Renungan Harian Katolik Rabu 4 Desember 2019

668 views

Bacaan Liturgi Rabu 4 Desember 2019

PF S. Yohanes dari Damsyik, Imam dan Pujangga Gereja

Bacaan Pertama  Yes 25:6-10a

Di Gunung Sion  Tuhan semesta alam akan menghidangkan bagi segala bangsa  suatu jamuan dengan masakan mewah, dengan anggur yang tua benar;  suatu jamuan dengan lemak dan sumsum  dan dengan anggur tua yang disaring endapannya. Di atas gunung itu Tuhan akan mengoyakkan kain kabung  yang diselubungkan kepada segala suku  dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa. Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya, dan Ia akan menghapus air mata dari wajah semua orang.

Aib umat-Nya akan Ia jauhkan dari seluruh bumi, sebab Tuhan telah mengatakannya.  Pada hari itu orang akan berkata,  “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan supaya menyelamatkan kita. Inilah Tuhan yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita  karena keselamatan yang diadakan-Nya!  Sebab tangan Tuhan akan melindungi gunung ini!”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 23:1-6

Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

*Tuhanlah gembalaku,  aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang,

dan menyegarkan daku.

*Ia menuntun aku di jalan yang lurus,  demi nama-Nya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,  aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.  Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.

*Engkau menyediakan hidangan bagiku   di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,  pialaku penuh melimpah.

*Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku  seumur hidupku.

Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Bacaan Injil  Mat 15:29-37

Pada suatu ketika Yesus menyusur pantai Danau Galilea,  lalu naik sebuah bukit dan duduk di situ. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya  membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus, dan mereka semua disembuhkan-Nya.  Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat;  dan mereka memuliakan Allah Israel. Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata,   “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini.  Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku  dan mereka tidak mempunyai makanan.  Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar,  nanti mereka pingsan di jalan.”   Para murid menyahut, “Bagaimana mungkin di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak  yang begitu besar jumlahnya?”  Kata Yesus kepada mereka, “Berapa roti ada padamu?”

“Tujuh,” jawab mereka, “dan ada juga beberapa ikan kecil.”  Yesus lalu menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.  Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu. Ia mengucap syukur, membagi-bagi roti itu dan memberikannya kepada para murid.  Lalu para murid membagikannya kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang.

Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan,   tujuh bakul penuh.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Jika direnungkan bacaan Injil hari ini dapat menghibur kita. Berapa pun jumlah umat manusia, semua diperhatikan Tuhan,  Berapa pun banyak orang masing masing disentuh-Nya, disembuhkan-Nya, dan diberi-Nya makan. Pada Injil Yesus menyembuhkan semua orang yang sakit, segala macam penyakit disembuhkan. Bukan hanya itu , Yesus memberi  semua orang itu makan. Semua orang itu dapat makan sampai kenyang , bahkan makanannya sisa tujuh bakul penuh , luar biasa. Ini suatu pesan penghiburan , bagaimanapun juga setiap orang yang lahir  dan hidup didunia ini, entah yang sudah kenal ataupun yang tidak kita kenal, diurus Tuhan dan dicukupi Tuhan. Dasar keyakinan ini adalah hati Tuhan sendiri yang penuh belas kasihan, seperti yang dikatakan Yesus.  Bagaimana Tuhan mengurus dan mencukupi kebutuhan sesama? Jawabannya melalui kita. kita diundang untuk menjadi penyalur berkat untuk sesama. Itulah sebabnya dalam perumpamaan Yesus menggandakan roti dan ikan yang berasal dari antara para murid, Kita diundang untuk berbagi, melalui kita juga, Tuhan membuat sesama kita kecukupan dalam kebutuhan makanan dan keperluan hidup lainnya, apakah anda sudah berbagi?

Butir permenungan

Kedatangan Tuhan itu identic dengan  sukacita. Akan tetapi  hal itu hanya berlaku bagi mereka  yang berkenan  kepada-Nya. Nabi Yesaya menubuatkan bahwa pada akhir zaman , semua bangsa akan dikumpulkan di Gunung Sion, kota Tuhan.  Disitu mereka akan diadili dan menerima pahala , yakni ikut ambil bagian dalam perjamuan agung keselamatan. Sengsara dan maut akan dihapus, masa hipup penuh sukacita  akn dimulai. Nubuat Yesaya itu akan tergenapi apabila  Tuhan dating.  Sukacita akan menaungi , semua orang yang mengharapkan kedatangan-Nya. Matius menggambarkan kegembiraan itu, dengan menyebutkan orang orang sakit disembuhkan, papa papa miskin dihibur, rezeki kehidupan dibagi bagi kan . Pendek kata segala bentuk penderitaan  dihapuskan.  Kita semua diundang ke perjamuan Tuhan.  Siapa pun kita dan dari manapun kita , tidak ada  yang Tuhan kecualikan/ Hanya saja apakah kita tahu kalau kita diundang ?  Jika kita tahu , apakah kita menanggapinya?  Besar harapan kita semua, menjadi peserta perjamuan agung Tuhan,  Karena itu marilah kita selalu berharap akan kedatangan Tuhan dengan tetap menjaga cara hidup kita yang kepada-Nya.

Doa

Ya Tuhan, jadikanlah kami tangan tangan –Mu untuk membantu sesama kami mencukupi kebutuhan hidupnya. Amin.

Tuhanlah gembalaku,  aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang, dan menyegarkan daku.

One thought on “Renungan Harian Katolik Rabu 4 Desember 2019

  1. Amin semoga aku pun dapat di sembuhkan Tuhan dari sakit ku selama ini semoga Tuhan memberkati dan mengangkat penyakit ku😰😇🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *