Renungan Harian Katolik Sabtu 18 Januari 2020

656 views

Renungan Harian Katolik Berdasarkan Kalender Liturgi Sabtu 18 Jan 2020
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  1Sam 9:1-4.17-19;10:1a
Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kisy bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah.  Ia seorang suku Benyamin, seorang yang berada.

Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul,  seorang muda yang elok rupanya;  tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya   ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya dari bahu ke atas.  Kisy, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya.

Sebab itu berkatalah Kisy kepada Saul, anaknya,   “Ambillah salah seorang bujang,  bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu.”  Lalu mereka menjelajah pegunungan Efraim;  juga mereka menjelajah tanah Sahalim,
tetapi keledai-keledai itu tidak ada;  kemudian mereka menjelajah tanah Benyamin,  tetapi tidak menemuinya.

Ketika Samuel melihat Saul, yang datang minta petunjuk,  bersabdalah Tuhan kepada Samuel,   “Samuel, Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu;  inilah orang yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku.”

Sementara itu  Saul datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang  dan berkata, “Maaf, di mana rumah pelihat itu?”   Jawab Samuel kepada Saul, katanya, “Akulah pelihat itu.  Naiklah mendahului aku ke bukit.  Hari ini kamu akan makan bersama-sama dengan daku;  besok pagi aku membiarkan engkau pergi  dan kemudian aku akan memberitahukan kepadamu  segala sesuatu yang ada dalam hatimu.”

Maka keesokan harinya  Samuel mengambil buli-buli berisi minyak,  dituangnyalah ke atas kepala Saul,  diciumnyalah dia sambil berkata,  “Sungguh, Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel.  Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan,  dan engkau akan menyelamatkannya  dari tangan musuh-musuh di sekitarnya.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 21:2-3.4-5.6-7
Ya Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita.
*Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita;  betapa girang hatinya karena kemenangan yang Kauberikan!  Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan,  dan permintaan bibirnya tidak Kautolak.
*Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah;  Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.  Hidup dimintanya dari pada-Mu dan Engkau memberikannya:  Umur panjang untuk selama- lamanya.
*Besarlah kemuliaannya karena kemenangan yang Kauberikan; keagungan dan semarak Kaukaruniakan kepadanya.  Engkau membuat dia menjadi berkat abadi,  Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.

Bait Pengantar Injil  Luk 4:18-19
Tuhan mengutus Aku  mewartakan Injil kepada orang yang hina-dina  dan memberitakan pembebasan kepada orang tawanan.

Bacaan Injil  Mrk 2:13-17
Sekali peristiwa Yesus pergi lagi ke pantai Danau Galilea, dan semua orang datang kepada-Nya.  Yesus lalu mengajar mereka.  Kemudian ketika meninggalkan tempat itu,  Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai,  Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!”   Maka  berdirilah Lewi, lalu mengikuti Yesus.  Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Lewi,  banyak pemungut cukai dan orang berdosa  makan bersama dengan Dia dan murid-murid-Nya,  sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat,  bahwa Yesus makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa,  berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya,  “Mengapa Gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”  Yesus mendengar pertanyaan itu dan berkata kepada mereka,   “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit!   Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,  melainkan orang berdosa!”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

What is love ? Love is the absence of judgement , menurut Dalai Lama . Tokoh besar Budha dari Tibet ini mengajak kita untuk menyadari arti kasih yang sebenarnya . Seseorang yang pernah mengalami disembuhkan dari sakit akan menjadi pribadi yang lebih solider tidak akan mudah   menghakimi orang lain . Santa Teresa dari Kalkuta mengatakan  : “ Ketika kita terus menghakimi dan membenci orang lain , kita tidak akan pernah mempunyai waktu  untuk mengasihi mereka . “ Yesus adalah wajah Allah yang berbelas kasih . Dia hadir sebagai Sang Penyembuh dari segala kelemahan , penyakit dan keberdosaan. Dia membenci perbuatan dosa tetapi sangat mengasihi orang berdosa . Ajakan Yesus “ Ikutlah Aku “ kepada Lewi , anak Alfeus adalah kata kata tanpa penghakiman dan menjadi Sabda yang menyapa lembut di telinga  dan hati Lewi . Kehadiran Yesus dalam jamuan makan di rumahnya menjadi simbol dan kehadiran – Nya sebagai Tabib Sejati bagi manusia yang sakit .  Seperti  dokter yang tidak jijik dengan aneka penyakit , demikian pun Yesus tidak pernah merasa jijik dengan realitas keberdosaan manusia . Hati – Nya yang penuh belas kasih dan kerahiman membasuh semua noda dosa dan memulihkan kembali citra kita yang rusak akibat dosa . Yesus mengembalikan martabat kita sebagai pribadi yang berharga di mata Allah dan sebagai anak anak Allah yang dikasih – Nya , Marilah kita belajar dari Lewi , yang telah mengalami belas kasih Yesus bergegas mengikuti Dia , agar dengan kasih Yesus   yang selalu menyembuhkan kita  , kita pun di mampukan menjadi penyembuh bagi sesama lewat kehadiran dan pelayanan kita , meski kecil dan sedehana.

Butir permenungan .

Seorang ayah dalam suatu retret mengungkapkan pengalamannya . Sebagai ayah  , ia merasa tidak bertanggung jawab terhadap istri dan anak anak nya. Bahkan lama ia meninggalkan keluarga karena mencari kesenangan dengan perempuan lain . Tetapi kesenangan itu tidak lama , karena ia akhirnya malah hanya diperas dan akhirnya hutangnya banyak . Waktu ia kembali pada keluarga nya , ternyata istri dan anak anak nya menerima dan mengampuninya  . Maka ia sekarang sungguh  bertobat dan merasa Tuhan menerimanya kembali lewat kasih istri dan anak anak nya . Ia merasa dihidupkan kembali . Baginya , istri dan anak anak nya menjadi tangan kasih Yesus yang memanggilnya kembali  ,  menerima kembali dan menghidupkan . Ia sangat bersyukur atas belas kasih Tuhan melalui istri dan anak anak nya.  Perbuatan istri dan anak anak nya  itu merupakan cermin dari Sabda Yesus dalam Injil hari ini .  “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa!” . Inilah misi Yesus dari Allah Bapa, menyelamatkan kita semua yang berdosa .   Maka kita tidak perlu takut untuk kembali . Ia akan mengampuni dan menghidupkan kita kembali . Kalau kita telah diterima dan diselamatkan oleh Yesus , kita pun diajak untuk menjadi penyelamat bagi orang lain . Seperti istri dan anak anak dari bapak tadi , kita diajak untuk membawa pengampunan . penerimaan , dan kasih kepada orang lain . Dengan demikian akan semakin banyak orang merasakan kasih Tuhan sendiri .

Doa.

Ya Allah, Engkau mengasihi kami dengan kasih lembut dalam Putra –Mu Yesus . Jadikanlah kami penyembuh bagi sesama kami . Amin .

Tuhan mengutus Aku mewartakan Injil kepada orang yang hina-dina dan memberitakan pembebasan kepada orang tawanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *