Renungan Harian Katolik Sabtu 11 Januari 2020

1,130 views

Kalender Liturgi Sabtu 11 Januari 2020
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  1Yoh 5:14-21
Saudara-saudaraku terkasih, inilah sebabnya kita berani menghadap Allah,
yaitu karena Ia mengabulkan doa kita,  jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.  Dan jikalau kita tahu bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita tahu juga  bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu  yang kita minta kepada-Nya.  Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa,  yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut,  hendaklah ia berdoa kepada Allah;  Maka Allah akan memberikan hidup kepadanya,  yaitu kepada dia  yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut itu.  Ada dosa yang mendatangkan maut, dan tentang ini, tidak kukatakan bahwa ia harus berdoa.  Semua kejahatan adalah dosa,  tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut. Kita tahu,  bahwa setiap orang yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa;  tetapi Dia yang lahir dari Allah melindungi orang itu,  dan si jahat tidak dapat menjamahnya. Kita tahu bahwa kita berasal dari Allah  dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.  Akan tetapi kita tahu bahwa Anak Allah telah datang,  dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan kehidupan yang kekal.  Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 149:1-2.3-4.5.6a.9b
Tuhan berkenan kepada umat-Nya.
*Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru!  Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh!  Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorak atas raja mereka!
*Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian,  biarlah mereka bermazmur kepada-Nya   dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.
*Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur!  Biarlah pujian pengagungan Allah
ada dalam kerongkongan mereka; itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil   Mat 4:16
Bangsa yang diam dalam kegelapan  telah melihat Terang yang besar,
dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut  telah terbit Terang.

Bacaan Injil  Yoh 3:22-30
Sekali peristiwa  Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke tanah Yudea, dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.  Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air,  dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes  dengan seorang Yahudi tentang penyucian.  Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya,
“Rabi, orang yang bersama dengan engkau  di seberang sungai Yordan,
dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian,  Dia membaptis juga, dan semua orang pergi kepada-Nya.”  Jawab Yohanes,  “Tidak ada seorang pun  yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari surga. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.  Yang empunya mempelai perempuan ialah mempelai laki-laki;  tetapi sahabat mempelai,  yang berdiri dekat dia dan mendengarkannya,  sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu.  Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Charles Dickens, seorang sastrawan, pernah memberi catatan siapa sesungguhnya orang besar itu. Ada orang besar yang menjadi besar dengan cara mengecilkan – merendahkan orang lain. Tetapi seorang besar sejati adalah ia yang mampu membuat setiap orang merasa dirinya besar. Yohanes Pembaptis adalah salah satu dari tokoh yang bisa dikategorikan sebagai orang besar sejati.  “Ia harus menjadi semakin besar, tetapi aku harus makin kecil” Kata kata kesaksian Yohanes Pembaptis ini tak mudah dicerna apalagi dilakukan. Terasa sangat ganjil terdengar juga untuk zaman sekarang ini.  Tidak semua orang mempunyai kebesaran hati untuk menjadi orang kedua, tokoh dibalik layar. Semua ingin menjadi nomer satu, dimuka dan terkemuka. Tidak mudah pula memiliki sifat legowo, tahu diri seperti Yohanes Pembaptis, Tak sedikit orang mengalami kesulitan ketika tiba saatnya berlalu, turun jabatan atau pensiun. Yohanes Pembaptis adalah  cermin untuk menguji sejauh mana kita telah memiliki kebesaran hati untuk melihat dan terlibat dalam arus  perubahan dengan cara memberi kesempatan orang lain atau generasi muda untuk mengambil alih peran utama. Alangkah melegakan dan membahagiakan bila alih generasi berjalan dengan mulus karena ada kebesaran hati.  Orang yang paling berbahagia adalah mereka yang memiliki kebesaran hati yakni legowo dan tahu diri.   Ada banyak orang bertipe “SMS” Senang Melihat orang lain Susah, dan Susah Melihat orang lain Senang.

Butir Permenungan.

Inspirasi yang boleh kita petik dari bacaan hari ini  adalah menjadi orang yang memiliki kebesaran hati, Kita ikut senang melihat keberhasilan , kemajuan , dan kegembiraan orang lain. Sebaliknya , kita pun ikut merasa prihatin atas kegagalan, kesusahan dan penderitaan orang lain. Hanya dengan cara itu kita boleh disebut anak anak Allah yang “memiliki pengertian  akan  Allah yang benar.”

Doa.

Ya Tuhan, berilah kami hati seperti hati Yohanes Pembaptis, legowo bila orang lain sukses dan prihatin bila orang lain gagal. Amin

Bangsa yang diam dalam kegelapan  telah melihat Terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut  telah terbit Terang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *