Renungan Harian Katolik Rabu 29 April 2020

1,346 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Rabu 29 April 2020
PW S. Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Kis 8:1b-8
Setelah Stefanus dibunuh,  mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul,  tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus  serta meratapinya dengan sangat.  Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu. Ia memasuki rumah demi rumah  dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar, lalu menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. Mereka yang tersebar menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil.  Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus  dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati  menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat  keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras,  dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang  yang disembuhkan.  Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 66:1-3a.4-5.6-7a
Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!
*Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!  Katakanlah kepada Allah,
“Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu!
*Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu,  dan bermazmur bagi-Mu,
seluruh bumi memazmurkan nama-Mu.  Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah;  Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia.
*Ia mengubah laut menjadi tanah kering,  dan orang berjalan kaki menyeberangi sungai.  Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,  yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil  Yoh 6:40
Setiap orang yang percaya kepada Anak,  beroleh hidup yang kekal,  dan Aku membangkitkannya pada akhir zaman, sabda Tuhan.

Bacaan Injil  Yoh 6:35-40
Di rumah ibadat di Kapernaum  Yesus berkata kepada orang banyak, Akulah roti hidup!  Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi,  dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.  Tetapi Aku telah berkata kepadamu:  Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.  Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku,  dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surge  bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku,  yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku  jangan ada yang hilang,  tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.  Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang,  yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Kutipan Injil hari ini merupakan kelanjutan dari kutipan Injil kemarin.. Atas reaksi para pendengar yang bersungut sungut karena Yesus mengatakan diri sebagai roti yang telah turun dari surga. Ia menegaskan bahwa beriman adalah panggilan, bukan pilihan manusia semata. Untuk percaya bahwa Yesus datang dari Allah diperlukan rahmat .Mengandalkan akal budi dan jalan pikiran manusiawi tidaklah mencukupi, diperlukan rahmat dan keterbukaan hati.  “Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku,  jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku;  (Yoh 6:44) .” Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. “ (Yoh 6:45) Tidaklah mengherankan bahwa banyak orang sulit menerima ajaran Gereja yang tidak bisa dimengerti secara penuh oleh akal budi manusia.  Betapa sulitnya orang untuk percaya akan kehadiran Yesus secara nyata dalam Sakramen Mahakudus. Disitulah Yesus menjadi roti hidup yang memberi hidup kekal. Salah satu faktor yang menutup hati orang untuk percaya  adalah kecenderungan untuk memikirkan dan mengutamakan hal hal material dan yang kasat mata. Keterbukaan hati untuk melihat perlunya hidup rohani dan dengan demikian juga makanan rohani tidak berkembang. Kerinduan akan hidup sejati yang abadi tidak ada . Sebagai orang beriman akan Kristus kita percaya bahwa Yesus yang memberi makanan yang memberi hidup sejati itu, bahkan Dialah  roti hidup.  Patutlah kita syukuri rahmat iman dan panggilan serta keterbukaan hati kita untuk percaya akan Yesus yang memberi hidup kekal.  Kutipan dari Kisah Para Rasul yang dipilih menjadi bacaan pertama hari ini mengisahkan bagaimana Filipus yang mengikuti arahan malaikat, utusan Tuhan, menjadi berkat bagi sida sida yang telah memiliki keterbukaan untuk percaya. Disebutkan bahwa sida sida itu adalah seorang yang memiliki kedudukan tinggi dan terhormat. Ia adalah seorang Ethiopia, seorang asing, yang tidak termasuk dalam kalangan bangsa terpilih.  Kesediaan Filipus untuk mengikuti petunjuk Tuhan, membawa orang asing itu percaya dan dibaptis,

Butir permenungan.

Mengikuti petunjuk , arahan dan ajaran Tuhan selalu membawa  berkat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Bagi kita , jelas dimana petunjuk dan arahan itu bisa ditemukan , yaitu dalam Kitab Suci dan serta Ajaran Gereja. Maka  amat perlu mengambil waktu untuk membaca Kitab Suci dan serta mempelajari Ajaran Gereja  serta mengambil waktu hening setiap hari dan mendengarkan petunjuk Tuhan. Mempertimbangkan segala sesuatu dengan hanya mengandalkan akal budi sering kali justru tidak membawa kebahagiaan dan kebaikan. Arahan dan ajaran Tuhan melalui Kitab Suci dan Ajaran Gereja mesti kita percaya sebagai jalan menuju kebahagiaan sejati  dan menjadikan diri kita berkat bagi banyak orang.

Doa.

Ya Tuhan yang maha baik dan kekal, berilah kami umat-Mu untuk lebih meluangkan waktu membaca Kitab Suci dan Ajaran Gereja serta mengambil waktu hening mendengarkan petunjuk Tuhan, agar jalan menuju kebahagiaan dan kedamaian terbuka. Amin.

Setiap orang yang percaya kepada Anak,  beroleh hidup yang kekal,  dan Aku membangkitkannya pada akhir zaman, sabda Tuhan.

4 thoughts on “Renungan Harian Katolik Rabu 29 April 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *