Renungan Harian Katolik Sabtu 11 Juli 2020

474 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Sabtu 11 Juli 2020
PW S. Benediktus, Abas
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Yes  6:1-8
Dalam tahun wafatnya raja Uzia  aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.  Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap;  dua sayap dipakai untuk menutup muka mereka,  dua sayap dipakai untuk menutup kaki.  dan dua sayap untuk melayang-layang. Mereka berseru seorang kepada yang lain,  “Kudus, kudus, k uduslah Tuhan semesta alam,  seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”  Maka bergoyanglah alas ambang pintu  disebabkan suara orang yang berseru itu, dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. Lalu aku berkata, “Celakalah aku! aku binasa!  Sebab aku ini orang yang berbibir najis,  dan aku tinggal di tengah bangsa yang berbibir najis,  namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni Tuhan semesta alam.”  Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan daku. Di tangannya ada bara api, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.  Ia menyentuhkannya pada mulutku serta berkata,  “Lihat, bara ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.”  Lalu aku mendengar suara Tuhan bersabda, “Siapakah yang akan Kuutus?  Dan siapakah yang akan pergi atas nama-Ku?” Maka aku menjawab, “Ini aku, utuslah aku!”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm  93:1ab.1c-2.5
Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan.
*Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan  dan kekuatanlah ikat pinggang-Nya.
*Sungguh, telah tegaklah dunia, tidak lagi goyah!; Takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.
*Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu berhias kekudusan,
ya Tuhan, sepanjang masa!

Bait Pengantar Injil  1Ptr 4:14
Berbahagialah kalian, kalau dicaci maki demi Yesus Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.

Bacaan Injil  Mat 10:24-33
Pada waktu itu  Yesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya, “Seorang murid tidak melebihi gurunya, dan seorang hamba tidak melebihi tuannya. Cukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya, dan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.  Jadi janganlah kalian takut terhadap mereka yang memusuhimu, karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi yang takkan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap,  katakanlah dalam terang.  Dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah. Dan janganlah kalian takut kepada mereka  yang dapat membunuh tubuh  tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa.  Tetapi takutilah Dia  yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh  di dalam neraka.  Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor?   Namun tak seekor pun akan jatuh tanpa kehendak Bapamu. Dan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kalian takut,  karena kalian lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Suami istri berdebat tentang penempatan sebuah lukisan Yesus dirumahnya. Suaminya ingin agar lukisan tersebut ditempatkan diruang tamu. Akan tetapi, istrinya merasa takut dan malu kalau orang yang beragama lain datang dan melihat lukisan tersebut. Namun akhirnya sang istri mengikuti kehendak suaminya.  Beberapa lama kemudian, sang istri merasakan bahwa ternyata lukisan Yesus diruang tamu tersebut membawa sesuatu yang baik bagi tamu yang datang. Seorang tamu berkomentar demikian, “Saya merasakan kedamaian ketika masuk kerumah ini dan memandang lukisan ini”  Dalam Injil hari ini, Yesus meneguhkan para murid-Nya. Yesus mengajak mereka untuk tetap setia dan tidak takut menjadi murid Yesus. Ada banyak tantangan yang mereka hadapi namun mereka harus tetap taat dan setia menjadi seorang murid. Yesus bersabda “Dan janganlah kalian takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Tetapi takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh didalam neraka” Yesus tahu apa yang menghantui pikiran dan merasuki hati para murid-Nya. Karena itu,  Ia meneguhkan mereka dengan menunjukkan cara mengatasi ketakutan, yakni agar para murid tidak memusatkan perhatian pada kenyataan sekarang dan disini, tetapi segalanya harus diarahkan kepada kedatangan Kerajaan Allah.

Butir permenungan.

Kita sadar bahwa ketakutan merupakan suatu kekuatan yang maha dahsyat. Ketakutan dapat membuat kita panik, seperti juga sering dialami oleh banyak orang Kristiani saat  ini. Mereka malu akan iman mereka dan takut untuk menunjukkannya. Hari ini Yesus mengajak kita untuk mengatasi ketakutan tersebut dengan ketakutan yang lebih besar, yang disebut takut akan Allah. Takut akan Allah merupakan solusi terhadap ketakutan akan kehilangan diri sendiri. Ketakutan akan Allah akan membimbing kita kepada kematangan iman , kebijaksanaan dan pengadilan yang benar serta akan membebaskan kita dari tirani dosa, kejahatan dan tipu muslihat setan.  “Takutlah akan Tuhan, hai orang orang –Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia, Marilah anak anak , dengarkanlah Aku, takut akan Tuhan akan Kuajarkan kepadamu” (Mzm 34:10.12)

Doa.

Ya Yesus yang mahabaik, dulu Engkau mengutus para rasul untuk mewartakan Injil,  Sekarang , Engkau mengutus kami umat-Mu, jadikanlah kami pewarta Sabda-Mu yang taat dan setia . Amin.

Berbahagialah kalian, kalau dicaci maki demi Yesus Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *