Renungan Harian Katolik Rabu 25 Maret 2020

886 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Rabu 25 Maret 2020
Warna Liturgi: Putih


Bacaan I  Yes 7:10-14;8:10
Tuhan berfirman kepada Raja Ahas,  “Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah,  entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.”  Tetapi Ahas menjawab,   “Aku tidak mau minta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!”  Lalu berkatalah nabi Yesaya,  “Baiklah! Dengarkanlah, hai keluarga Daud!   Belum cukupkah kamu melelahkan orang,  sehingga kamu melelahkan Allahku juga?  Sebab itu,  Tuhan sendirilah yang akan memberikan suatu pertanda:   Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung  dan akan melahirkan seorang anak laki-laki,  dan ia akan menamakan Dia Imanuel,  artinya: Allah menyertai kita.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 40:7-8a.8b-9.10.11
Ya Tuhan, aku datang melakukan kehendak-Mu.
*Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku;  kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut,
lalu aku berkata, “Lihatlah, Tuhan, aku datang!”
*Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku:  “Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku;  Taurat-Mu ada di dalam dadaku.”
*Aku mengabarkan keadilan  di tengah jemaat yang besar,  bibirku tidak kutahan terkatup;  Engkau tahu itu, ya Tuhan.
*Keadilan-Mu tidaklah kusembunyikan dalam hatiku,  kesetiaan dan keselamatan-Mu kubicarakan, kasih dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan,
tapi kuwartakan kepada jemaat yang besar.

Bacaan II  Ibr 10:4-10
Saudara-saudara,  tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan  menghapuskan dosa.  Karena itu ketika Kristus masuk ke dunia, Ia berkata,  “Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki.   Sebagai gantinya Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa  Engkau tidak berkenan.  Lihatlah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”  Jadi mula-mula Ia berkata,
“Engkau tidak menghendaki kurban dan persembahan;  Engkau tidak berkenan  akan kurban bakaran dan kurban penghapus dosa  — meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat –.”   Dan kemudian Ia berkata,
“Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.”  Jadi yang pertama telah Ia hapuskan  untuk menegakkan yang kedua.  Dan karena kehendak-Nya inilah  kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya   oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Yoh 1:14ab
Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,  dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.

Bacaan Injil  Luk 1:26-38
Dalam bulan yang keenam  Allah mengutus malaikat Gabriel  ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret,  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang  bernama Yusuf dari keluarga Daud;  nama perawan itu Maria.  Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata,  “Salam, hai engkau yang dikaruniai,  Tuhan menyertai engkau.”  Maria terkejut mendengar perkataan itu,  lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.  Kata malaikat itu kepadanya,  “Jangan takut, hai Maria,  sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.  Sesungguhnya engkau akan mengandung  dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar  dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.  Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya  takhta Daud, bapa leluhur-Nya.  Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub  sampai selama-lamanya,  dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”  Kata Maria kepada malaikat itu,  “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”  Jawab malaikat itu kepadanya,  “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu  akan disebut kudus, Anak Allah.  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu,  ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya,  dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu.  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”  Maka kata Maria,  “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan;  terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.”  Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Hari raya kabar sukacita ini menjadi cahaya ditengah situasi manusia yang kehilangan harapan akan keselamatan karena dosa Adam dan sederetan dosa berikutnya.  Harapan dan  keselamatan menjadi kabur . Memang ini misteri karya Allah , namun misteri ini, tidak lepas dari sisi kemanusiaan dan perjuangan Maria. Malaekat menyebut Maria sebagai  pribadi yang dikarunia dan disertai Allah . Allah memberi  karunia dan menyertai Maria (Luk 1:28) . Ini mengandaikan Maria memiliki kualitas pribadi yang baik, sebagai putri Israel. Bisa jadi Maria hidup taat dan menjaga kualitas hidupnya.  Kerendahan hati Maria membuatnya tidak menjadi pribadi  sombong, Walau ia berkenan dihadapan Allah , tetapi ia tidak sombong. Bahkan Maria justru takut akan Allah, Karena itu malaikat menegaskan “ Jangan takut, hai  Maria , sebab engkau beroleh kasih karunia dihadapan Allah. (ay 30) . Kerendahan hati dan kedekatan kita dengan Allah, seharusnya tidak membuat tidak  kita jatuh dalam kesombongan rohani, juga tidak membebaskan kita dari rasa takut dan bingung.. Karena itu , jelas bahwa dalam situasi  apapun membangun kerendahan hati adalah sifat dasar yang penting.  Maria  mengalami ketidak mengertian  katanya, “bagaimana hal itu mungkin terjadi , karena aku belum bersuami? (ay 34) . Ini adalah pertanyaan iman yang sering kita hadapi manakala logika manusiawi kita rasakan, berbeda  dengan kehendak Allah .  Pertanyaan bahkan pembelaan diri sering kita lakukan untuk menolak kehendak Allah . Maria tidak mengikuti semata mata keinginan dan kehendaknya . Ia bertanya bukan karena mau menentang kehendak Allah . Ini adalah bentuk pergulatan dan penegasan iman Maria.  Pada akhir pergulatan imannya , Maria menyerahkan diri pada kehendak Allah , “Sesungguhnya aku ini  adalah Hamba Allah , jadilah padaku menurut menurut perkataan-Mu itu “ (ay 38), Maria berani menyerahkan seluruh kehendaknya  dalam kehendak Allah , walau belum tahu seperti apa dinamika perjalanan imannya . Keberanian Maria dalam bentuk  menyerahkan diri pada kehendak Allah menjadi berita  gembira keselamatan.  Keberanian kita menyerahkan diri pada kehendak Allah tentunya juga membawa keselamatan bagi diri kita dan orang lain.

Butir Permenungan

Banyak orang bingung dengan dogma  Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda, Dogma ini tidak berbicara mengenai Santa Perawan Maria mengandung dari Roh Kudus melainkan tentang Maria sebagai wanita  pilihan Allah sejak perkandungannya. Santa Maria bersih , jauh dari kotor atau dosa  karena ia ditugasi oleh Allah untuk mengandung  Yang Kudus. Dapatkah sarana yang kotor  menghasilkan yang bersih ? Tentu saja tidak. Santa Maria menerima kekhususan ini berkat jasa Yesus Kristus. Dogma ini ditetapkan pada tanggal 8 Desember 1854 oleh Paus Pius IX   Dalam beberapa penampakan, Bunda Maria  menegaskan dogma Santa Perawan Maria Dikandung tanpa noda dosa . Pada tahun 1531 di Guadalupe, Bunda Maria mengatakan pada Juan Diego , “ Akulah Perawan Maria yang  tidak bercela  Bunda dari Allah yang benar.”  Pada tahun 1930 Bunda Maria mengatakan kepada Santa Katarina Laboure agar dibuat medali wasiat dengan tulisan  “ Maria yang dikandung tanpa noda dosa , doakanlah kami yang berlindung padamu”  Ketika penampakan kepada Bernadete di Lourdes pada tahun 1858 Bunda Maria juga menyatakan “ Akulah yang dikandung tanpa noda dosa ”  Apa makna perayaan ini bagi iman kita? Masa Pra Paskah ini  mengajak kita untuk melihat keagungan rencana Allah dari sejak awal pada diri Santa Perawan Maria karena keteguhan imannya dalam mewujudkan rencana Allah.  Anugerah karunia tentu membawa sukacita. Apalagi karunia itu sangat khusus dan bermanfaat bagi orang lain. Ini semata mata karena karunia Allah  Dalam Gentium 56 dikatakan  “ tidak mengherankan bahwa diantara Para Bapa Suci  menjadi lazim  untuk menyebut Bunda Allah suci seutuhnya dan tidak terkena cemar  dosa manapun juga., bagaikan mahluk yang diciptakan  dan dibentuk oleh Roh Kudus. Perawan dari Nazaret itu sejak pertama dalam rahim dikaruniai dengan semarak kesucian yang sangat istimewa”   Dikandung tanpa noda adalah karunia . Pengakuan terhadap dogma ini sudah berkembang sejak tahun 1246. Allah menyediakan rahim yang tidak bernoda asal maupun dosa pribadi dan membuat Maria dikandung tanpa noda. Mungkin ada yang bertanya apa bedanya dengan ketidak berdosaan pada Yesus?  Tentu saja kekudusan Yesus berasal dari Diri-Nya sendiri, sedangkan Maria ketidak berdosanya ada diluar dirinya karena relasinya dengan Allah  melalui Yesus . Dia memiliki hubungan yang erat dengan Yesus  dalam karya penebusan .  Namun sekalipun demikian  Maria tetap mengalami akibat dari dosa  dan terlihat dalam kemalangan manusia  seperti penderitaan dan kematian. Penghormatan terhadap karunia yang dimiliki oleh Maria ini membawa kita pada pengakuan terhadap kuasa Allah yang membebaskan dan bukan pada penyembahan akan karunia yang dianugerahkan kepada Maria.

Doa.

Ya Tuhan , bentuklah hatiku agar menyerupai hati Bunda Maria yang mampu  menerima masalah kehidupan dengan penuh iman, Amin.

Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,  dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *