Renungan Harian Katolik Rabu 26 Agustus 2020

534 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Rabu 26 Agustus 2020
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  2Tes 3:6-10.16-18

2Tes 3:6 Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.
2Tes 3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
2Tes 3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu.
2Tes 3:9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.
2Tes 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

2Tes 3:16 Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian.
2Tes 3:17 Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat: beginilah tulisanku.
2Tes 3:18 Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian!

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 128:1-2.4-5
Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.
*Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan,  yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!  Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
*Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan  orang laki-laki yang takwa hidupnya.  Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion:  boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bait Pengantar Injil  1Yoh 2:5
Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang  yang mendengarkan sabda Kristus.

Bacaan Injil  Mat 23:27-32

Mat 23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
Mat 23:28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
Mat 23:29 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh
Mat 23:30 dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.
Mat 23:31 Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.
Mat 23:32 Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Saat ini orang orang yang diduga korupsi menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai lembaga yang busuk, karena KPK sering melakukan operasi tangkap tangan dan memenjarakan para koruptor. Juga ada sekelompok orang yang merasa diri suci , menyebut orang lain sebagai kafir , mereka mengucilkan , menghina dan membunuh orang atas nama agama  dan kepentingan politik. Orang orang baik dan jujur adalah musuh besar mereka. Mereka bangga dengan sikap satanik itu. Serta merasa diri sebagai tokoh panutan masyarakat. Mereka merasa diri paling baik. Tindakan mereka sangat kontras dengan orang yang telah bertumbuh secara rohani dan dekat dengan Tuhan. Mereka melihat bahwa semua yang dilakukannya merupakan tugas perutusan dari Allah.  Sukses dalam pelayanan adalah suatu anugerah Allah. Mereka merasa malu untuk berceritera tentang apa yang telah mereka  lakukan untuk orang lain atau untuk komunitas. Mereka selalu tulus mengapresiasi setiap pelayanan orang lain. Dan ketulusan itu menjadikan nama mereka terpuji diantara semua orang.  Kecaman Yesus terhadap orang orang Farisi dalam Injil hari ini menolong kita untuk selalu mawas diri agar selalu melihat Allah sebagai pusat dan sumber dari semua yang kita terima.Hendaknya kita bekerja dengan tekun dan jujur sebagai seorang hamba untuk kemuliaan Allah dan keselamatan sesama. Kita harus tetap rendah hati melihat kesuksesan pelayanan kita yang menjangkau hati banyak orang . Maka Santa Arnoldus Janses jujur mengatakan bahwa jika pelayanan kita tidak membawa hasil yang memuaskan , berarti Tuhan belum menghendaki atau karena kita bukan orang yang tepat untuk pelayanan itu.

Butir permenungan.

Kita dipanggil untuk mengikuti Kristus, maka itu juga berarti kita hidup menurut teladan-Nya, hidup dengan jujur dan tulus terhadap siapapun . Ketika seseorang mulai bersifat palsu, maka dirinya telah menukar keindahan dengan kebobrokan, menukar keharuman dengan kebusukan, dan akhirnya menukar kebahagiaan dengan kesedihan. Tidak ada yang senang dengan kepalsuan. Karena itu kita juga perlu berjuang untuk  bersikap jujur dan tulus kepada siapapun, jangan biarkan kepalsuan menguasai kita . Sebaliknya tebarkanlah ketulusan dan persahabatan yang hangat dengan semua  orang.

Doa .

Ya Yesus, semoga kami tetap optimis untuk lebih kreatif dan tekun menjalankan tugas pelayanan kami demi kehendak Allah bagi hidup kami . Amin.

Sempurnakanlah cinta Allah dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.

2 thoughts on “Renungan Harian Katolik Rabu 26 Agustus 2020

  1. Terimakasih dengan situs ini bisa menambah wawasan dan saya bisa belajar untuk membuat renungan di setiap pelayanan. Semoga Tuhan Memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *