Renungan Harian Katolik Sabtu 25 Januari 2020

752 views

Kalender Liturgi Sabtu 25 Januari 2020
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Kis 22:3-16
Pada waktu itu  Paulus membela diri di hadapan orang-orang Yahudi, “Aku adalah orang Yahudi,  lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini.  Aku dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel  dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah  sama seperti kamu semua pada waktu ini.  Aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati;  laki-laki dan perempuan kutangkap  dan kuserahkan ke dalam penjara.  Tentang hal itu  baik Imam Agung maupun Majelis Tua-tua  dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat  untuk saudara-saudara di Damsyik  dan aku telah pergi ke sana  untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang ada di situ,  dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.  Tetapi dalam perjalananku ke sana,  ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari,  tiba-tiba memancarlah dari langit  cahaya yang menyilaukan mengelilingi aku.  Maka rebahlah aku ke tanah  dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?  Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan?   Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.  Mereka yang menyertai aku,  memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.  Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?  Kata Tuhan kepadaku:  Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik.  Di sana akan diberitahukan kepadamu  segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.  Sebab aku tidak dapat melihat  oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu,  maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku  dan menuntun aku ke Damsyik.  Di situ ada seorang bernama Ananias,  seorang saleh yang hidup menurut hukum Taurat  dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata:  Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah!  Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia.  Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau  untuk mengetahui kehendak-Nya,  untuk melihat Yang Benar  dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya.  Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang  tentang apa yang kaulihat dan kaudengar.  Sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu?  Bangunlah, berilah dirimu dibaptis   dan berserulah kepada nama Tuhan,  maka dosa-dosamu dihapuskan.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 117:1.2
Pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah Injil.
*Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,  megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
*Sebab kasih-Nya hebat atas kita,  dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil  Yoh 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku,  tetapi Akulah yang memilih kamu.
Aku telah menetapkan kamu,  supaya kamu pergi dan menghasilkan buah
dan buahmu itu tetap.

Bacaan Injil   Mrk 16:15-18
Sekali peristiwa  Yesus yang bangkit dari antara orang mati  menampakkan diri kepada ke sebelas murid,  dan berkata kepada mereka,  “Pergilah ke seluruh dunia,  beritakanlah Injil kepada segala makhluk.  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan,  tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya:  mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut,  mereka tidak akan mendapat celaka;  mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Santo Markus Pengarang Injil juga disebut dengan nama Yohanes anak Maria yang tinggal di Yerusalem (Kis. 12:12,25:15:37), kemenakan Barnabas (Kol 4:10) Rupa rupanya, rumah ibunya di Yerusalem sering dipakai oleh umat untuk berhimpun. Maka tidak mengherankan bahwa ketika Petrus dilepaskan dari penjara, “……setelah berpikir sebentar, pergilah ia kerumah Maria , ibu Yohanes …… disitu banyak orang berkumpul dan berdoa” (Kis 12:12) . Markus meninggalkan Yerusalem untuk menemani Barnabas dan Saulus di Antiokhia dan ikut sebentar dalam perjalanan misi pertama , tetapi lalu meninggalkan mereka dan kembali ke Yerusalem (Kis 13:5,13)  Kemudian dia ikut paman nya Barnabas berangkat ke Siprus setelah terjadi perselisihan yang tajam antara Paulus dan Barnabas (Kis 15: 17-39) karena Paulus tidak mau membawa serta Markus dalam perjalanan misi yang kedua., Namun entah bagaimana , Paulus yang semula tidak senang terhadap Markus, akhirnya mengatakan Markus adalah pribadi yang pelayanannya penting bagi dirinya (2Tim 4:11)  Markus sudah bersama dengan Paulus sejak awal Paulus menjadi tawanan di Roma (Kol 4:10, Flm.24) . Tentunya rekonsiliasi antara keduanya sudah terjadi sebelumnya, karena dalam Kol 4:10 Paulus berpesan  kepada jemaat di Kolose dan mengatakan “….. tentang dia (Markus) kamu telah menerima pesan: terimalah dia, apabila dia datang kepadamu ….”  Hubungan Markus dengan Petrus disebutkan dalam surat pertama  Rasul Petrus. Dalam surat itu, Markus disebut “anakku” , mungkin karena Petrus lah yang menerima dia dalam lingkungan murid Kristus. Sebagai pengarang Injil, Markus menampilkan potret Yesus dengan caranya yang khas, Injil nya kadang kadang disebut sebagai Injil untuk para calon baptis. Pelan pelan para pembaca diajak untuk menyiapkan diri untuk mengambil keputusan iman. Ajakan itu disampaikan antara lain dengan menantang dan menghibur mereka. Mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa sejak awal Yesus sudah ditolak, Kaum keluarga-Nya menganggap Dia tidak waras lagi (Mrk 3:21). Sebelumnya , kaum Farisi sudah bersekongkol dengan orang orang Herodes untuk membunuh Dia. Murid murid yang paling dekatpun tidak mengenal Dia, dan akhirnya lari meninggalkan Dia, membiarkan Dia mati dengan cara yang mengerikan. Masihkah Dia dapat dipercaya?  Persis ketika semua tampaknya gagal, muncullah pengakuan iman dari seorang kepala pasukan, yang merupakan klimaks Injil Markus, “Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia “ Sungguh, orang ini adalah Anak Allah”  Seorang katekumen akhirnya ditantang untuk mengambil keputusan iman seperti kepala pasukan itu.

Butir permenungan.

Apakah kita yakin dan sadar bahwa hidup, kehadiran,dan perbuatan perbuatan kita seharusnya juga merupakan undangan bagi orang lain untuk mengambil keputusan iman? Ingat akan firman Tuhan hari ini rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, Karena proses belajar akan terus kita jalani seumur hidup kita. Jangan menutup telinga dan hati kita terhadap Tuhan.

Doa.

Ya Tuhan yang mahakuasa, bantulah kami umat-Mu untuk sadar bahwa hidup kami merupakan proses untuk berani bangkit menjadi manusia baru dengan meninggalkan dosa dosa . Amin

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu,  supaya kamu pergi  dan menghasilkan buah  dan buahmu itu tetap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *