Renungan Harian Katolik Sabtu 25 Juli 2020

473 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Sabtu 25 Juli 2020

Pesta Santo Jakobus  Rasul
Warna Liturgi: Merah

Bacaan I  2 Kor 4:7-15
Saudara-saudara,  harta pelayanan sebagai rasul kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa  kekuatan yang melimpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami sendiri.  Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terhimpit; kami habis akal, namun tidak putus asa;  kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian;  kami dihempaskan, namun tidak binasa.  Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami yang masih hidup ini,  terus-menerus diserahkan kepada maut demi Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata  dalam tubuh kami yang fana ini.  Demikianlah maut giat di dalam diri kami,  sedangkan hidup giat di dalam kamu. Namun kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis, “Aku percaya, sebab itu aku berbicara.”  Karena kami pun percaya, maka kami juga berbicara.
Karena kami tahu, bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus,  akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus.  Dan Allah itu akan menghadapkan kami bersama dengan kamu ke hadirat-Nya. Sebab semuanya itu terjadi demi kamu,  supaya kasih karunia,  yang semakin besar karena semakin banyaknya orang yang menjadi percaya,  menghasilkan ucapan syukur semakin melimpah  bagi kemuliaan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 126:1-2ab.2c-3.4-5.6
Yang menabur dengan mencucurkan air mata,  akan menuai dengan bersorak-sorai.
*Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion,  kita seperti orang-orang yang bermimpi.  Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria,  dan lidah kita dengan sorak-sorai.
*Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa,
“Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!”
Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
*Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan,  seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!  Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata,  akan menuai dengan bersorak-sorai.

Bait Pengantar Injil  Yoh 15:16
Aku telah menetapkan kamu  supaya kamu pergi dan menghasilkan buah,  dan buahmu itu tetap.

Bacaan Injil  Mat 20:20-28
Sekali peristiwa,  menjelang kepergian Yesus ke Yerusalem,  datanglah ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus,  lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu.  Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?”  Jawab ibu itu, “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu,  yang seorang di sebelah kanan-Mu,  dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”  Tetapi Yesus menjawab,  “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta!  Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?”  Kata mereka kepada-Nya, “Kami dapat.”  Yesus berkata kepada mereka,  “Cawan-Ku memang akan kamu minum,  tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku,  Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang  bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”   Mendengar itu,  marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua bersaudara itu.  Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,  “Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa  memerintah rakyatnya dengan tangan besi,  dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.  Tidaklah demikian di antara kamu!  Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,  hendaklah ia menjadi pelayanmu,  dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;  sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,  dan untuk memberikan nyawa-Nya
menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Yakobus yang kita pestakan hari ini  dibedakan dari Yakobus anak Alfeus (Mat 10:3)  dan Yakobus Muda , saudara Yesus  (Mat 13:55).  Yakobus adalah kakak Yohanes, anak anak Zebedeus dan Salome. Dalam Markus 3:17, kedua bersaudara itu dijuluki sebagai “anak anak guruh” (Aram Boanerges). Dia adalah seorang murid yang berkobar kobar semangatnya, tetapi tidak tahan mengikuti Yesus dalam penderitaan-Nya (Mat 26:56).  Mungkin , sebagai anak saudagar ikan yang kaya raya, Yakobus tidak terbiasa menderita.  Permintaan ibunda mereka lebih merupakan ambisi mereka berdua daripada ibunya. Dalam versi Markus, mereka berdua sendirilah yang minta, bukan ibunya (Mrk 10:35-45 bdk ay.22)   Dengan sabar, Yesus memberi nasehat bahwa jabatan yang mereka minta merupakan cawan penderitaan . Pada zaman pemerintahan Herodes  Agripa I (41-44 Mas) , Yakobus wafat sebagai martir dengan dipenggal kepalanya. Cawan yang dia minta telah diterimanya. (Kis12:1-2)   Reaksi marah dari kesepuluh murid yang lain rupanya didorong oleh ambisi yang serupa (bdk Mrk 9:34) Hanya saja , Yakobus dan adiknya lebih berterus terang untuk mengungkapkan keinginan akan kedudukan ketimbang kesepuluh murid yang lain. Motivasi menjadi pengikut Yesus masih disertai ambisi jabatan publik politik.  Yakobus adalah Rasul yang tidak menyembunyikan ambisinya secara meluap luap bagaikan kilat. Namun , segera padam saat Yesus Sang Guru meluruskan keinginannya yang keliru. Dia tidak menarik diri dan meninggalkan Yesus, Dia tetap setia. Dalam tradisi dikisahkan , bahwa dia menjadi misionaris pertama di Spanyol.  Yakobus sebagai Rasul Yesus telah mengabdikan dirinya untuk pelayanan. Melalui kehadirannya ditengah tengah jemaat Kristen Perdana , banyak orang semakin percaya kepada Yesus. Ia membaktikan seluruh hidupnya demi Kerajaan Allah . Ia bersungguh sungguh melayani umatnya hingga nyawanya melayang. Kini namanya harum dan menjadi orang besar dalam Kerajaan Surga.

Butir permenungan.

Apa yang dapat kita teladani dari dari pribadi Yakobus Tua ini? Dia meninggalkan kenyamanan hidup dalam kekayaan orang tuanya demi menjadi pengikut Yesus, walau motivasinya masih perlu dimurnikan. Dia tetap setia kepada Yesus , walau ambisinya untuk menduduki jabatan publik tak dapat diwujudkan. Harta dan kuasa tidak selalu harus menggeser seseorang untuk setia kepada Yesus, jika dia memiliki sikap terbuka terhadap bimbingan Yesus, keduanya malah bisa menjadi sarana untuk melayani dengan lebih baik, bukan kendala.  Semoga kita termasuk orang orang yang seperti itu.

Doa.

Ya Yesus yang maha baik, Engkau datang kedunia bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani . Bantulah kami umat-Mu untuk belajar melayani seperti Rasul Yakobus.   Amin.

Aku telah menetapkan kamu  supaya kamu pergi dan menghasilkan buah,  dan buahmu itu tetap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *