Renungan Harian Katolik Rabu 22 Januari 2020

795 views

Renungan Harian Katolik berdasarkan Kalender Liturgi Rabu 22 Januari 2020
PF S. Vinsensius, Diakon dan Martir
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  1Sam 17:32-33.37.40-51
Pada suatu hari Daud menghadap Saul dan berkata kepadanya, “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena Goliat!  Hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”  Tetapi Saul berkata kepada Daud,
“Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu!  Mustahil engkau dapat melawan Goliat!  Sebab engkau masih muda,  sedang Goliat sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”  Tetapi Daud berkata kepada Saul, “Tuhan telah melepaskan daku dari cakar singa  dan dari cakar beruang.   Dia pun akan melepaskan daku dari tangan orang Filistin itu!”  Kata Saul kepada Daud, “Pergilah! Tuhan menyertai engkau.”  Maka Daud mengambil tongkatnya lalu pergi.  Ia memilih dari dasar sungai lima batu yang licin  dan menaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya,  yakni wadah batu,  sedang umban tali dipegangnya.  Demikianlah Daud mendekati Goliat, orang Filistin itu.  Goliat sendiri makin dekat menghampiri Daud,  dan di depannya berjalan orang yang membawa perisainya.  Ketika Goliat melayangkan pandangannya dan melihat Daud,  dihinanya Daud itu karena ia masih muda,  kemerah-merahan dan elok parasnya.  Goliat, orang Filistin itu, berkata kepada Daud,  “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?”   Lalu demi para dewa, orang Filistin itu mengutuki Daud.  Lalu ia menantang Daud, “Hadapilah aku,  maka aku akan memberikan dagingmu  kepada burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.”  Tetapi Daud berkata kepada Goliat, orang Filistin itu,  “Engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak serta lembing,  tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam,   Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.  Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku!  Aku akan mengalahkan engkau dan memenggal putus kepalamu!  Hari ini juga   aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin  kepada burung-burung di udara dan binatang-binatang liar,  supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,  dan supaya segenap jemaah ini tahu  bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang atau lembing.  Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran, dan Ia akan menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”  Ketika orang Filistin itu bergerak maju menyongsong Daud,  segera larilah Daud ke barisan musuh menghadapi Goliat.  Lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantung batu,  diambilnyalah sebuah batu, lalu diumbankannya.  Maka kenalah dahi Goliat,  dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu  dengan umban dan batu;  ia mengalahkan Goliat dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.  Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu,  lalu berdiri di sebelahnya;  diambilnyalah pedang Goliat, dihunusnya dari sarungnya,  lalu ia menghabisi Goliat.  Dipancungnyalah kepala Goliat dengan pedangnya sendiri.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 144:1.2.9-10
Terpujilah Tuhan, gunung batuku.
*Terpujilah Tuhan, gunung batuku!  Ia mengajar tanganku bertempur,
Ia melatih jari-jariku berperang!
*Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku,  kota bentengku dan penyelamatku;  Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung;   Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
*Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur.  Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!

Bait Pengantar Injil  Mat 4:23
Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah,  dan menyembuhkan semua orang sakit.

Bacaan Injil  Mrk 3:1-6
Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat.  Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.  Orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus,
kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat,  supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.  Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu,  “Mari, berdirilah di tengah!”  Kemudian kata-Nya kepada mereka,  “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat,  menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?”
Tetapi mereka itu diam saja.  Yesus jengkel karena kedegilan mereka!
Dengan marah Ia memandang sekeliling,  lalu berkata kepada orang tadi,
“Ulurkanlah tanganmu!”  Ia pun mengulurkan tangannya, maka sembuhlah seketika.  Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian   untuk membunuh Dia.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Ridwan , seorang siswa SMA , suatu hari datang kesekolah terlambat. Menurut aturan sekolah, siswa yang terlambat 20 menit tidak boleh masuk kelas dan harus menjalani hukuman entah lari dilapangan , atau membersihkan WC. Ridwan, oleh guru disiplin, memang dihukum bersama dengan siswa lainnya yang terlambat. Pada hari berikutnya , sekolah mendapat telepon dari rumah sakit yang mengucapkan terima kasih kepada sekolah tersebut karena seorang siswa yaitu Ridwan  telah membantu membawa orang yang kecelakaan lalulintas kerumah sakit. Oleh rumah sakit, Ridwan diberi penghargaan karena memperhatikan penderitaan orang lain, meski sebenarnya harus sekolah. Kepala sekolah menjadi malu, karena Ridwan baru saja dihukum gara gara terlambat . Kadang orang mudah menjatuhkan hukuman kepada orang yang baik , karena hanya mendasarkan kepada aturan yang kaku , tanpa memperhatikan nilai manusia.  Tuhan Yesus mengalami seperti Ridwan , Dia dipersalahkan karena menyembuhkan orang yang mati tangannya sebelah pada hari Sabat . Tetapi Tuhan Yesus tidak takut dengan mereka. Tuhan Yesus tetap menyembuhkan orang yang sakit itu. Bagi Tuhan Yesus hidup orang itu lebih penting daripada aturan hari Sabat. Bagi Tuhan Yesus hukum Sabat adalah untuk manusia, bukan manusia untuk hukum Sabat . Demi menyelamatkan manusia Tuhan Yesus melanggar hukum Sabat .  Dalam hidup kita , kadang kita dihadapkan pada dua pilihan yang tidak mudah, Memilih menolong manusia tetapi melanggar aturan, atau tidak melanggar aturan tetapi menelantarkan orang . Dalam situasi yang sulit ini , kita dapat belajar dari Tuhan Yesus sendiri , Demi membantu keselamatan orang lain , kita boleh melanggar aturan yang berlaku , Nilai kasih lebih tinggi daripada aturan , Bagaimana kita mengartikan sabda ini dalam hidup kita ?  Apa yang akan kita pilih dalam situasi dilema membantu orang yang membutuhkan atau menuruti aturan ?

Butir permenungan.

Selama 4 minggu di dalam masa biasa ini , bacaan pertama berturut turut dikutip dari surat kepada orang Ibrani . Surat kepada orang Ibrani   merupakan sebuah surat berciri khotbah, lectio biblis , yang dialamatkan kepada umat kristiani yang berasal dari dunia Yahudi , Dengan iman kepada Kristus semua peraturan dan institusi disempurnakan dalam diri Yesus , Imam Agung dan abadi , Imamat Kristus tidak diwarisi dari keluarga Harun , melainkan dari Raja Melkisedek yang sekaligus imam yang ditampilkan di luar dunia Yahudi , tak punya asal dan keturunan .      Para imam dan uskup bukan mewarisi imamat Kristus , melainkan mereka mengambil bagian dalam imamat-Nya secara  khusus. Demikian seluruh umat mengambil bagian dalam imamat umum Kristus karena Gereja adalah Tubuh Kristus . Dengan Sakramen Imamat umum , terwujud apa yang dikatakan Yahwe kepada Musa . “ Bila kaum Israel mendengarkan suara – Ku , engkau menjadi engkau menjadi Malik – Ku di tengah bangsa bangsa  lain dan bagi – Ku kalian adalah bangsa suci dan imam “ (Kel 19:5-6)   Pada awal perebutan kuasa di Cina , tempat tempat ibadat ditutup dan dijaga ketat oleh tentara . Seorang anak remaja , yang belum mengenal perubahan ini , pada hari Minggu pagi sedang menuju Gereja untuk bersama teman memuliakan Tuhan . Setiba di depan Gereja ada puluhan tentara yang menghalangi jalan . Anak itu  bertanya : “ Ada apa ? “  “ Para misionaris kalian adalah orang jahat . Mereka sudah dipenjarakan diusir , atau pulang . Gedung ini mau dibongkar , tidak boleh lagi mengikuti mereka “  sahut salah satu tentara, anak itu tak gentar dan berkata  . “ Mulai hari ini akulah Gereja “ Hendaknya setiap orang yang sudah dibaptis menyadari statusnya dan semakin mampu newujudkan rahmat imamatnya.  Jawaban Yesus mengenai nilai hari Sabat merupakan pedoman hidup dan sekaligus kata akhir tentang kuasa Yesus yang nilainya lebih penting dari ikatan keagamaan Pada zaman ini pun banyak orang  . seperti kelompok Farisi di dalam Injil , bukan mau mencari kebenaran melainkan yang dapat dibenarkan dalam tingkah lakunya , mau mencari dirinya sendiri . Kebenaran adalah Kristus sendiri yang dapat diketemukan bila hati manusia jujur dan bersih Sabda pembebasan Yesus akan menjauhkan kita dari segala segala rintangan yang bersumber pada adat istiadat dan tradisi manusia untuk berbuat baik.

Doa.

Ya Tuhan, berilah kami kekuatan dan tuntunan agar menghayati panggilan ialah berani memilih yang baik dan menerima realitas hidup. Amin

Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah,  dan menyembuhkan semua orang sakit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *