Renungan Harian Katolik Sabtu 27 Juni 2020

686 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Sabtu 27 Juni 2020
PF S. Sirilus dari Aleksandaria, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Rat 2:2.10-14.18-19
Tanpa belas kasihan  Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Dalam amarah-Nya  Ia menghancurkan benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi,  dan mencemarkan kerajaan dan pemimpin-pemimpinnya. Maka duduklah para tua-tua puteri Sion tertegun di tanah. Mereka menabur abu di atas kepala, dan mengenakan kain kabung. Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah. Mataku kusam dengan air mata, hatiku remuk redam. Hancur luluh hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab kanak-kanak dan bayi jatuh pingsan  di lapangan-lapangan kota. Mereka bertanya kepada ibunya, “Mana roti dan anggur?”,  Di lapangan-lapangan kota mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur, ketika menghembuskan nafas di pangkuan ibunya.  Apa yang dapat kunyatakan kepadamu?  Dengan apa aku dapat menyamakan engkau, ya puteri Yerusalem?  Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur,  ya dara Sion?  Karena luas bagaikan laut reruntuhanmu. Siapa yang akan memulihkan engkau?  Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa.  Mereka tidak menyatakan kesalahanmu  guna memulihkan dikau kembali.  Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan  yang dusta dan menyesatkan.  Berteriaklah dengan nyaring kepada Tuhan, hai puteri Sion! Cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam.  Janganlah kauberi dirimu istirahat  Janganlah matamu tenang! Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam. Curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan.  Angkatlah tanganmu kepada-Nya  demi hidup anak-anakmu,  yang jatuh pingsan di ujung-ujung jalan  karena lapar!
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 74:1-2.3-5a.5b-7.20-21
Ya Tuhan, janganlah Kaulupakan terus-menerus  umat-Mu yang tertindas.
*Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya?  Mengapa menyala murka-Mu  terhadap kambing domba gembalaan-Mu?  Ingatlah akan umat-Mu  yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala,  yang Kautebus menjadi bangsa milik-Mu sendiri!  Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami.
*Ringankanlah langkah-Mu ke tempat yang rusak terus-menerus;
segala-galanya telah dimusnahkan musuh di tempat kudus.  Lawan-lawan-Mu mengaum di tempat pertemuan-Mu  dan telah mendirikan panji-panji mereka sebagai tanda.  Mereka kelihatan seperti orang mengayunkan kepalan  tinggi-tinggi.
*Mereka siap menebas kayu-kayuan yang lebat;  dan sekarang ukir-ukirannya  seluruhnya dipalu mereka dengan kapak dan beliung;
mereka menyulut tempat kudus-Mu dengan api,  mereka menajiskan tempat kediaman nama-Mu  sampai pada tanah;
*Pandanglah kepada perjanjian,  sebab tempat-tempat gelap di bumi penuh kekerasan.  Janganlah biarkan orang yang terinjak-injak kembali dengan kena noda. Biarlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji nama-Mu.

Bait Pengantar Injil  Mat 8:17
Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.

Bacaan Injil  Mat 8:5-17
Pada suatu hari Yesus masuk ke Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia  dan memohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh,  dan ia sangat menderita.”  Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.”  Tetapi perwira itu berkata kepada-Nya, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.  Sebab aku sendiri seorang bawahan,  dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit, ‘Pergi!’  maka ia pergi; dan kepada seorang lagi: ‘Datang!’, maka ia datang.  Ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’  maka ia mengerjakannya.”  Mendengar hal itu,  Yesus heran dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya,  “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai  pada seorang pun di antara orang Israel.  Aku berkata kepadamu, Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat  dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub  di dalam Kerajaan Surga,  sedangkan anak-anak Kerajaan itu sendiri  akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.  Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” Lalu Yesus berkata kepada perwira itu,  “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.”  Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.  Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.  Maka dipegang-Nya tangan wanita itu,  lalu lenyaplah demamnya.  Wanita itu lalu bangun dan melayani Yesus. Menjelang malam  dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan,  dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu,  dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.  Hal itu terjadi supaya genaplah sabda yang disampaikan oleh nabi Yesaya,  “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan .

Seorang perwira Romawi datang kepada Yesus agar menyembuhkan hambanya yang sedang sakit lumpuh. Yesus mau pergi kerumah perwira itu, tetapi dilarangnya, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.  Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”  Perwira itu begitu menghormati orang Yahudi sehingga ia mencegah Yesus  masuk kerumahnya. Ia tahu bahwa orang Yahudi akan najis bila memasuki rumah bukan Yahudi.  Maka ia mendesak-Nya agar bertindak saja seperti biasa ia lakukan kepada bawahannya, yaitu cukup memberi perintah dan hambanya akan sembuh. Dengan demikian , betapa besar kepercayaan perwira itu akan kuasa penyembuhan Yesus. Yesus kagum dan melihat iman sejati perwira itu . “ ….sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel….” lalu terjadilah penyembuhan jarak jauh, bukan karena kedermawanan perwira yang banyak membantu pembanguan rumah ibadat itu tetapi karena imannya  bahwa Allah hadir dalam diri Yesus untuk mengalahkan kuasa maut . Iman perwira itulah yang mendatangkan mukzijat penyembuhan dari Yesus bagi hambanya yang sakit lumpuh.  Perwira Romawi itu lambang orang kafir  yang beriman akan Yesus sekaligus kritik tajam bagi bangsa Israel dan orang  orang Yahudi , juga para pengikut Yesus yang sesungguhnya tidak beriman. Menjadi jelas bahwa keselamatan  yang dibawa Yesus bukan hanya untuk bangsa terpilih Israel dan orang orang Yahudi , tetapi untuk siapa pun yang percaya kepada Yesus, entah dari bangsa terpilih entah dari bangsa kafir sekalipun . Penyembuhan ini juga menegaskan betapa pentingnya peran iman orang yang bersangkutan atau orang yang disekitarnya sebagai syarat mutlak demi terjadinya mukzijat. Dengan kata lain tanpa adanya iman , Yesus tidak akan pernah melakukan mukzijat , sebagaimana saat orang orang dikampung-Nya Nazaret meminta Yesus membuat mukzijat dan Ia tidak melakukan-Nya.  Kita kadang membanggakan diri sebagai pengikut Yesus tetap tidak berani memercayakan diri sepenuhnya kepada-Nya. Tidak jarang kita pun justru kalah beriman dari pada orang lain yang jelas jelas bukan pengikut Yesus . Mengapa ? Yesus telah menunjukkan dan menjamin bahwa iman kepada-Nya meskipun dari orang yang bukan pengikut-Nya mendatangkan keselamatan.  Kita adalah pengikut pengikut Yesus zaman ini yang seharusnya percaya dan mengandalkan –Nya dengan sepenuh hati.

Butir permenungan.

Bacaan bacaan hari ini menyebut kapan bangsa bangsa akan berkumpul dan berduyun duyun datang bersama saat Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya, saat Tuhan mengundang semua bangsa makan bersama dalam Kerajaan Surga  Itulah gambaran akhir jaman saat Tuhan menyelesaikan seluruh karya penyelamatan –Nya atas segala bangsa. Tuhan akan mempersatukan dan mengumpulkan semua bangsa. Saat itu akan terjadi damai , karena pedang akan ditempa menjadi mata bajak , tombak menjadi pisau pemangkas. Pada hari ini memang umat manusia terpecah belah oleh berbagai hal , suku, ras, kulit, agama, bahasa, wilayah, adat dan budaya, pendidikan dll. Sabda Tuhan dalam bacaan bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa sebenarnya dan aslinya semua umat manusia  dari manapun dan kapanpun dipanggil untuk bersatu dan bisa hidup bersama . Jaminannya hanya ada satu, Tuhan sendiri, Padahal Tuhan itu adalah Kasih. Maka, kunci pengikat dan pemersatu umat manusia akhirnya adalah KASIH , bukan uang, bukan agama, bukan karena adanya  pemerintahan dan hukum apapun termasuk hukum sebuah agama.

Doa.

Allah Bapa, Sumber Pengharapan, bantulah kami merindukan kedatangan Kristus, , Putra-Mu, Bila Ia tiba dan mengetuk, semoga kami didapati-Nya berjaga dalam doa dan menyambut-Nya dengan gembira. Amin.

Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *