Renungan Harian Katolik Rabu 24 Juni 2020

642 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Rabu 24 Juni 2020
HR Kelahiran S Yohanes Pembaptis
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Yes 49:1-6
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau,  perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.  Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam  dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing  dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.  Ia berfirman kepadaku,  “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.”  Tetapi aku berkata,  “Aku telah bersusah-susah dengan percuma,  dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia. Namun, hakku terjamin pada Tuhan, dan upahku pada Allahku.”  Tuhan telah membentuk aku sejak dari kandungan  untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya.  Maka aku dipermuliakan di mata Tuhan,  dan Allah yang menjadi kekuatanku sekarang berfirman,  “Terlalu sedikit bagimu kalau hanya menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub  dan untuk mengembalikan orang-orang Israel  yang masih terpelihara. Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa  supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15
Aku beryukur kepada-Mu  oleh karena misteri kejadianku.
*Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;  Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri,  Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
*Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,  Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku.  Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku;  ajaiblah apa yang Kaubuat.
*Jiwaku benar-benar menyadarinya.  Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu,  ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi,  dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah.

Bacaan II  Kis 13:22-26
Pada suatu hari Sabat,  di rumah ibadat di Antiokhia Paulus berkata,
“Setelah Saul disingkirkan,  Allah mengangkat Daud menjadi raja umat-Nya.  Tentang Daud Allah telah menyatakan:  Aku telah mendapat Daud bin Isai,  seorang yang berkenan di hati-Ku  dan yang melakukan segala kehendak-Ku.  Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya,  Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel,  yaitu Yesus.  Menjelang kedatangan Yesus itu,  Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel  supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.  Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya,  Yohanes berkata:  Aku bukanlah Dia yang kamu sangka,  tetapi Dia akan datang kemudian dari pada aku.  Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.  Hai saudara-saudara, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah,  kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Luk 1:76
Engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi;  karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan  untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya.

Bacaan Injil  Luk 1:57-66.80
Pada waktu itu  genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar  bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet,  bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.  Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan  untuk menyunatkan anak itu, dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya.  Tetapi Elisabet, ibunya, berkata,  “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”  Kata mereka kepadanya, “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”  Lalu mereka memberi isyarat kepada Zakharia  untuk bertanya nama apa yang hendak ia berikan kepada anaknya itu.  Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini,   “Namanya adalah Yohanes.”  Dan mereka pun heran semuanya. Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia,  dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.  Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Semua yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata, “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Ia kemudian tinggal di padang gurun  sampai tiba harinya ia harus menampakkan diri kepada Israel.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Hari ini, kita merayakan hari kelahiran hari kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, kelahirannya ditandai dengan peristiwa yang heboh. Ia dilahirkan dari seorang ibu yang sudah lanjut usia , ayahnya Zakharia sempat bisu , serta reaksi orang orang sekitar tempat tinggal mereka yang juga heboh melalui ungkapan Injil : “menjadi buah tutur” . Santo Yohanes Pembaptis sejak lahir, masa hidupnya dan akhirnya kematiannya nanti juga ditandai dengan peristiwa besar. Yang menarik proses kelahirannya ditandai keheranan dan ketakutan orang orang atas karya Alah yang istimewa pada Yohanes Pembaptis , dan begitu juga proses kematian Yohanes Pembaptis nanti juga ditandai dengan keheranan dan ketakutan yaitu dari Herodes dan Herodias. Sedangkan sepanjang hidupnya , Yohanes dicatat oleh Santo Lukas “ Anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya, dan ia tinggal di padang gurun sampai hari ia harus menampakkan diri kepada Israel” (Luk I:80) Kita renungkan bahwa : seorang yang istimewa dan menjadi pilihan Allah ternyata justru harus menjalani kehidupan yang penuh doa dan matiraga dan bahkan kematian melalui kemartiran sepert Santo Yohanes Pembaptis. Hidup di padang gurun menunjuk cara hidup yang asketis atau matiraga yang ketat dan berat dan ini dijalani oleh Santo Yohanes Pembaptis dengan rela dan ikhlas karena ia tahu tujuan dan perutusan hidupnya : mempersiapkan  dan merintis jalan Tuhan Yesus Kristus. Di kemudian hari Santo Yohanes Pembaptis menyampaikan seruan pertobatan, seperti yang kita dengar pada masa Advent, yakni meluruskan jalan bagi Tuhan, dengan ungkapan yang menarik, semua bukit (kesombongan) harus diratakan, Ini  adalah spiritualitas kerendahan hati yang menjadi kekhasan Santo Yohanes Pembaptis. Dan jalan (menduakan Allah) yang berliku liku harus diluruskan (Luk 3:1-6)

Butir permenungan.

Barangkali kita tidak seheboh Santo Yohanes Pembaptis sewaktu dilahirkan,  Barangkali kita tidak perlu menempuh jalan hidup dipadang gurun seperti Santo Yohanes Pembaptis,  Barangkali kita tidak  perlu mengalami kemartiran seperti orang suci ini. Tetapi satu hal perlu kita hidupi dan jalani , kitapun diundang Tuhan untuk menjalani hidup doa dan mati raga yang kuat serta menjalani kemartiran melalui berbagai duka derita dan beban berat yang harus ditanggung justru karena kita mau setia dengan iman Kristiani , kita mau setia dengan panggilan kita, kita mau setia dengan perutusan hidup ini untuk dan bagi Tuhan Yesus Kristus.  Setiap hari, setiap saat Allah telah berbuat baik kepada kita. menjadi tugas kita  sekarang untuk bersyukur dan berterima kasih untuk apa yang telah kita peroleh itu. Bukan saja dengan perkataan, bukan saja dengan pujian, tetapi terlebih dengan perbuatan.

Doa.

Ya Tuhan Yesus yang mahamulia, sama seperti Santo Yohanes Pembaptis, jadikanlah kami umat-Mu pewarta Sabda-Mu, Semoga lewat perkataan dan perbuatan kami yang baik, orang  lain pun diselamatkan.  Amin.

Engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan  untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *