Dengarkanlah Aku dan camkanlah ini!  Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang,  tidak dapat menajiskan dia!  Tetapi apa yang keluar dari seseorang,  itulah yang menajiskannya!” Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!  Sesudah itu Yesus masuk ke sebuah rumah  untuk menyingkir dari orang banyak. Maka murid-murid bertanya kepada Yesus  tentang arti perumpamaan itu.  Yesus menjawab, “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya?  Camkanlah! Segala sesuatu yang dari luar  masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskan dia,  karena tidak masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya,  lalu dibuang di jamban?”  Dengan demikian Yesus menyatakan semua makanan halal.  Yesus berkata lagi,  “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya!   Sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat,  percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan,  hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.  Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Didalam kehidupan sehari hari kita mengenal lawan kata , misalnya  gelap terang, besar kecil, panjang pendek, tinggi rendah dan lain lain. Dalam bidang industri , makanan dan minuman ada label “halal” yang tertera pada bungkus produk makanan atau minuman tersebut. Dengan adanya tulisan tersebut dinyatakan layak dikonsumsi secara sah. Dalam Injil hari ini , Tuhan Yesus berbicara tentang sesuatu yang najis dan tidak najis, halal dan haram.  Dia memberikan pengajaran kepada orang banyak dengan tegas  tentang hal itu . Apa yang dari luar, yang masuk kedalam seseorang tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya” tegas Yesus. Pengajaran Sang Guru itu merupakan sesuatu yang baru, Yesus ingin mengubah cara pandang atau paradigma yang berkembang ditengah masyarakat Yahudi kala itu. Karena sesuatu yang baru , ajaran Yesus itu tidak ditangkap dengan mudah oleh para murid-Nya. Mereka masih bingung atas ajaran tersebut , maka tidak heran kalau para murid kemudian minta penjelasan dar Sang Guru.  Esus dengan sabar menuntun para murid agar sampai pada pemahaman yang benar. Dia memberikan uraian yang lebih detail  “Apa yang keluar dari seseorang , itulah yang menajiskan, sebab dari dalam, dari hati orang , timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian , pembunuhan, perzinaan , keserakahan, kejahatan , kelicikan, hawa nafsu, irihati, hujat, kesombongan, kebebalan”  Dia menegaskan , “ Semua hal hal jahat itu timbul dari dalam dan menajiskan orang”  Bagi Yesus apapun yang masuk kemulut seseorang itu halal.  Semua makanan halal, Yang menajiskan bukanlah soal makanan atau minuman, tetapi apa yang keluar dari dalam hati orang.

Butir permenungan.

Kesehatan hati, sebab dari dalam . dari hati orang , timbul segala pikiran yang jahat (Mrk 7 : 21)  Orang orang Farisi  dan beberapa ahli Taurat merasa kesal karena murid murid Yesus tidak menuruti adat istiadat nenek moyang . Mereka mau menyatakan bahwa tangan murid murid –Nya  yang najis karena tidak dibasuh sebelum makan akan menajiskan pula makanan mereka . Yesus mau menegaskan bahwa yang menajiskan bukanlah hal hal yang lahiriah, namun yang bathiniah . Hati adalah pusat kepribadian manusia . Jika hati tidak dipelihara dengan baik maka muncullah segala daftar dosa berikut ini : percabulan , pencurian , pembunuhan , perzinahan , keserakahan , kejahatan , kelicikan , hawa nafsu . iri hati . hujat , kesombongan . kebebalan , (Mrk 7 : 21-22)   Hal hal inilah yang menajiskan orang . Kesucian manusia tidak hilang karena bersentuhan dengan kenajisan lahiriah , misalnya lewat sentuhan dengan orang / benda yang najis . Kesucian manusia hanya akan hilang akibat dosa. Beberapa hal berikut ini merupakan cara memelihara “ kesehatan hati “

  1. Memberi pujian dengan tulus.
  2. Menganggap orang lain lebih penting dari diri sendiri
  3. Menjadi pendengar yang baik
  4. Bersikap ramah ,
  5. Bermurah hati / senang berbagi.
  6. Hindari mencela /meremehkan orang lain .
  7. Perbuatlah apa yang anda ingin orang lain berbuat kepada anda.
  8. Yang terpenting memiliki waktu pribadi dengan Tuhan baik dalam doa, membaca firman-Nya , adorasi ataupun menerima Sakramen Rekonsiliasi dan Sakramen Mahakudus.  Selamat  “ berolah raga “ untuk menjaga kesehatan hati.

Doa.

 Ya Tuhan , ajarilah kami bersikap bijak dalam tutur kata dan juga peri laku , terlebih bila kami berhadapan dengan sesama kami . Amin .

Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran.  Kuduskanlah kami dalam kebenaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *