Renungan Harian Katolik Sabtu 20 Juni 2020

457 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Sabtu 20 Juni 2020
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Yes 61:9-11
Beginilah firman Tuhan:  Keturunan umat-Ku akan terkenal di antara bangsa-bangsa,  dan anak cucu mereka di tengah-tengah suku-suku bangsa,  sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui,  bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati Tuhan.  Aku bersukaria di dalam Tuhan,  jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku,  sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku  dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran,  seperti pengantin pria yang mengenakan hiasan kepala  dan seperti pengantin wanita memakai perhiasannya.  Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan,  demikianlah Tuhan Allah akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  1Sam 2:1.4-5.6-7.8abcd
Hatiku bersukaria karena Tuhan, Juru Selamatku.
*Hatiku bersukaria karena Tuhan,  tanduk kekuatanku ditinggikan oleh Tuhan; mulutku mencemoohkan musuhku,  sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
*Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dahulu kenyang kini harus mencari nafkah,  tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya, menjadi layu.
*Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan,  Ia berkuasa menurunkan ke dalam maut  dan mengangkat dari sana.  Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,  Ia merendahkan dan meninggikan juga.
*Ia menegakkan orang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang miskin dari lumpur,  untuk mendudukkannya di antara para bangsawan,
dan memberi dia kursi kehormatan.

Bacaan Injil  Luk 2:41-51

Tiap-tiap tahun,  pada hari raya Paskah,  orang tua Yesus pergi ke Yerusalem. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun,  pergilah mereka ke Yerusalem  seperti lazimnya pada hari raya itu. Selesai hari-hari perayaan itu,  ketika mereka berjalan pulang,  tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Karena mereka menyangka
bahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya,  lalu baru mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan. Karena tidak menemukan Dia, kembalilah mereka  ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari, mereka menemukan Yesus dalam Bait Allah;  Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Semua orang yang mendengar Dia  sangat heran akan kecerdasan  dan segala jawab yang diberikan-Nya.  Ketika Maria dan Yusuf melihat Dia, tercenganglah mereka.  Lalu kata ibu-Nya kepada-Nya,  “Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami?  Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”  Jawab Yesus kepada mereka, “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu  bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak mengerti  apa yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazaret;  dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka.  Dan Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Di iklan iklan kita sering menyaksikan keluarga keluarga bahagia. Anak anak dengan ayah ibunya berlari lari sambil ketawa, lalu makan bersama sambil bercanda , rekreasi naik mobil ini atau itu, aduh bahagianya. Tetapi itu di televisi, di iklan yang memang dibuat menarik dan memikat. Adapun kita semua telah maklum, betapa dalam realitas kehidupan berkeluarga sangat tidak mudah. Barangkali relasi kedua suami isteri baik baik saja, anak anak juga oke oke saja, tetapi keluarga ini bisa sangat bersedih karena sedang terhimpit oleh masalah hutang dan PHK yang menimpa si bapak atau ayah anak anak itu  Orang orang Katolik meyakini bahwa hidup keluarga kudus , yakni Bunda Maria dan Santo  Yusup serta Yesus bahagia dan diwarnai dalam hubungan yang penuh kasih dan damai. Tetapi bacaan Injil hari ini memberi pesan yang mendalam mengenai makna kebahagian yang dijalani keluarga kudus di Nazareth . Yusup dan Maria ternyata juga mengalami kesulitan yang berat saat mengasuh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus yang diajak ke Yerusalem tertinggal di Bait Suci, dan ini membuat Yusup dan Maria kebingungan, sehingga mereka  harus mencari Dia. Dan ketika  sudah ketemu, dan ketika sudah ketemu Tuhan Yesus tidak meminta maaf. Dia malah seolah menegur orang tua-Nya “ Mengapa kamu mencari Aku?” Ada bahasa yang tidak nyambung antara bahasa orang tua Yesus dan bahasa Yesus. Atas kebingungan dan ketidakmengertian itu Maria menyimpan semua didalam hatinya.  Kebahagian hidup Keluarga Kudus versi Nazareth bukanlah kebahagian kaya di televisi yang serba dibuat itu, Kebahagiaan Keluarga Kudus Nazareth mengalir sebagai buah kepercayaan dan penyerahan diri Yusup dan Maria kepada kehendak Allah yang ditampakkan Tuhan Yesus itu serba sulit diduga dan sering membingungkan . Ya , kepercayaan dan penyerahan diri kita kepada Tuhan, inilah kunci kebahagiaan sebuah keluarga kristiani sejati.

Butir permenungan

Sudahkah anda percaya dan menyerahkan diri keluarga kita sepenuhnya kepada Tuhan?

Doa

Ya Tuhan, lindungilah dan berkatilah keluarga keluarga kristiani agar mereka dapat mengatasi seluruh kesulitan  yang mereka hadapi. Amin.

Aku bersukaria di dalam Tuhan,  jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku,  sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku  dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *