Renungan Harian Katolik Rabu 17 Juni 2020

364 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Rabu 17 Juni 2020
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  2Raj 2:1.6-14
Pada waktu itu Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal,  dan ketika mereka ada di kota Yerikho,  Berkatalah Elia kepada Elisa,  “Baiklah engkau tinggal di sini, sebab Tuhan menyuruh aku ke sungai Yordan.”  Jawab Elisa, “Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri,   sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan dikau.” Lalu berjalanlah keduanya.  Lima puluh orang dari rombongan nabi di Yerikho  ikut berjalan dengan mereka.  Tetapi mereka memandang dari jauh,  ketika Elia dan Elisa berdiri di tepi sungai Yordan.  Lalu Elia mengambil jubahnya,  digulungnya dan dipukulkannya ke atas air.  Maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana.  Lalu keduanya menyeberang dengan berjalan di tanah yang kering.  Sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa,   “Mintalah apa yang hendak kulakukan bagimu, sebelum aku terangkat dari padamu.”  Jawab Elisa, “Semoga aku mewarisi dua bagian dari rohmu.” Berkatalah Elia, “Apa yang kauminta itu sukar!  Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu,  akan terjadilah bagimu seperti yang kauminta.  Jika tidak, ya tidak akan terjadi.”  Sedang mereka berjalan terus sambil bercakap-cakap,  tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi  memisahkan keduanya.  Lalu naiklah Elia ke surga dalam angin badai.   Melihat itu berteriaklah Elisa,  “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orang yang berkuda!”  Kemudian Elia tidak kelihatan lagi oleh Elisa.  Maka Elisa merenggut pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua.   Sesudah itu ia memungut jubah Elia yang telah terjatuh.  Lalu Elisa berjalan hendak pulang  dan berdiri di tepi sungai Yordan.  Dipukulkannya jubah Elia yang telah terjatuh itu ke atas air sambil berseru,  “Di manakah Tuhan, Allah Elia?”  Maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana.  Lalu Elisa menyeberang.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 31:20.21.24
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu,  hai semua orang yang berharap kepada Tuhan.
*Alangkah limpahnya kebaikan-Mu  yang telah Kaulakukan di hadapan manusia,  bagi orang yang berlindung pada-Mu!
*Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu  terhadap persekongkolan orang-orang;  Engkau melindungi mereka dalam pondok  terhadap perbantahan lidah.
*Kasihilah Tuhan, hai semua orang yang dikasihi-Nya!  Tuhan menjaga orang-orang yang setiawan,  tetapi orang yang congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.

Bait Pengantar Injil  Yoh 14:23
Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan mentaati sabda-Ku.  Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Bacaan Injil  Mat 6:1-6.16-18
Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda,   “Hati-hatilah,  jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di depan orang, supaya dilihat.  Sebab jika demikian,  kalian tidak memperoleh upah dari Bapamu di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah,  janganlah engkau mencanangkan hal itu,  seperti yang dilakukan orang-orang munafik  di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong,  supaya mereka dipuji orang.  Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’  Tetapi jika engkau memberi sedekah,  janganlah tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi,  maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi  akan membalasnya kepadamu.”    “Dan apabila kalian berdoa,  janganlah berdoa seperti orang munafik.  Mereka suka mengucapkan doanya  dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat  dan pada tikungan-tikungan jalan raya,  supaya mereka dilihat orang.  Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat  upahnya.’  Tetapi jikalau engkau berdoa,  masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu,  dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.  Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi  akan membalasnya kepadamu. “Dan apabila kalian berpuasa,  janganlah muram mukamu, seperti orang munafik.  Mereka mengubah air mukanya,   supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.  Aku berkata kepadamu,  ‘Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.’  Tetapi apabila engkau berpuasa,  minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,  supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.  Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Masih segar dalam ingatan saya, ketika saya dimarahi oleh seorang ibu karena lupa mengumumkan sumbangannya di mimbar misa mingguan dan di majalah paroki. Sumbangan yang dia berikan sebenarnya tidak besar, akan tetapi yang dia inginkan ialah supaya namanya disebut. Dia lalu minta saya untuk mengumumkan pada minggu berikutnya, sekaligus memasukkan pada majalah paroki. Setelah saya melakukan kedua hal yang dia minta, dia merasa senang dan bangga. Hari ini, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita dua hal yang harus kita hayati

Pertama, karya amal kasih atau memberi sedekah. Berilah sedekah dengan sepenuh hati, tanpa perhitungan apapun dan juga jangan menceritakan kepada siapapun. Apa yang diberikan tangan kanan jangan diketahui tangan kirimu. Tuhan melihat orang yang memberi dengan sukacita, tetapi tidak pamer atau supaya dilihat dan dipuji orang lain.

Kedua, puasa,  sesuai hukum Taurat, orang Yahudi hanya berpuasa pada jam kippur (lm 16:29-31). Pada  zaman Yesus terjadi perkembangan baru sehingga orang berpuasa hanya pada hari Senin dan Kamis, Didalam Didakhe 8,1 Gereja Purba menjadikan puasa Kristiani pada setiap hari Rabu dan Jumat. Yesus sendiri sebenarnya melakukan puasa sebelum tampil didepan umum tetapi Dia tidak setuju dengan puasa bagi para murid-Nya, untuk menunjukkan sukacita mesianis (Mat 9:14-15). Itulah sebabnya, Yesus  menganjurkan “Minyakilah kepalamu, cucilah mukamu” Penampilan yang ceria dan bersahaja dari dalam akan tampak keluar dengan sendirinya.  Apa yang mau dikatakan Yesus kepada kita hari ini? Ketika kita melakukan perbuatan kasih, seperti memberi sedekah dan berpuasa, semua itu untuk kemuliaan Tuhan, Kita tidak melakukannya untuk memperoleh popularitas diri. Hanya orang orang Farisi modern yang mudah bercerita kepada siapa saja sumbangannya kepada orang lain sambil menepuk dada dan bangga, dan lupa bahwa semuanya berasal dari Tuhan.  Sabda Tuhan hari ini mengkoreksi egoisme dan kesombongan kita dalam hal melakukan perbuatan baik, Semua yang kita lakukan hendaknya dilakukan semata mata  untuk kemuliaan Tuhan dan keselamatan sesama.

Doa,

Ya Tuhan yang mahabijaksana, ajarilah kami umat-Mu  untuk memberi dengan sukacita serta tidak pamer, tidak ingin dilihat dan dipuji orang lain. Amin.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *